Persamaan dan Perbedaan Bank Umum dan BPR, Pengertian, Fungsi

Persamaan dan Perbedaan Bank Umum dan BPR, Pengertian, Fungsi – Secara umum, bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki wewenang dalam hal simpan pinjam uang dan dalam menerbitkan banknote. Secara etimologi, kata bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banca yang berarti kursi yang pada waktu itu digunakan sebagai tempat penukaran uang. Di Indonesia sendiri, hal mengenai perbankan diatur dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998. Menurut UU tersebut, bank memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak dengan cara menghimpun dana dari masyarakat berupa simpanan kemudian menyalurkannya kembali kepada rakyat baik dalam bentuk kredit ataupun dalam bentuk lainnya, menyerupai pinjaman. Namun, tidak semua bank memiliki peran dan fungsi yang sama. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan aktivitas transaksi, kita perlu mengetahui jenis-jenis bank.

1. Pengertian Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (Bank KPR)

Berdasarkan fungsinya, ada dua jenis bank yang harus kita ketahui, yaitu Bank Umum dan Bank KPR. Bank Umum merupakan bank yang melaksanakan aktivitas usahanya baik secara konvensional maupun mengikuti prinsip syariah, dimana dalam melaksanakan kegiatannya bank tersebut menyediakan jasa dalam pembayaran atau transaksi keuangan. Peraturan mengenai bank umum ini juga dicantumkan dalam Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007. Jenis pelayanan Bank Umum ialah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran, menghimpun dana simpanan masyarakat, mendukung kelancaran transaksi, dan penyimpanan barang-barang berharga bagi masyarakat. Bank umum juga sering disebut dengan bank komersial. Sementara itu, BPR ialah bank yang tujuannya pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan Bank Umum, namun Bank jenis ini tidak menyampaikan jasa dalam aktivitas pembayaran. BPR hanya mendapatkan simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan bentuk lainnya, namun yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Pada umumnya, lokasi BPR bersahabat dengan tempat dimana masyarakat yang membutuhkan bertempat-tinggal. Selain itu, status BPR diberikan kepada lembaga-lembaga yang dipersamakan berdasarkan UU perbankan No. 7 tahun 1992  dan memenuhi persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah, menyerupai Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa, Balai Kredit Desa, dll. Kejelasan mengenai status lembaga-lembaga yang ditetapkan dalam UU tersebut dapat menjamin kesatuan dan keseragaman baik dalam pembinaan maupun pengawasannya dalam menjalankan kegiatan.

2. Persamaan Bank Umum dan BPR

Tentunya kedua jenis bank tersebut memiliki persamaan dan perbedaan. Berikut ialah persamaan antara Bank Umum dengan BPR:

2.1. Kesamaan Larangan

Baik Bank Umum maupun BPR, keduanya sama-sama memberlakukan pelarangan dalam melaksanakan penyertaan modal.

2.2. Kesamaan Tujuan

Baik Bank Umum maupun BPR, keduanya ialah lembaga keuangan yang fungsinya ialah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali. Hal tersebut dilakukan demi terwujudnya tujuan bank, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak.

3. Perbedaan Bank Umum dan BPR

Setelah menemukan persamaan antara Bank Umum dengan BPR, mari kita lihat apa perbedaan antara Bank Umum dengan BPR., yaitu sebagai berikut:

3.1. Pelaksanaan Kegiatan

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, dalam melaksanakan kegiatannya sebagai bank, keduanya memiliki perbedaan, yaitu bank umum menyampaikan jasa dalam aktivitas transaksi atau jasa lalu lintas pembayaran sementara BPR tidak. Jasa lalu lintas pembayaran yang dimaksud ialah jasa yang diberikan oleh perbankan ketika nasabahnya mengalami dilema kliring maupun dalam usaha valuta asing. Sementara BPR dalam kegiatannya tidak menyediakan jasa kliring dan aktivitas usaha valuta asing. Karena BPR tidak mendapatkan dana melalui simpanan Giro. Oleh karena itu, BPR juga tidak membuka jasa kliring.

