Virus Flu Dapat Menular Sebelum Munculnya Gejala

Virus Flu Dapat Menular Sebelum Munculnya Gejala – Penelitian di Imperial College London yang melaksanakan pengujian penularan influenza pada hewan uji ferret memperlihatkan bahwa virus dapat ditularkan sebelum munculnya gejala. Jika temuan ini berlaku juga untuk manusia, maka hal ini dapat berarti bahwa seseorang dapat menularkan flu ke orang lain sebelum mereka tahu bahwa mereka telah terinfeksi, sehingga pencegahan epidemi flu sangat sulit dilakukan.
Penelitian ini didukung oleh National Institute for Health Research (NIHR) Imperial Biomedical Research Centre.
Jika kita mengetahui bahwa seseorang dapat menularkan virus sebelum ia memiliki gejala, maka hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk membantu rencana pemerintah untuk mencegah epidemi suatu penyakit. Namun, sangat sulit untuk menetapkan hal tersebut dari data yang diambil selama terjadi wabah penyakit. Penelitian sebelumnya yang menggunakan model matematika telah memperkirakan bahwa kebanyakan penularan flu terjadi setelah timbulnya gejala, namun beberapa kasus juga memperlihatkan bahwa penularan flu terjadi sebelum timbulnya gejala.
Virus Flu Dapat Menular Sebelum Munculnya Gejala Virus Flu Dapat Menular Sebelum Munculnya Gejala
Penelitian di Imperial College London yang melaksanakan pengujian penularan influenza pada hewan uji ferret memperlihatkan bahwa virus dapat ditularkan sebelum munculnya gejala. (Credit: © WONG SZE FEI / Fotolia)
Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE ini, merupakan penelitian pertama kalinya untuk menyelidiki pertanyaan tersebut secara eksperimental pada hewan model. Ferret biasanya digunakan pada penelitian flu alasannya yaitu mereka rentan terhadap strain virus yang sama dan memperlihatkan gejala yang seolah-olah dengan manusia.
Ferret yang terinfeksi flu dikandangkan bantu-membantu dengan ferret yang tidak terinfeksi selama jangka waktu yang singkat pada tahap yang berbeda setelah terjadi infeksi. Penularan virus terjadi sebelum munculnya gejala pertama. Gejala demam terjadi ketika ferret berada di sangkar yang sama dan juga ketika mereka berada di sangkar yang berdekatan.
Profesor Wendy Barclay, peneliti dari Departemen Kedokteran di Imperial College London mengatakan bahwa hasil studi ini memiliki implikasi penting bagi taktik perencanaan pendemi. Hal ini berarti bahwa penyebaran flu sangat sulit untuk dikendalikan, bahkan dengan self diagnosis (diagnosis yang dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri) dan deteksi suhu badan di bandara. Hal ini juga berarti bahwa dokter dan perawat yang tidak menerima suntikan flu, dapat membahayakan pasien alasannya yaitu mereka dapat menularkan benjol ketika mereka tidak tahu bahwa bekerjsama mereka telah terinfeksi.
Strain flu yang digunakan pada penelitian ini yaitu pandemi flu babi tahun 2009, yang menewaskan hamper 300.000 orang di seluruh dunia.
Para peneliti menemukan bahwa ferret bisa menularkan flu kepada ferret lainnya hanya dalam jangka waktu 24 jam setelah terinfeksi. Hewan tidak mengalami gejala demam hingga 45 jam setelah terinfeksi dan mereka mulai bersin setelah 48 jam. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa bensin tidak diharapkan sebagai sarana penularan flu. Virus flu justru dikeluarkan atau disebarkan ke udara ketika hewan bernafas secara normal.
Pada tahap simpulan dari infeksi, setelah lima atau enam hari, frekuensi penularan flu lebih sedikit. Orang-orang dapat kembali bekerja atau bersekolah setelah gejala mereda, dimana resiko penularan flu kepada orang lain lebih rendah.
Ferret merupakan hewan model terbaik yang tersedia untuk mempelajari penularan (transmisi) flu, namun kita harus berhati-hati dalam menafsirkan hasil penelitian ini pada manusia. Kami hanya menggunakan sejumlah kecil hewan pada penelitian ini, sehingga kami tidak dapat mengatakan mengenai bagaimana perbandingan penularan flu yang terjadi sebelum gejala muncul. Kemungkinan perbandingan penularan flu yaitu bervariasi dan tergantung pada strain flu.” Kata Dr. Kim Robert, Penulis pertama penelitian ini yang juga merupakan peneliti di Trinity College Dublin.
Referensi Jurnal :
Kim L. Roberts, Holly Shelton, Peter Stilwell, Wendy S. Barclay. Transmission of a 2009 H1N1 Pandemic Influenza Virus Occurs before Fever Is Detected, in the Ferret Model. PLoS ONE, 2012; 7 (8): e43303 DOI: 10.1371/journal.pone.0043303
Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasarkan bahan yang disediakan oleh Imperial College London, via AlphaGalileo dan Science Daily (29 Agustus 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/