Sumber dan Fungsi Lemak Bagi Tubuh, Kegunaan, Kimia

Sumber dan Fungsi Lemak Bagi Tubuh, Kegunaan, Kimia – Ada tiga bentuk utama lemak yang ditemukan dalam diet insan dan hewan mamalia, yaitu lemak jenis: (1) trigliserida, (2) fosfolipid, dan (3) kolesterol. Trigliserida merupakan jenis yang paling banyak (95–98%) terdapat dalam makanan, sedangkan kolesterol dan fosfolipid terdapat dalam jumlah sedikit, dan merupakan komponen utama dinding sel. Umumnya lemak dan minyak yang terdapat di alam merupakan trigliserida campuran, artinya ketiga adegan asam lemaknya dapat berbeda.
Beberapa sumber lemak dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Beberapa Sumber Lemak (Lipid) dalam Makanan
Bahan Makanan
Kadar (%)
Kolesterol
Lemak Jenuh
Lemak Tak Jenuh
Susu
0,32
50
34
Telur
4,2
33
41
Daging
0,35
37
56
Ayam
0,64
20
90
Terigu
0
sedikit
90
Jagung
0
14
86
Alpukat
0
18
59
Kacang tanah
0
15
82
Kelapa
0
76
8
Komposisi asam-asam lemak yang terkandung dalam beberapa materi makanan ialah sebagai berikut.
Tabel 2. Jenis Asam-Asam Lemak yang Terkandung dalam Makanan
Lemak /
Minyak
Komposisi Rata Rata (%)
Laurat
Miristat
Palmitat
Stearat
Palmitoleat
Oleat
Linoleat
Linolenat
Mentega
2,5
11,1
29,0
9,2
4,6
26,7
3,6
Hati ikan
5,8
8,4
0,6
20,0
29,1
29,1
Ikan paus
0,2
9,3
15,6
2,8
14,4
35,2
Kelapa
45,4
18,0
10,5
2,3
0,4
7,5
Jagung
1,4
10,2
3,0
1,5
49,6
34,3
Biji kapas
1,4
23,4
1,1
2,0
22,9
47,8
Biji rami
6,3
2,5
19,0
24,1
Zaitun
6,9
2,3
84,4
4,6
Kacang tanah
8,3
3,1
56,0
26,0
Kedelai
0,2
0,1
9,8
2,4
0,4
28,9
50,7
6,5
Trigliserida merupakan bentuk lemak yang paling efisien sebagai cadangan energi untuk proses-proses atau acara yang memerlukan energi dalam tubuh. Energi hasil metabolisme lemak dua kali lebih besar daripada metabolisme karbohidrat atau protein dengan takaran yang sama. Energi hasil metabolisme karbohidrat dan protein secara berurutan sekitar 9 kkal g–1 dan 4 kkal g–1.
Trigliserida banyak ditemukan dalam sel-sel lemak. Sekitar 99% dari volume sel lemak mengandung trigliserida. Beberapa trigliserida juga terdapat dalam bentuk butir-butir lipid di dalam jaringan yang bukan lemak (nonadiposa), ibarat hati dan otot. Selain sebagai sumber energi, trigliserida dapat diubah menjadi kolesterol, fosfolipid, dan bentuk lipid lainnya jikalau tubuh memerlukan jenis lipid tertentu.
Lemak di bawah kulit berfungsi sebagai insulator panas maupun masbodoh semoga suhu tubuh tetap optimum.
Di samping berperan sebagai jaringan lemak, trigliserida juga memiliki fungsi fisik, yaitu sebagai ganjal tulang-tulang dan organ-organ vital, guna melindungi organ vital dari guncangan atau getaran. Jantung, ginjal, epididimus, dan kelenjar air susu terbungkus oleh lapisan jaringan lemak.
Untuk memenuhi kebutuhan lemak semoga kondisi kesehatan optimum diharapkan trigliserida yang mengandung asam-asam lemak esensial. Asam lemak esensial ialah asam-asam lemak tidak jenuh yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dikonsumsi dari makanan.
Asam lemak esensial ditandai dengan ikatan rangkap berada pada posisi C–7 terakhir dalam rantai asam lemak ke arah ujung gugus metil (terutama C–6 dan C–7), misalnya asam lemak linoleat. Defisiensi (kekurangan) asam lemak esensial ditandai dengan adanya kulit memerah, terutama pada pipi dan tempat tubuh yang lecet tanggapan benturan.
Diperkirakan orang remaja memerlukan minimal 2% dari nilai kalorinya dalam bentuk asam lemak esensial. Kebutuhan asam lemak esensial diperoleh dari dukungan asam arakidonat untuk pembentukan prostaglandin. Prostaglandin ialah zat serupa hormon yang memiliki efek-efek biologis dengan banyak sekali fungsi.
Ketidakseimbangan kadar prostaglandin dalam tubuh dapat menyebabkan rasa mual, diare, peradangan, nyeri, demam, asma, tekanan darah tinggi, ketidakteraturan menstruasi, mengantuk, bahkan penggumpalan darah. Pertama kali diketahui bahwa prostaglandin disintesis di dalam kelenjar prostat, tetapi sekarang diketahui dapat disintesis di paru-paru, hati, uterus, dan organ lainnya.
