Romawi dalam Magico Historia


Kawasan Romawi yakni daerah yang terletak di laut Mediterania, di adegan sebelah barat merupakan daerah pantai yang berkontur landai dengan sungai Tiber sebagai muara. Sehingga daerah ini kemudian berubah menjadi sebuah daerah pelabuhan dan pelayaran. Bagian Timur memiliki jenis tanah pegunungan dengan kontur pantai yang curam. Sedangkan daerah utara merupakan daerah pegunungan Alpen. Kondisi alam yang membuat kecenderungan untuk bertahan hidup lebih diutamakan, di bidang seni tidak terlalu menjadi perhatian utama masyarakat Romawi Kuno. 

Leluhur bangsa Romawi yakni bangsa Latinum, disamping terdapat percampuran dengan bangsa Etruskia dan bangsa Yunani. Hal ini mensugesti dan memberi sumbangan besar kepada kebudayaan Romawi. Walaupun begitu ciri khas kepribadian orang Romawi yang bersifat strategis, menonjolkan kekuatan, fungsionsl, dan realistis tidak hilang. Bahkan telah membuat campuran kebudayaan serapan mereka menjadi suatu kebudayaan gres dan menjadi asal seruan peradaban Eropa di masa depan.
Tumbuh dan berkembangnya Romawai menjadi Imperium
Asal seruan berdirinya kerajaan Romawi dapat ditelusuri melalui dongeng mitologi, diceritakan bahwa pendiri awal yakni dua bersaudara yaitu Remus dan Remulus. Salah satu sumber yang digunakan yakni legenda karya vergelius yang berjudul “Aeneis”. Kitab tersebut mengisahkan seorang pelarian dari Troya yang dikalahkan oleh Yunani dalam perang Troya berjulukan Aeneses ke negeri Latin di Italia. Kemudian puteranya yang berjulukan Ascanius pindah ke pedalaman dan mendirikan kota Alba Longa. Beberapa lama kemudian keturunan Aeneas yang berjulukan Rhea Silva diusir pamannya yang berjulukan Amulius alasannya sudah melahirkan bayi kembar berjulukan Remus dan Romulus.

Kedua bayi tersebut diperintahkan untuk dibuang di Sungai Tiber oleh Amulius. Kedua bayi tersebut dirawat oleh serigala hingga ditemukan oleh seorang pengembala dan diasuhnya. setelah remaja mereka mendirikan kota Roma. Namun Romulus membeunuh Remus dalam suatu pertengkaran sehingga Romulus menjadi penguasa tunggal di kota tersebut yang dinamai Roma (Hadas, 1975:7). Ini merupakan suatu dongeng yang bersifat Magico Historia, yaitu dongeng mitos yang bertujuan untuk menaikan derajat bangsa Roma sebagai bangsa yang besar.

Melalui bukti-bukti sejarah mengatakan bahwa di adegan utara daerah Latinum ada sebuah tempat yang strategis untuk mendirikan sebuah kota. Beberapa suku kemudian mendirikan perkampungan dengan corak agraris, yang menjadi tetangga mereka yakni bangsa Etruksia dan bangsa Yunani sehingga perkampungan menerima pengaruh dari tetangganya dalam pengembangan kebudayaan dan sistem pemeritahan (Simanjutak, 1952:149). Dalam perkembangan selanjutnya Romawi menjadi pusat peradaban dan politik. Bangsa-bangsa yang disekitarnya satu demi satu ditundukan baik dengan cara kekerasan maupun dengan jalan damai. Romawi mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Kaisar Oktavianus Agustus (31 SM – 13 SM).

Awal berdirinya Romawi berbentuk kerajaan (Monarki) dengan raja pertamanya Romulus. Raja-raja Romawi berasal dari keturunan pendatang. Meskipun secara perekonomian mengalami kemajuan namun bangsa latin tidak senang terhadap penguasa absurd yang memberlakukan undang-undang militer kepada mereka. Terjadilah pemberontakan penduduk Roma berhasil menggulingkan raja Lucius Junius Brutus pada tahun 500 SM. Sehingga berakhirlah masa kekaisaran dan mulai memasuki sistem pemeritahan republik.