3.2. Bentuk simpanan dana

Bank Umum dalam melaksanakan aktivitas simpanan dana yang dihimpun dari masyarakat dapat berupa simpanan Giro, simpanan deposito, dan simpanan tabungan, serta dapat melaksanakan transaksi giral. Selain itu dapat juga melaksanakan jasa lainnya yang dipersamakan misalnya menyerupai menyampaikan kredit, menyampaikan penempatan dana sesuai dengan prinsip syariah yang di tetapkan oleh Bank Indonesia, menempatkan dana dalam bentuk akta BI, deposito berjangka, akta deposito, dan tabungan pada bank lain. Sementara BPR tidak melaksanakan penghimpunan dana berupa giro maupun akta deposito. Jadi, BPR hanya mendapatkan berupa tabungan dan deposito.

3.3. Jumlah minimal modal

Minimal modal yang dibutuhkan untuk membuka bank umum minimal sebesar Rp 3.000.000.000.00 sementara BPR hanya membutuhkan Rp 2.000.000.000. Meskipun biasanya syarat modal  untuk membuka BPR ini bervariasi antar wilayah.

3.4. Perbedaan Secara Fisik

Secara fisik kita dapat melihat perbedaan antara Bank Umum dengan BPR. Biasanya Bank Umum memiliki bangunan gedung yang besar, memiliki banyak karyawan, memiliki banyak pilihan dalam penyediaan agenda perbankan, dan secara umum dikuasai terkenal dikalangan masyarakat karena aktivitas promosi yang dilakukan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa Bank Umum ini sifatnya ialah komersil. Kondisinya tentu berbeda dengan BPR yang secara fisik masih sederhana dan tidak banyak dikenal oleh masyarakat.Perbedaan fisik yang terjadi ini sesuai dengan ketentuan modal yang diberlakukan dalam membuka kedua jenis bank yang berbeda tersebut. menyerupai yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa untuk membuka Bank Umum, modal yang diharapkan lebih besar daripada membuka BPR. Contohnya menyerupai di Jabodetabek, modal yang dibutuhkan untuk BPR hanya sebesar 2 milyar, dan bahkan BPR yang terletak di luar Jabodetabek hanya membutuhkan modal 500 juta saja. Berbeda dengan Bank Umum yang membutuhkan modal sebesar 3 triliyun. Perbedaan modal di antara kedua jenis bank tersebut tentunya menyampaikan pengaruh terhadap pelayanan yang diberikan pada nasabah. Biasanya, anda akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat bila melaksanakan aktivitas transaksi di BPR. Sebab antrian di BPR tidak panjang dan sifatnya kekeluargaan, hal ini disebabkan oleh gedungnya yang kecil. Namun, bila yang anda cari ialah variasi dalam penyediaan pelayanan perbankan untuk solusi dari kebutuhan anda, maka anda mampu pergi ke Bank Umum. Selain itu, biasanya jumlah wilayah kantor operasional BPR dibatasi dalam satu provinsi. Sampai pada tahun 2006, Bank Indonesia mencatat jumlah BPR yang ada di Indonesia mencapai 1.935 buah. Biasanya BPR terletak di perdesaan, di daerah, ataupun di perbatasan kota. Sementara Bank Umum biasanya lebih sering kita jumpai di wilayah perkotaan.

Setelah mengetahui perbedaan antara Bank Umum dengan BPR, pada hasilnya bank itu sendiri menurut Santoso, Y Sri Susilo, dkk (2006), memiliki tiga fungsi. Pertama, sebagai biro kepercayaan, dimana dalam melaksanakan aktivitas perbankan yang diharapkan ialah kepercayaan, baik dalam menghimpun dana maupun dalam melaksanakan penyaluran dana. Kemudian fungsi yang kedua ialah biro pembangunan, yaitu bank sebagai lembaga keuangan harus mendukung kelancaran dalam aktivitas investasi, distribusi, konsumsi, maupun dalam mendukung upaya pembangunan perekonomian rakyat. Lalu, fungsi yang ketiga ialah biro pelayanan dimana bank bukan hanya menghimpun dan menyalurkan dana, namun juga menunjukkan jasa-jasa perbankan lainnya kepada masyarakat, contohnya menyerupai jasa dalam melaksanakan pengiriman uang, maupun jasa dalam penitipan barang berharga. Dengan demikian, diharapkan kedua jenis bank ini dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi dan tujuannya sebagai lembaga keuangan di negara Republik Indonesia ini.

Semoga artikel mengenai Persamaan dan Perbedaan Bank Umum dan BPR menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/