Persamaan dan Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Persamaan dan Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal – Umat Muslim di seluruh dunia pastinya sangat familiar dengan istilah zakat. Benar sekali, zakat yaitu salah satu bab aliran Islam yang wajib diamalkan. Zakat sendiri menurut bahasa memiliki arti suci, bersih, berkah, dan tumbuh subur. Makna ini sangat sesuai dengan manfaat zakat itu sendiri bagi orang yang beramal (muzaki) dan bagi pihak yang mendapatkan zakat (mustahik). Dengan memberi zakat bagi pihak yang berhak mendapatkannya, pihak pemberi zakat (muzaki) berarti telah membersihkan hartanya yang mana harta yang dimiliki ada yang menjadi hak para mustahik. Seperti yang kita ketahui bahwa harta yang kita miliki bahwasanya hanyalah titipan semata dari Tuhan SWT. Sebagian harta yang kita miliki bahwasanya yaitu hak untuk mereka para mustahik. Para mustahik mendapatkan rezeki dari Tuhan SWT melalui zakat yang kita berikan. Selain itu, zakat juga dapat membersihkan jiwa para muzaki dari banyak sekali penyakit hati ibarat dengki, iri, sombong, dll.  Seperti yang difirmankan oleh Tuhan SWT dalam Q.S At-Taubah ayat 103 ‘Ambilah zakat dan sebagian harta mereka dengan zakat kau membersihkan dan mensucikan mereka.’

Selain dapat mensucikan dan membersihkan baik harta maupun jiwa para muzaki, zakat juga mempunyai manfaat lain yaitu muzaki yang sering atau rutin beramal akan membuat hartanya semakin bertambah dan terus bertambah alasannya yaitu zakat yang telah diberikan akan membawa berkah bagi muzaki. Hal ini sesuai dengan hadist Rosulullah SAW yang mengatakan ‘Bentengilah dan suburkanlah hartamu dengan zakat’.

Sementara itu, menurut sara, zakat berarti mengeluarkan sebagian hartanya yang diberikan pada mereka yang berhak sebagai sedekah wajib. Zakat ini diberikan oleh mereka yang tergolog sebagai orang bisa dan telah memenuhi syarat-syarat ibarat yang terdapat dalam aliran agama Islam. Lantas, apa hukum menunjukkan zakat? Hukum zakat yaitu fardu a’in alias wajib bagi mereka yang mampu.

Berbicara lebih detail lagi soal zakat, terdapat dua jenis zakat, sebagaimana tercantum dalam Firman Tuhan SWT dalam Q.S. Al-Bayinnah ayat 5. Dalam Q.S Al-Bayinnah ayat 5 disebutkan bahwa dua jenis zakat tersebut yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah ialah zakat  atau sedekah wajib yang diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sementara itu zakat mal yaitu sedekah wajib yang berupa harta milik langsung ibarat emas, uang, perak, hewan ternak, hasil panen, harta perniagaan, harta terpendam (rikaz), dan buah-buahan. Zakat mal wajib diberikan oleh muzaki yang telah memiliki harta dengan pendapatan yang tetap (karyawan dengan penghasilan tetap, petani dengan hasil panen yang jumlahnya konstan/ stabil, dll). Lantas, siapa yang berhak mendapatkan zakat? Terdapat 8 golongan peserta zakat (mustahik) menurut Firman Tuhan SWT dalam Q.S. At-Taubah ayat 60 ‘Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanya untuk orang-orang Fakir, Miskin, pengurus Zakat (Amil), ornag-orang yang telah dibujuk hatinya (muallaf), untuk memerdekakan budak yang telah dijanjikan akan dikemerdekakan, orang-ornag yang berhutang (Gharim), untuk dijalan Tuhan (Sabilillah), dan untuk orang musafir (orang yang dalam perjalanan). Yang demikian ketentuan Allah’. Adapun syarat-syarat wajib mengeluarkan zakat antara lain beragama Islam, merdeka, harta yang dizakatkan yaitu harta milik sepenuhnya, cukup haul (genap setahun), dan cukup nisab (cukup nilai minimal).

1. Persamaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
 

Kedua jenis zakat, yaitu zakat Fitrah dan zakat Mal, memiliki persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan kedua jenis zakat tersebut ada pada hukum, manfaat, dan syarat wajib pengeluaran zakat.

1.1. Hukum

Hukum untuk mengeluarkan zakat Fitrah dan zakat mal yaitu wajib atau Fardu a’in. Adapun penjelasan beberapa hukum zakat baik untuk zakat mal dan zakat Fitrah yaitu sebagai berikut. Pertama, zakat wajib dikeluarkan oleh seluruh umat muslim yang merdeka dan tidak mematok pada usia, serta berakal.

