Wanita Pertama yang Dipilih Rasulullah untuk Menggantikan Peran Khadijah

Saudah binti Za’mah yakni wanita yang dipilih Rasulullah untuk menggantikan Khadijah setelah khadijah wafat. Dalam Ar-Rahiq Al makhtum disebutkan bahwa Rasulullah menyunting Saudah pada tahun ke-10 kenabian dengan setatusnya janda.
Rasulullah terbiasa menyelamatkan janda muslimin dan memuliakanya dengan menjadi anggota keluarga nabi, kecuali Aisyah satu-satunya gadis yang dinikahi oleh beliau.
Ada dongeng menarik di perjalanan rumah tangga Rasulullah. Nabi dan Saudah pernah terjadi konflik antara kedua sosok mulia itu. Rasulullah hampir saja menceraikan Saudah, perempuan shalihah itu ketakutan sebab Ia ingin meninggal dan di bangkitkan kelak dengan status sebagai istri Rasulullah.
Saudah yang merasa dirinya berusia lanjutpun kemudian menawarkan hari bergilirnya untuk Aisyah ia rela melakukannya asal dapat menjadi istri Rasulullah sampai final hayatnya.
Saudah pula mengetahui bahwa suaminya memiliki perasaan yang lebih kepada Aisyah dibanding istri ia yang lain.
Atas perkara Saudah ini, Tuhan pun kemudian menurunkan ayat tentangnya

“Jika seorang mengkhawtirkan nusyuz atau sikap tidak hirau dari suaminya, tidak mengapa bagi keduannya mengadakan perdamaian (yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun insan itu menurut tabiatnya kikir. Jika kalian bergaul dengan istri kalian cara baik dan memelihara kalian dari nusyuuz dan sikap tak hirau gotong royong Tuhan Maha Mengetahui apa yang kalian kerjaan.” (Qs. An-Nisa :128)

Nusyuz merupakan sikap durhaka seorang istri pada suaminya. Ayat terebut pun kemudian menjadi tumpuan hukum berumah tangga bagi kaum muslimin sampai final zaman. .Saudah menyadari kesalahannya dan memilih merelakan waktu bersama sang terkasih demi ikatan janji nikah yang enggan ia akhiri. Rasulullah pun menyetujui saran Saudah dan tetap menimbulkan Saudah sebagai istri beliau, sang istri setelah Khadijah, sang wanita mulia.
Keinginan Saudah pun terijabah. Ia berstatus sebagai ummul mukminin sampai kematian bahkan sampai di alam abadi kelak. Semoga Tuhan memberi kedudukan yang tinggi bagi keikhlasan Saudah binti Zam’ah.

Sumber: https://plus.google.com/u/0/117584699167290667068