Prostaglandin merupakan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon 20 dan mengandung cincin siklopentana. Senyawa ini dibiosintesis dari asam lemak tak jenuh dengan jumlah atom karbon 20, ibarat asam arakidonat. Hal ini yang menjadi alasan mengapa asam-asam lemak tidak jenuh diharapkan oleh tubuh guna menjaga kesehatan optimum. Terdapat beberapa macam prostaglandin yang sudah diketahui, tetapi yang umum dan banyak ditemukan ada empat macam, yaitu PGE1, PGF, PGE2, PGF, seperti ditunjukkan pada biosintesis berikut.
 yang ditemukan dalam diet insan dan hewan mamalia Sumber dan Fungsi Lemak Bagi Tubuh, Kegunaan, Kimia
Gambar 1. Biosintesis prostaglandin.
Keterangan :
PGE : prostaglandin
E : alkohol-keton
F : diol dan
Indeks, menyatakan jumlah ikatan rangkap
Aspirin (obat sakit kepala) dapat menghambat pembentukan prostaglandin melalui reaksi asetilasi sehingga dampak kelebihan prostaglandin (sakit kepala) dapat dinetralisir.
Lemak berperan sebagai pelarut vitamin-vitamin, ibarat A, D, E, dan K untuk disirkulasikan ke adegan tubuh yang membutuhkan. Lemak yang terdapat di adegan bawah kulit berfungsi untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin. Pada dinding pembuluh darah (arteri) terdapat suatu lapisan dari materi organik yang terdiri atas lemak dan kolesterol. Kolesterol merupakan jenis lemak yang terdapat dalam semua hewan.Tubuh kita berupaya mensintesis kolesterol melalui konsumsi makanan, ibarat mentega, telur, dan daging merah yang kaya kolesterol.
Lemak dan kolesterol yang berlebihan dapat menjadikan penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat fatwa darah. Akibatnya, tekanan darah meningkat dan berpotensi terjadinya serangan jantung. Para praktisi kesehatan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh rendah. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Berdasarkan hasil penelitian menandakan bahwa makanan yang banyak mengandung kadar lemak tidak jenuh tinggi dapat mengurangi serangan jantung. Jadi, untuk menjaga kesehatan, kita perlu mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh kadar tinggi, dan diganti dengan konsumsi lemak nabati, yang banyak mengandung lemak tidak jenuh. Kadar lemak jenuh dan tidak jenuh dalam jenis minyak dan mentega ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 3. Kadar Lemak Jenuh dan Tak Jenuh di Dalam Beberapa Sumber Makanan
Sumber
Kadar Lemak (%)
Jenuh
Tak Jenuh
Minyak
Sawit
50
50
Kelapa
94
6
Kacang
19
81
Jagung
16
84
Lemak
Mentega
45
29
Margarin
35
40
1. Lemak Olestra
Setiap jenis vitamin memiliki struktur kimia yang khas. Struktur khas ini menentukan kelarutannya di dalam setiap adegan tubuh manusia. Misalnya, vitamin B dan C larut dalam air. Adapun vitamin A, D, E, dan K larut dalam pelarut nonpolar dan jaringan lemak tubuh (yang juga bersifat nonpolar). Vitamin-vitamin tersebut disimpan sebagai cadangan vitamin, yang digunakan ketika seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin dalam jangka waktu lama.
Olestra, suatu produk yang dihasilkan dari penggabungan molekul gula dengan asam lemak. Olestra stabil pada suhu tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pengganti minyak sayur dalam pembuatan keripik kentang dan makanan sejenisnya. Olestra memasuki sistem pencernaan tanpa melalui proses metabolisme sehingga tidak ada kalori dari materi ini yang diambil.
Efek samping dari mengkonsumsi produk ini secara terus menerus berkaitan dengan persoalan gizi, karena olestra merupakan sejenis molekul lemak yang besar, menyerap vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, dan K). Selain itu, olestra juga menyerap nutrien, ibarat karoten, yang ikut terbawa ketika diekresikan keluar tubuh. (Sumber: Chemistry: The Central Science, 2000)
2. Keunggulan Minyak Kelapa Sawit
Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam kadar yang seimbang. Minyak ini mengandung 44% asam palmitat dengan 16 atom karbon. Keadaan ini lebih baik untuk kesehatan jikalau dibandingkan dengan asam lemak berantai pendek.
Minyak sawit tidak mengandung kolesterol dan banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, sekitar 40% jikalau dibandingkan minyak-minyak yang lain. Asam lemak tidak jenuh ini membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, minyak sawit cukup aman bagi kesehatan.
Minyak sawit juga mengandung β–karoten yang merupakan sumber penting bagi pembentukan vitamin A, dan juga mengandung vitamin E. β–karoten dan vitamin E berperan penting dalam upaya mencegah penyakit kanker.
Minyak sawit tidak mudah menjadi tengik. Oleh karena itu, makanan yang digoreng dengan minyak kelapa sawit lebih tahan lama. Minyak sawit dapat membantu mencegah pembekuan darah. Hal ini disebabkan minyak sawit dapat menjaga kondisi hormon tromboksin dan prostalisin dalam darah. Jadi, minyak sawit dapat menjaga pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah.
Anda sekarang sudah mengetahui Fungsi Lemak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :
Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.


Sumber http://www.nafiun.com/