Setiap Keluarga Baru Sebaiknya Punya Rumah Sendiri Walaupun Memaksakan Diri

Setiap orang yang mau menikah sebaiknya memikirkan daerah tinggal sendiri jauh-jauh hari sebelum janji nikah. Hindari pikiran-pikiran untuk hidup menumpang dengan orangtua, numpang saudara, numpang teman, atau pun mengontrak rumah. Jika mampu mengusahakan rumah sendiri, kenapa tidak? Dengan hidup bersama orang yang kita cintai di rumah milik sendiri, terang akan mengasah kemandirian pasangan tersebut.

Sebelum menikah tidak ada salahnya menyisihkan uang jajan, uang gaji plus tunjangan dan uang hasil bisnis kita untuk mencicil rumah. Jangan menabung dalam bentuk uang kertas dan logam alasannya pasti turun terus nilainya, tetapi bentuk uang dinar emas dan dirham perak untuk menjaga kestabilan nilainya. Jika ada kesulitan mintalah pinjaman orang renta atau keluarga yang lebih paham.

Untuk tahap awal tidak perlu yang besar, cukup rumah tipe 21, rumah petakan, apartemen tipe studio, dan sebangsanya yang penting mampu punya rumah sebelum menikah, terutama yang laki-laki. Nanti dikala sudah lebih mapan, mampu melaksanakan ekspansi atau beli rumah gres yang lebih baik. Makara dikala menikah sudah punya rumah sendiri. Mau sementara menginap di rumah orang lain pun tak mengapa selama masih ada rumah sendiri.

Rumah milik sendiri mampu digunakan untuk seumur hidup tanpa ada yang mampu mengganggu gutat, kecuali kalau memang ada sengketa atau terkena gusuran pemerintah.  Kita mampu melaksanakan apa saja dengan rumah milik sendiri.  Tidak perlu bayar tagihan bulanan ibarat mengontrak rumah kecuali uang keamanan lingkungan, uang kebersihan, uang pajak bumi dan bangunan (pbb), biaya perawatan apartemen, biaya kemudahan apartemen dan lain sebagainya.  Rumah sendiri pun mampu diwariskan ke para pewaris yang sah apabila pemiliknya meninggal dunia.  Selamat berjuang membangun rumah keinginan milik sendiri, agar berhasil.