TEORI EVOLUSI di Biologi Menurut 10 Para Tokoh Ahli Pencetusnya

Teori Evolusi, apakah terbukti kebenarannya? Ada beberapa teori-teori evolusi dalam biologi, menurut para ahlinya ibarat teori evolusi Darwin, Lamarck, hingga Harun Yahya. Orang yang berpikir rasional, scientist, dan rasa ingin tahunya besar tentu tidak hanya memperdebatkan teori-teorinya saja. Namanya juga teori, setiap orang boleh berteori, setiap orang boleh mengubah teori, dan setiap orang boleh menghapuskan teori lama. Selama itu ada bukti ilmiah yang mendukung teorinya.

Karena itulah, kali ini materi biologi yang akan kita bahas yakni mengenai teori evolusi dan tokoh/para mahir yang mencetuskannya. Dengan mengetahui materi ini, setidaknya dapat menunjukkan pemahaman ihwal teori evolusi serta mengetahui implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Coba perhatikan gambar di bawah.

Sejatinya, semua makhluk hidup berasal dari mahkluk hidup sebelumnya yang dapat muncul dengan variasi gres sehingga menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. Adanya variasi-variasi tersebut dapat menyebabkan spesies baru. Peristiwa ini dikenal dengan istilah evolusi. Jadi, evolusi yakni proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun.

bagan teori evolusi biologi

Teori ihwal evolusi merupakan teori yang tetap hangat dipertentangkan hingga ketika ini. Banyak tokoh yang berpendapat ihwal hal ini, tetapi belum ada satu teori yang dapat men- jawab semua fakta dan kejadian ihwal seja- rah perkembangan makhluk hidup.

Beberapa teori dari para mahir yang menjadi dasar dari teori evolusi, di antaranya sebagai berikut.

1. Aristoteles (384-322 SM)

Aristoteles yakni seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habi- tatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.

2. Anaximander (500 SM)

Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapat bahwa insan berawal dari makhluk akuatik ibarat ikan dan mengalami proses evolusi.

3. Empedoclas (496-435 SM)

Empedoclas yakni seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari mata- hari dan berkembang menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang menjadi tepat dan karenanya menjadi beraneka ragam ibarat sekarang ini.

4. Erasmus Darwin (1731-1802)

Erasmus Darwin yakni kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya yakni bahwa evolusi terjadi alasannya yakni episode fungsional terhadap stimulasi yakni diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.

5. Count de Buffon (1707-1788)

Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi alasannya yakni pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.

6. Sir Charles Lyell (1797-1875)

Lyell yakni seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama.

7. Lamarck

Jean Baptise de Lamarck (1744 – 1829) spesialis biologi kebangsaan Perancis, memiliki suatu gagasan dan menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”. Dalam bukunya tersebut Lamarck mengatakan sebagai berikut.
  • Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui proses penyesuaian lingkungan.
  • Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
  • Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang.
Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck yakni jerapah. Menurut Lamarck, pada awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi.

Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin) yang mengatakan bahwa populasi jerapah yakni heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk menerima makanan. Dari persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan-lahan mengalami kepunahan. Agar lebih terperinci mengenai perbandingan dua teori ini, dapat Anda perhatikan Gambar

8. Charles Robert Darwin

Charles Robert Darwin (1809–1882) yakni seorang ilmuwan berke- bangsaan Inggris yang melaksanakan pelayaran pada tahum 1831. Dengan menggunakan kapal HMS Beagel, ia melaksanakan pelayaran menuju ke Kepulauan Galapagos, yang merupakan kepulauan terpencil kurang lebih 1050 km dari dari daratan utama Amerika Serikat. Dalam pelayarannya hingga hingga di Kepulauan Galapagos tersebut Charles Darwin menemukan dan mengamati banyak sekali macam burung Finch yang memiliki banyak sekali macam bentuk paruh. Perbedaan morfologi tersebut ternyata menunjukkan adanya kekerabatan kekerabatan dengan burung yang ada di Amerika Serikat. hasil penemuan burung Finch oleh Darwin dapat Anda lihat pada Gambar

Pada kala ke-18 spesialis ekonomi Thomas Robert Malthus seorang berkebangsaan Inggris (1766–1834) mengemukakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Malthus menyimpulkan bahwa jumlah penduduk naik ibarat deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, …) sedangkan materi makanan yang tersedia naik ibarat deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, …). Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah kenaikan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Fenomena ini menimbulkan makhluk hidup harus melaksanakan perjuangan biar terus bertahan. Sifat-sifat yang mendukung akan dipertahankan, sedangkan sifat-sifat yang tidak mendukung akan hilang. Makhluk hidup yang bisa bertahan hidup dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan lolos dari seleksi alam.