Masa republik, penduduk terbagi atas dua golongan yaitu Patrisia dan Plebea. Patrisia asal kata bahasa latin patres yang berarti ayah, sedangkan Lebea berasal dari kata Plebs yang berarti orang banyak. Golongan Patrisia berasal dari kalangan pemilik tanah yang luas atau orang yang secara turun temurun sudah merupakan kelas aristrokrat (bangswan). Golongan ini dianggap sebagai warga negara secara penuh. Orang-orang dari golongan ini memegang kedudukan dalam lembaga-lembaga politik, menyerupai konsul, senat, dan mejelis. Plebea merupakan golongan masyarakat biasa dan dianggap sebagai warga negara secara tidak penuh, namun masih memiliki beberapa politik dan hak untuk mengumpulkan kekayaan.

Pemerintah republik Romawi merupaka suatu oligarkhi karena menduduki posisi penting dalam pemerintahan yakni sekelompok kecil orang-orang dari golongan Patrici. Dalam perkembangan selanjutnya, untuk menunjukkan kesempatan yang sama bagi golongan Plebea duduk dalam lembaga pemerintahan maka dibuatlah undang-undang Pertama Roma yang dikenal dengan “dua belas tabel”.

Susunan masyarakat setelah bersatunya golongan ningrat dan masyarakat biasa yakni sebagai berikut:
1. Optimat: Terdiri dari bangsa dan rakyat biasa yang kaya
2. Equites: Para pedagang dan penguasa
3. Populus: Rakyat biasa yang memiliki bunyi di dewan rakyat
4. Budak: Tawanan perang yang tidak mempunyai hak politik
5. Poletar: Warga negara Romawi yang hanya memiliki dirinya sendiri

Pembagian sistem militer dimiliki oleh Romawi yaitu Legium, melalui militer yang besar lengan berkuasa bisa membuat ekspansi di seluruh daerah sungai Tiber dan sekitarnya. Proses perluasan ekspansi wilayah Romawi membuat terlibat dalam perang Phunichia yang berlangsung hingga tiga kali.

Perubahan sistem pemerintahan di Romawi menjadi sistem kekaisaran dan menjadi sebuah imperium besar sehingga memunculkan istilah Pax Romawi, berarti perdamaian di bawah pemerintahan Romawi sehingga seluruh wilayah menjadi adegan dari imperium yang kuat. Pada ketika tersebut, imperium Romawi mengalami masa kejayaannya yang diperintah oleh kaisar Oktavianus Agustus. Proses menjadi penguasa di Romawi di mulai setelah berhasil mengalahkan Antonius. Senat kemudian mengangkatnya menjadi kaisar yang pertama dan menerima beberapa gelar, Augustus yang artinya maha mulia, imperator yang artinya panglima tertinggi. Pontifeks Mazimus yang artinya kepala agama, dan Princep Civitas yang artinya warga kota yang utama (Simon, 1975:20). Setelah Oktavianus wafat, peristiwa bersejarah yang terjadi pada masa pemerintahannya yakni lahirnya gerakan agama gres di wilayah kependudukan kekaisaran Romawi di Palestina, yaitu agama Kristen. Agama gres ini disampaikan oleh yesus kristus, maka para pengikut agama ini disebut dengan imperium yang sangat luas melalui sistem federal daripada menjalankan sistem desentralisasi. Tiap-tiap negara adegan menerima kewenangan untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri, dengan menjalankan kewajiban membayar pajak, membantu penyiapan perlengkapan perang saudara dan menjadi salah satu penyebab kemundurannya.

