Sifat-Sifat Istri yang Buruk

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al-Mutabarrijaat (المُتَبَرِّجَاتُ)
“Dan seburuk-buruk istri kalian ialah yang suka bertabarruj”, yakni yang suka bersolek dengan perhiasannya dan keluar rumah dengan perhiasannya itu, keluar dengan menampakkan kemolekan dan kecantikannya, baunya yang wangi, perhiasan-perhiasannya yang sehingga dengan itu ia menjadi penolong bagi syaithon untuk merusak masyarakat.
Maka wanita yang suka bertabarruj dengan sifat mirip ini pada hakikatnya ia telah keluar untuk menjadi tentara iblis dan penolongnya dalam membuat kerusakan dan membukakan pintu kepada iblis dalam membuatkan fitnah dan kekejian terhadap orang-orang yang beriman.
Al-Mutakhoyyilaat (المُتَخَيِّلاَتُ)
Maknanya berasal dari kata “khuyala”, yaitu kesombongan. Ada keterkaitan antara tabarruj dan kesombongan. 

Seorang wanita yang suka berhias, berdandan, memakai wewangian dan tampil mengagumkan tidaklah ia keluar ke jalan atau ke pasar dengan sifat yang tawadhu’ kepada Tuhan ta’ala, bahkan ia keluar dengan perasaan tinggi, angkuh, sombong dan merasa ujub terhadap dirinya, penampilannya dan tingkah lakunya?

Begitulah kelaziman antara kesombongan dengan tabarruj, sebagaimana ada juga keterkaitan antara kesantunan dengan rasa malu.
Seorang wanita yang santun memiliki rasa aib dan hatinya dipenuhi rasa malu, dibandingkan dengan wanita yang suka bertabarruj dimana ia telah melepaskan jilbab rasa aib dan mengenakan jilbab kesombongan, ujub dan keangkuhan yang akan mendatangkan ancaman bagi kehidupan rumah tangganya, bahkan seluruh kehidupannya.
Oleh alasannya ialah itu wanita yang memiliki sifat demikian disebut seburuk-buruk wanita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ

“Dan seburuk-buruk istri kalian ialah yang suka bertabarruj lagi sombong, mereka itulah wanita-wanita munafik. Mereka tidak akan masuk surga kecuali mirip ghurob al-a’shom.”
“Ghurob al-A’shom” ialah burung gagak yang di kedua sayap dan kakinya ada sedikit warna putih. 
Bagaimana engkau akan mampu melihat adanya ghurob al-a’shom di antara burung-burung gagak yang hitam legam? Ghurob al-a’shom ini termasuk yang paling langka, kebanyakan burung gagak itu seluruh tubuhnya berwarna hitam kelam. 
Maka pada sabda dia shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Mereka tidak akan masuk surga kecuali mirip ghurob al-a’shom” terdapat ungkapan betapa sedikitnya di antara wanita-wanita mirip itu yang akan masuk ke dalam surga, alasannya ialah sifat burung gagak yang mirip ini sangat jarang sekali.
Kemudian yang semisal hadits ini ialah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ
“Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, alasannya ialah bergotong-royong saya melihat kebanyakan kalian ialah penghuni neraka.” [HR. al-Bukhori no. 304 & 1462 dari hadits Abu Said rodhiyallohu anhu, dan Muslim no. 79 dari hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu]

Mengapa dia melihat kebanyakan wanita itu penghuni neraka?
Jika kita perhatikan sifat-sifat yang disebutkan dalam hadits, anggaplah sifat-sifat itu sebagai seburuk-buruk sifat penduduk neraka, alasannya ialah kita akan dapati banyak kaum wanita yang meremehkan dan tidak peduli akan hal tersebut, hingga seakan-akan ia menganggap tidak akan ada hari dimana ia akan berjumpa dengan Tuhan dan dihisab atas perbuatan-perbuatannya, sedangkan hadits-hadits dan ilmu itu telah hingga kepadanya, akan tetapi yang ia turuti hanyalah syahwat dan keinginannya saja.
Banyak sekali hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan sifat-sifat tercela bagi kaum wanita, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الوَاصِلَةَ وَالمُسْتَوْصِلَةَ، وَالوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita-wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambung rambutnya, wanita yang bertato dan minta ditato.” [HR. al-Bukhori no. 5947 dan Muslim no. 2124]
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa allam melaknat laki-laki yang mirip wanita dan wanita yang mirip laki-laki.” [HR. al-Bukhori no. 5885

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang bersifat kelaki-lakian (tomboy).” [HR. al-Bukhori no. 5886 dari hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu]
Dari hadits-hadits ini dan yang selainnya dimana disebutkan laknat bagi kaum wanita yang memiliki sifat-sifat tertentu, kita dapati banyak wanita yang tidak peduli walaupun ia mendengar laknat, peringatan dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Seolah-olah ia tidak merasa bahwa kelak ia akan bangun di hadapan Tuhan subhanahu wa ta’ala dan akan ditanya…
Seolah-olah tidak akan ada hari dimana ia dimasukkan ke dalam lubang lalu ditaburi tanah dan dikubur…, dimana warnanyapun akan berubah…, leher akan terpisah dari badannya…, dan matapun akan terlepas dari tempatnya, semua ini tidak ada dalam pikirannya…
Dan keinginannya hanyalah bersolek, menghiasi dan mempercantik diri walaupun perbuatan yang ia lakukan itu ialah maksiat kepada Allah, menyelisihi perintahNya dan akan mendatangkan kemurkaanNya.
Demikianlah sifat-sifat yang tercela yang dijelaskan dalam sunnah supaya para wanita sholihah menerima peringatan dari sifat-sifat itu. 
Dan pengetahuan para wanita wacana hal ini ialah pengetahuan yang dimaksudkan untuk dijauhi, sebagaimana dalam sebuah sya’ir:
Aku mengetahui keburukan bukan supaya saya melaksanakan keburukan itu, akan tetapi supaya saya menjauhinya…

Barangsiapa yang tidak mengetahui keburukan, ia akan terjatuh ke dalamnya…
Semoga Tuhan ta’ala menawarkan taufik kepada kita untuk mampu menerapkan sifat-sifat istri yang sholihah dan menjauhkan kita dari sifat-sifat istri yang buruk

Sumber : https://ummushofi.wordpress.com