Tujuh Kesalahan Pokok perihal Menghargai Diri Sendiri


Sol Gordon ialah profesor bidang ilmu anak dan keluarga dari Universitas Syracuse. Dia telah mengarang banyak buku menyerupai Panduan Bertahan Hidup bagi Remaja dan Bagaimana Mengetahui Kamu Benar-Benar Jatuh Cinta? Berikut pendapat Dr. Gordon wacana konsep diri yang rendah: “Tiap orang punya tzuris (bahasa Yiddi untuk ‘masalah’), tetapi sebagi orang-orang yang merasa rendah diri, tampaknya dilema yang mereka hadapi jumlahnya lebih banyak daripada yang sanggup mereka atasi. Eleanor Roosevelt pernah berkata, “Tidak seorang pun dapat membuatmu merasa rendah diri tanpa ada izin darimu.” Mengapa begitu banyak orang memberi izin pada orang lain untuk membuatnya rendah diri, merupakan misteri yang nggak pernah terpecahkan.” 

Apakah kau membuat kesalahan-kesalahan wacana konsep diri sendiri menyerupai di bawah ini?

  1. Membandingkan diri dengan orang lain secara nggak adil. Pastinya bakal terus ada orang-orang yang tampak lebih ganteng, lebih cantik, lebih kaya, lebih beruntung, dan lebih cerdik dibandingkan dengan kamu. Jadi, apa gunanya membanding-bandingkan? Kita semua diciptakan sederajat. Kita semua diciptakan untuk memberi kontribusi dengan cara yang unik.
  2. Merasa dirimu nggak ada artinya sampai… Pilih sendiri akhiran yang kamu mau untuk kalimat ini: a) seseorang menyukaimu, b) seseoran menikahimu, c) seseorang membutuhkanmu, d) kau berpenghasilan besar, e) orang tuamu merasa puas dengan prestasi yang kau capai. Sebenarnya, kau harus menjadi eksklusif yang utuh lebih dahulu baru orang lain akan tertarik padamu. Kamu harus menerima dirimu apa adanya sebelum mampu menyenangkan orang yang kamu sayangi. Kalau merasa nggak ada artinya hingga ada orang yang menginginkanmu, sesudahnya pun kau nggak akan punya arti.
  3. Berpikir bahwa kau harus menyenangkan semua orang. Pertama-tama, kamu harus menyenangkan dirimu sendiri … gres kemudian kamu dapat membuat orang lain senang, tapi hanya orang-orang yang kamu sayangi saja. Siapa yang mencoba menyenangkan semua orang ujung-ujungnya nggak akan dapat menyenangkan satu orang pun.
  4. Menetapkan sasaran-sasaran yang nggak masuk logika untuk diri sendiri. Turunkan standar untuk meningkatkan prestasimu. Kamu akan selalu dapat melebihi apa yang sudah kau capai hari iniesok adalah hari baru.
  5. Mencari arti hidup. Hidup bukan untuk dicari artinya. Hidup adalah sebuah kesempatan. Kamu hanya dapat mengerti arti hidup pada akhir hidup itu sendiri. Hidup tersusun dari pengalaman-pengalaman yang penuh makna-kebanyakan pendek-pendek saja, tetapi dapat terjadi berulang-ulang.
  6. Merasa bosan. Kalau kau merasa bosan, dapat dipastikan berada bersamamu juga akan terasa membosankan. Kalau bosan, jangan umumkan pada semua orang. Mendengar keluhan wacana mengapa kamu nggak suka pada dirimu sendiri atau kau nggak punya “sesuatu untuk dikerjakan” itu sangat nggak menyenangkan. Kalau kamu nggak punya pekerjaan, jangan bawa-bawa dilema itu di tengah kerumunan orang banyak.
  7. Mengambil keputusan bahwa nasibmu ditentukan oleh kekuatan di luar dirimu. Pada dasarnya, kau sendirilah yang mengatu jalan hidupmu

Sumber: Espeland, 2005: 269-274.