1.2. Manfaat

Manfaat dukungan zakat baik zakat Fitrah maupun zakat Mal kurang lebih sama khususnya bagi peserta zakat (mustahiks). Manfaat zakat yang pertama yaitu dapat menghilangkan gap antara si kaya dan si miskin. Dengan adanya zakat, akan jauh lebih mudah juga untuk menjalin korelasi yang bersahabat antara mereka yang kaya dan msikin. Manfaat yang ketiga yaitu untuk mencegah tindak kejahatan yang dapat dilakukan oleh orang-orang miskin yang dapat merusak dan mengganggu ketertiban masyarakat. Sebagian besar kasus kriminal terjadi alasannya yaitu faktor himpitan ekonomi yang dirasakan oleh para pelakunya. Sebagaimana  disebutkan dalam Firman Tuhan SWT ‘Sekali-kali janganlah ornag-orang yang bakhil dengan harta yang Tuhan berikan kepada mereka dari karunia-Nya mengaka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka’ (Q.S Al-Imran: 180). Dan manfaat zakat yang terakhir yaitu dapat membersihkan diri. Tuhan SWT berfirman ‘Ambilah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kau membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoakanlah untuk mereka. Sesungguhnya doa kau itu menjadi ketentraman mereka dan Tuhan Maha Mendengar lagi Mengetahui’ (Q.S At-Taubah: 103).

2. Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

2.1. Pemberi Zakat (Muzaki)

Bersumber dari sebuah hadist yang shahih disebutkan bahwa zakat Fitrah dapat diberikan oleh siapapun, entah laki-laki atau perempuan, orang remaja ataupun anak-anak. Dalam hadist tersebut disebutkan ‘Rosulullah SAW telah memfardukan (mewajibkan) zakat Fitrah satu sha’tamar atau satu sha’gandum  atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun renta dari kalangan muslimin; dan Beliau menyuruh biar itu dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke kawasan shalat Idul Fitri’ (HR Bukhori Muslim).

Sedang untuk zakat Mal, pemberi zakat yaitu orang muslim yang merdeka, baligh, berakal, dan yang pasti sudah mencapai nisab. Nisab yaitu patokan atau ukuran yang sudah ditentukan sesuai dengan aliran agama Islam. Seseorang yang memiliki harta dengan jumlah yang sudah mencapai nisab diwajibkan untuk mengeluarkan zakat Mal. Adapun Firman Tuhan SWT mengenai ketentuan ini yaitu sebagai berikut ‘Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Tuhan membuktikan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kau berpikir’ (Q.S. Al-Baqarah: 219). Nisab yang ditetapkan berbeda-beda sesuai dengan jenis harta yang akan dizakatkan. Misalnya saja emas dan ternak tentu memiliki batas nisab yang berbeda. Harta yang akan dizakatkan sebagai zakat mal juga harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: jenis harta yang akan dizakatkan berupa harta selain barang-barang kebutuhan pokok (makanan, pakaian, kawasan tinggal, dan kendaraan), dan harta yang akan dizakatkan telah memiliki cukup haul (berjalan 1 tahun),

2.2. Jenis harta yang dizakatkan

Benda yang dizakatkan untuk zakat Fitrah yaitu berupa materi makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat atau juga bisa berupa uang yang nilainya sama dengan nilai/ harga materi makanan pokok pada dikala itu. Berbeda dengan zakat Fitrah, jenis harta yang dikeluarkan sebagai zakat Mal lebih bervariasi dan bukan bahan-bahan kebutuhan pokok. Harta yang dizakatkan berupa harta ‘bergerak’ ibarat emas, perak, hasil ternak, buah-buahan, dan juga bisa berupa uang.

2.3. Besarnya nilai pajak

Besarnya nilai zakat yang dikeluarkan juga berbeda. Untuku sha’ jenis zakat Mal, muzaki diwajibkan mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari total harta yang dimiliki. Namun nilai ini tidak berlaku untuk  mereka yang ingin menzakatkan ternaknya alasannya yaitu khusus untuk ternak sudah memiliki nisab tersendiri. Sedang untuk zakat Fitrah, nilai zakat yang wajib dikeluarkan sebesar sa’tamar atau satu sha’ gandum.

2.4. Waktu dukungan zakat

Waktu dukungan zakat Fitrah yaitu dimulai dari awal Bulan Ramadhan sampai menjelang Sholat Idul Fitri. Bisa dikatakan zakat Fitrah ini diberikan satu tahun sekali. Sedang zakat Mal waktu dukungan zakatnya tidak tentu, ada yang satu tahun sekali (khusus untuk zakat harta berupa emas, perak, profesi, dan ternak) dan ada juga yang diberikan setiap kali masa panen (berlaku untuk hasil perkebunan dan pertanian), bahkan ada juga yang diberikan dikala muzaki memilikinya ibarat misalnya rikaz.

Semoga artikel mengenai Persamaan dan Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/