Teknik Observasi, Penilaian Diri, Antar Peserta didik, dan Jurnal Kurikulum 2013

Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Kurikulum 2013 – ada 4 (empat) yakni Teknik Observasi, Penilaian diri, Penilaian Antar Peserta didik, dan Jurnal. Nah melalui goresan pena ini kesemuannya itu akan di bahas satu persatu semoga lebih terang dan bermanfaat pula bagi bapak dan ibu guru goresan pena yang kami bagikan disini.

a. Teknik Observasi

Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan menggunakan instrumen yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Observasi pribadi dilaksanakan oleh guru secara pribadi tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak pribadi dengan santunan orang lain, ibarat guru lain, orang tua, penerima didik, dan karyawan sekolah.

Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi yaitu pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. Sedangkan skala penilaian menentukan posisi sikap atau perilaku penerima didik dalam suatu rentangan sikap. Pedoman observasi secara umum memuat pernyataan sikap atau perilaku yang diamati dan hasil pengamatan sikap atau perilaku sesuai kenyataan. Pernyataan memuat sikap atau perilaku yang positif atau negatif sesuai indikator pembagian terstruktur mengenai sikap dalam kompetensi inti dan kompetensi dasar. Rentang skala hasil pengamatan antara lain berupa :

1) Selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah
2) Sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik
(lihat lembar teladan instrumen).

Pedoman observasi dilengkapi juga dengan rubrik dan petunjuk penskoran. Rubrik memuat petunjuk/uraian dalam penilaian skala atau daftar cek. Sedangkan petunjuk penskoran memuat cara memperlihatkan skor dan mengolah skor menjadi nilai akhir. Agar observasi lebih efektif dan terarah hendaknya :

  1. Dilakukan dengan tujuan terang dan direncanakan sebelumnya. Perencanaan mencakup indikator atau aspek yang akan diamati dari suatu proses.
  2. Menggunakan pedoman observasi berupa daftar cek atau skala penilaian.
  3. Pencatatan dilakukan selekas mungkin.
  4. Kesimpulan dibuat setelah aktivitas observasi selesai dilaksanakan.

b. Penilaian Diri

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta penerima didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.

Skala penilaian dapat disusun dalam bentuk skala Likert atau skala semantic differential. Skala Likert yaitu skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena. Sedangkan skala semantic differential yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana balasan yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan balasan yang sangat negatif terletak di bab kiri garis, atau sebaliknya.

Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential yaitu data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.

Kriteria penyusunan lembar penilaian diri:

1) Pertanyaan perihal pendapat, tanggapan dan sikap, misal : sikap responden terhadap sesuatu hal.
2) Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh responden.
3) Usahakan pertanyaan yang terang dan khusus
4) Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian
5) Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti
6) Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden

c. Penilaian Antarpeserta didik

Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta penerima didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antarpeserta didik yaitu daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya.

d. Jurnal

Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan perihal kekuatan dan kelemahan penerima didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Kelebihan yang ada pada jurnal yaitu peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami penerima didik dengan lebih tepat. Sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal yaitu reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan peran guru, apabila pencatatan tidak dilakukan dengan segera, maka objektivitasnya berkurang. Terkait dengan pencatatan jurnal, maka guru perlu mengenal dan memperhatikan perilaku penerima didik baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Aspek-aspek pengamatan ditentukan terlebih dahulu oleh guru sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diajar. Aspek-aspek pengamatan yang sudah ditentukan tersebut kemudian dikomunikasikan terlebih dahulu dengan penerima didik di awal semester.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal adalah:

  1. Catatan atas pengamatan guru harus objektif
  2. Pengamatan dilaksanakan secara selektif, artinya yang dicatat hanyalah kejadian / peristiwa yang berkaitan dengan Kompetensi Inti.
  3. Pencatatan segera dilakukan (jangan ditunda-tunda)

Pedoman umum penskoran jurnal:

  1. Penyekoran pada jurnal dapat dilakukan dengan menggunakan skala likert. Sebagai teladan skala 1 hingga dengan 4.
  2. Guru menentukan aspek-aspek yang akan diamati.
  3. Pada masing-masing aspek, guru menentukan indikator yang diamati.
  4. Setiap aspek yang sesuai dengan indikator yang muncul pada diri penerima didik diberi skor 1, sedangkan yang tidak muncul diberi skor 0.
  5. Jumlahkan skor pada masing-masing aspek.
  6. Skor yang diperoleh pada masing-masing aspek kemudian direratakan
  7. Nilai Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K) ditentukan dengan cara menghitung rata-rata skor dan membandingkan dengan kriteria penilaian

LAnjut Baca: Contoh Instrumen beserta Rubrik Penilaian