Faktor-faktor penyebab kehancuran dari kekaisaran Romawi Barat yakni :
  1. Tidak ada pemimpin yang bisa memimpin seluruh wilayah Romawi yang sangat luas.
  2. Melemahnya pertahanan Romawi, pada mulanya duduk perkara pertahanan menjadi kewajiban warganya. Tetapi setelah mereka menikmati kekayaan yang diperoleh dari daerah jajahannya. Sehingga untuk pertahanan mereka menyerahkannya kepada tentara bayaran yang tidak memiliki semangat warga negara Romawi sendiri.
  3. Pecahnya kekaisaran Romawi menjadi dua menunjukkan peluang bagi bangsa lain untuk menyerang dan memasuki wilayah Romawi.
Beberapa kekaisaran yang memerintah pada ketika menjelang kejatuhannya diantaranya :
  1. Diocletianus, merupakan kaisar yang kejam dengan memerintahkan pembunuhan terhadap pengikut agama Kristen. Bagi yang berhasil menyelamatkan membuat lubang perlindungan di gua-gua karang yang disebut Catacombe.
  2. Konstantin agung, dengan memindahkan ibukota Romawi dari Roma ke Bizantium (konstatinopel) yang kini disebut dengan Istambul. Pada tahun 103 M mengeluarkan edic Milan yang berisikan perintah mengentikan pengajaran terhadap umat Kristen.
  3. Thedosius, menetapkan agama Nasrani sebagai agama negara dan membagi wilayah kekaisaran untuk kedua putranya. Kekaisaran Romawi Barat dengan ibukota Roma diberikan kepada Honorius, dan Archadius berkuasa di Romawi Timur dengan ibukotanya konstatinopel.
Kota Roma mengalami kemunduran yang menjadikan Romawi Barat terpecah menjadi beberapa kerajaan yang diperintah oleh raja-raja Germania Goth Timur dan Goth Barat. Dan Romawi Timur muncul menjadi tempat yang memiliki nilai strategis dan sangat tinggi, secara politik dan ekonomi. Wilayah Romawi Timur meliputi semenanjung Balkan, Asia kecil (Sampai Armenia), Syiria, dan Mesir. Setelah tahun 476 M kekerabatan Romawi Barat dan Romawi Timur terputus. Romawi Timur dapat bertahan hingga tahun 1453 H, namun wilayah ini kemudian dikuasi oleh Turki.

Tumbuh dan berkembangan Romawi Timur
Berakhir masa kekaisarahn Romawi Barat (476 M), maka dimulailah masa kekaisaran Romawi Timur dengan ibukotanya Konstatinopel. Konstatinopel didirikan oleh orang Yunani yang berjulukan Byzas seorang pembuka koloni Yunani berlayar ke arah timur laut Aegera. Ia melewati selat Dardanela dan menyeberangi laut Mermara. Kemudian ia mencapai selat Bossporus, disini didirikan kota yang berjulukan menurut namanya yaitu Byzantium (Sherrat, 1979:31). Byzantium bukan kota yang didirikan oleh kaisar konstatin agung, tetapi pada mulanya hanyalah merupakan koloni bangsa Yunani, hingga kemudian dijadikan oleh kaisar Romawi menjadi ibukota Romawi Timur. Tahun 330 M berubah menjadi Roma gres yang dikenal sebagai Konstatinopel.

Kota Konstatinopel terletak di daerah yang strategis, baik dari segi militer dan ekonomi. Dari segi militer, konstatinopel lebih mudah dipertahankan dari serangan musuh karena memiliki daerah pedalaman yang bergunung-gunung dan di depannya membentang selat Dardanela. Untuk memperkuat pertahanan kota-kota di daerah pedalaman dibangun tembok tebal dan tinggi yang dikelilingi oleh parit. Dari segi ekonomi konstatinopel dapat mengawasi dan menguasai jalan perdagangan ke laut hitam yang menjadi sumber gandum Eropa, disamping itu pelabuhan yang terdapat di sekitar laut hitam dan selat borporus selalu dilalui oleh kapal dagang. Daerah Anatolia dan Mesir mengalir bahkan makanan yang dapat dipergunakan untuk keperluan penduduki kota.