9. August Weismann (1934-1914)

Weismann berpendapat bahwa sel-sel badan tidak dipengaruhi oleh lingkungan dalam penurunannya, melainkan berdasarkan pada prinsip genetika. Weismann melaksanakan percobaan untuk menunjukan teorinya tersebut. Perlakuan diberikan kepada dua tikus yang dipotong ekornya dan kemudian kedua tikus tersebut dikawinkan. Hasilnya yakni generasi keturunannya masih berekor panjang hingga generasi ke-21. Dari percobaan yang dilakukan tersebut maka karenanya Weismann menarik kesimpulan ibarat berikut.
  • Perubahan sel badan alasannya yakni pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.
  • Evolusi merupakan dilema genetika, artinya evolusi yakni gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika
teori evolusi harun yahya

10. Harun Yahya

Teori evolusi menurut Harun Yahya merupakan antitesis dari teori evolusinya Charles Darwin. Darwin mengungkapkan bahwa makhluk hidup muncul di dunia merupakan kebetulan semata tanpa ada yang menciptakannya. Darwin juga memperkenalkan bahwa satu spesies atau mahluk bisa melaksanakan evolusi menjadi mahkluk yang lain dalam jangka waktu yang lama.

Jelas sekali pandangan Darwin dianggap HarunYahya bertentangan dengan dogma agama yang menyebut Yang Mahakuasa sebagai pencipta segala jenis makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia. Teori yang ditemukan Darwin bisa dikatakan memperkuat keyakinan kaum taeisme dan komunisme, sebaliknya meruntuhkan dan atau bertentangan dengan normatif keagamaan yang menganggap Yang Mahakuasa sumber segala kehidupan dan penciptaan.

Mengcounter teori evolusinya Darwin, Harun Yahya yang concern mengadakan penelitian dan menulis buku-buku keislaman terperinci merasa keberatan dengan evolusi Darwin tersebut. Dengan teorinya yang secara khusus membantah teori Darwin yang fenomenal sekaligus kontroversial itu, Harun Yahya banyak menyebutkan dan mengalirkan data-data yang menggugurkan teori evolusi yang telah banyak disembah orang selama berabad-abad silam.

Hal bantahan tersebut misalnya, teori kebetulan pembentuk evolusi itu, ternyata jikalau diamati secara mendalam banyak sekali pola adanya rancangan yang seolah by design atau disengaja oleh sang Maha Pengatur.

Dari beragam bukti ilmiah yang ditemukan para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa mahkluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Yang Mahakuasa secara aktual dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bantu-membantu dengan sempurna. Misalnya reptil, dari awal kemunculan memiliki bentuk sebagaimana reptil yang ada ketika ini, tidak merupakan evolusi dari bentuknya semula sebagai bukan reptil.

Dan masih banyak dalil lain yang diungkap dalam teori evolusi menurut Harun Yahya yang ternyata jikalau dikaji lebih mendalam lebih masuk nalar dan diakui oleh banyak sekali ilmuwan Barat sekalipun.

Nah, itulah beberapa teori evolusi dalam biologi yang dicetuskan oleh para ahli. Teori akan tetap menjadi teori tanpa diimplikasikan dalam kehidupan nyata. Dan apapun teorinya, silakan diambil yang baiknya saja, untuk menambah wawasan, inspirasi, atau pun fakta-fakta untuk menerima kebenaran yang lebih baik. Semoga bermanfaat. Sekedar selingan, boleh juga untuk menonton video ihwal sejarah insan purba di Indonesie berikut ini.

Jika ingin unduh materinya dalam bentuk DOC atau PDF, silakan klik link berikut

Terima kasih atas dukungannya. Biolearning Center telah mengikuti lomba minuman berenergi Kratingdaeng yang telah berlangsung dan walaupun belum menang dalam lomba kontes seo kali ini. Amin. Informasi selengkapnya silakan kunjungi disini » Minuman Berenergi Aman Tidak Berbahaya.