Shimi, Robot Musikal Interaktif Siap Mendampingi Anda Mendengarkan Musik

Shimi, Robot Musikal Interaktif Siap Mendampingi Anda Mendengarkan Musik – Shimi, robot musikal pendamping yang dikembangkan oleh Georgia Tech’s Center for Music Technology, bisa merekomendasikan lagu, irama yang sesuai dengan tarian dan memainkan musik berdasarkan umpan balik dari pendengar. Robot dengan tinggi satu kaki yang bisa dihubungkan dengan smartphone ini akan menjadi “teman musikal” yang interaktif.
“Shimi dirancang untuk mengubah cara orang menikmati dan berpikir wacana musik mereka,” kata Profesor Gil Weinberg, eksekutif dari Georgia Tech’s Center for Music Technology dan pencipta robot ini.

Dia akan memamerkan robot tersebut pada konferensi I/O Google yang akan digelar besok di San Francisco. Sebuah band yang terdiri dari tiga robot Shimi akan menunjukkan kemampuannya pada orang yang hadir di program tersebut. Mereka akan menari seirama dengan musik yang diciptakan di laboratorium dan dikomposisikan menurut gerakannya.
Shimi pada dasarnya yaitu sebuah “docking station” dengan “otak” yang digerakkan dengan ponsel Android. Setelah ponsel android dipasang, robot tersebut akan menerima kemampuan penginderaan dan musikal dari perangkat mobile pengguna. Dengan kata lain, kalau ada sebuah “aplikasi untuk hal itu,” Shimi telah siap.
 Robot Musikal Interaktif Siap Mendampingi Anda Mendengarkan Musik  Shimi, Robot Musikal Interaktif Siap Mendampingi Anda Mendengarkan Musik
Shimi, robot musikal pendamping yang dikembangkan oleh Georgia Tech’s Center for Music Technology, bisa merekomendasikan lagu, irama yang sesuai dengan tarian dan memainkan musik berdasarkan umpan balik dari pendengar. (Foto: Image courtesy of Georgia Institute of Technology)
Misalnya, dengan menggunakan kamera ponsel dan perangkat lunak pendeteksi wajah, shimi dapat mengikuti pendengar di sekitar ruangan dan menentukan posisi indera pendengaran pendengar atau speaker, untuk memperlihatkan bunyi yang optimal. Fitur lain yang ada pada robot ini berdasarkan pada irama dan tempo. Jika pengguna melaksanakan tepukan atau ketukan yang bertempo, Shimi akan menganalisisnya, kemudian akan mencari lagu yang sesuai pada data musik yang ada di telepon dan langsung memainkan lagu yang paling cocok dengan tempo tersebut. Setelah musik mulai dimainkan, Shimi akan menari mengikuti irama.

“Banyak orang berpikir bahwa robot dibatasi oleh arahan pemrograman mereka,” kata Mason Bretan, seorang calon Ph.D. di bidang teknologi musik.”Shimi menunjukkan kepada kita bahwa robot bisa kreatif dan interaktif.”

Aplikasi di masa depan untuk robot ini, akan memungkinkan pengguna untuk menggelengkan kepala mereka sebagai tanda ketidaksetujuan atau melambaikan tangan di udara untuk memberitahu Shimi semoga memainkan lagu berikutnya atau untuk menambah/mengurangi volume. Robot juga akan memiliki kemampuan untuk merekomendasikan musik gres berdasarkan pilihan lagu pengguna dan memperlihatkan umpan balik pada daftar musik.
Weinberg berharap pengembang lain akan terinspirasi untuk membuat aplikasi yang lebih banyak untuk memperluas kreatifitas dan kemampuan interaktif Shimi, sehingga memungkinkan mesin ini untuk meninggalkan laboratorium dan pergi menuju dunia nyata.
“Saya percaya bahwa daerah kami bekerja telah melaksanakan satu langkah depan dari revolusi robot, dimana kita akan lebih sering melihat robot di rumah, dan menghilangkan ketakutan beberapa orang wacana robot,” kata Weinberg.
Weinberg sedang dalam proses untuk mengkomersialisasikan Shimi melalui perjanjian lisensi pribadi dengan Georgia Tech. Sebuah perusahaan baru, Tovbot, telah dibentuk dan Weinberg berharap untuk dapat membuat robot yang tersedia untuk konsumen pada isu terkini liburan 2013. Shimi dikembangkan melalui kerjasama dengan Media Innovation Lab at IDC Herzliya yang dipimpin oleh Profesor Guy Hoffmann. Pengusaha Ian Campbell dan desainer robot Roberto Aimi juga bab dari proyek ini.
Shimi yaitu robot musisi ketiga yang dibuat oleh Center for Music Technology. Robot sebelumnya, Haile yaitu seorang perkusionis yang dapat mendengarkan permainan live (langsung) dari pemain, menganalisis musik mereka secara real-time dan berimprovisasi dengan musiknya sendiri. Sedangkan Shimon yaitu pemain marimba interaktif.
“Jika robot ada di rumah, kita berpikir bahwa mereka akan berupa mesin semacam ini; kecil, menghibur dan menyenangkan,” kata Weinberg. “Mereka akan meningkatkan kehidupan anda dan membuka jalan untuk meningkatkan layanan robot yang lebih canggih dalam hidup kita.”
Artikel ini merupakan terjemahan dari bahan yang disediakan oleh Georgia Institute of Technology, via Phys.org (26 Juni 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/