Rute niaga Byzantium menghubungkan antara Timur dan Barat dapat menguasai jalur perdagangan dari Eropa ke Asia dan sebaliknya, dari Asia ke Eropa. Hal ini faktor pendukung kekaisaran Romawi Timur bisa bertahan lebih lama selain adanya perlindungan upeti dari wilayah Asia kecil, Syaria, dan Mesir yang sangat kaya (Sherrrad, 1973:33). Letak Bizantium yang sangat strategis membawa keuntungan di bidang ekonomi, karena berfungsi pelabuhannya menjadi Bandar transito bagi daerah-daerah laut tengah, dapat juga dikatakan menjadi Bandar pengubung antara dunia barat dan dunia timur dalam bidang perdagangan.

Salah satu kaisar yang menunjukkan banyak perubahan terhadap konstatinopel yakni kasiar Yustinianus memerintah di Romawi Timur. Perubahan tersebut memiliki bertujuan untuk mengembalikan kemegahan yang pernah dicapai oleh Romawi sebelum mengalami perpecahan, dan merebut kembali wilayah yang pernah menjadi adegan dari Romawi. Sumbangan yang diberikan kasiar dibidang hukum dan arsitektur diantaranya, Codex Yustianus merupakan kumpulan perintah yang pernah dikeluarkan kaisar yang kemudian menjadi sumber hukum di Romawi Timur. Sedangkan di bidang arsitektur, peninggalannya yakni gedung gereja ayasopia, yang merupakan referensi dari budaya Yunani dan Romawi Kuno. Sehingga, Bizantium menjadi pemelihara keagungan Yunani dan Romawi. Pengaruh seni Bizantium menyebar ke seluruh kawan Eropa.

Peristiwa yang paling penting dalam masa pemerintahan Kaisar Yustianus yakni terjadinya perpecahan dalam fatwa agama kristen katolik. Pada tahun 1054 M yang melahirkan aliran katolik Ortodoks dan katolik Romawi. Perbedaan tersebut berasal dari pandangan berbeda perihal kedudukan yesus kristus, katolik Romawi mengaku bahwa yesus merupakan tuhan, anak tuhan dan rasul. Sedangkan katolik ortodok mengakui bahwa yesus merupakan rasul bukan tuhan ataupun anak tuhan. (Osman, 1979:12)

Setelah kaisar Yustianus wafat maka diangkatlah Heraklius (610-641) pada masa pemerintahannya Byzantium mengalami serangan diantaranya dari bangsa slavia yang berhasil mengambil sebagian dari daerah balkan dan daerah perbatasan konstatinopel. Persia berhasil menduduki Antiochha, Damaskus, Baitul Mukadas, dan pada tahun 614 M berhasil menerima Mesir. Melalui perjuangan yang berat karenanya daerah tersebut berhasil kembali dikuasai sehingga kelangsungan hidup Romawi Timur dapat bertahan lama. Namun, dengan munculnya Agama Islam maka Byzantium harus kembali menghadapi serangan dari bangsa yang baru.

Kesimpulan
Romawi setelah terpecah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur merupakan sebuah kekaisaran dengan imperium yang besar lengan berkuasa dan memilki wilayah kekuasaan yang sangat luas, meliputi Kawasan Eropa, Asia, dan Mesir. Melalui sistem Pemerintahan bersifat federal bisa mengatur jalan kehidupan negara dengan dibantu sistem hukum yang teratur dan susunan militer yang merupakan ciri kekuatan militer modern. Pengaruh imperium Romawi terhadap dunia dapat disamakan dengan pengaruh negara Amerika di masa sekarang. Setelah Romawi Barat mengalami keruntuhan, sistem pemerintahan, politik, dan militer kemudian diteruskan oleh Romawi Timur yang terletak di Konstatinopel. Pengaruh letak Konstatinopel sangat strategis menjadi pintu gerbang perdagangan dari daerah barat menuju daerah Timur dan sebaliknya. Dukungan wilayah memiliki nilai ekonomi tinggi membuat Romawi Barat bertahan dalam jangka waktu lebih kurang 100 tahun. Namun, ketika bangsa Atab berhasil menerima wilayah konstatinopel membuat perdagangan dari arah timur ke barat mengalami gangguan, hal ini menjadikan para pedagang barat berusaha mencari jalan lain menuju tempat perdagangan di daerah timur.
Penulis: Dra. Hj. Yunani Hasan, M.Pd