Perjanjian Roem Royen : Isi, Latar Belakang dan Hasil

Hai apa kabar, kali ini saya akan mengembangkan bahan wacana Perjanjian Roem Royen kepada teman semua. Nah bahan sejarah ini merupakan bahan wajib yang akan teman peroleh ketika duduk di dingklik SMP/MTS dan akan dibahas lebih detail ketika teman semua menginjak dingklik SMA/MA.

Nah teman pasti sudah sering mendengar istilah Roem-Royen itu? Materi ini memang akrab kaitannya dengan sejarah bangsa ini yang mana menjadi salah satu sejarah yang tidak mampu dihilangkan begitu saja, sebab sangat akrab kaitannya dengan kelangsungan negeri ini.

Walaupun negara kita Indonesia sudah menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka, tapi tetap saja pihak Belanda ingin terus menguasai negara kita ini dan tidak mengakui kedaulatan Indonesia.

Perjanjian Roem Royen

Buktinya yaitu Belanda melaksanakan aneka macam serangan yang kemudian dikenal dengan peristiwa Agresi Militer Belanda 1 dan 2.

Nah bagi teman yang belum tahu mengenai Agresi Belanda tersebut mampu pribadi membaca melalui link dibawah ini…

Nah Indonesia dan Belanda sendiri sebelum dilaksanakannya perjanjian Roem Royen ini juga sudah melaksanakan beberapa perjanjian. Namun ibarat yang saya katakan tadi, pihak Belanda melanggar perjanjian tersebut, yaitu perjanjian Linggarjati dan perjanjian Renville.

Bagi teman yang belum tahu 2 perjanjian tersebut, teman mampu membaca artikel melalui link dibawah ini..

Nah sob, setelah teman memahami peristiwa-peristiwa diatas, teman sekarang mampu pribadi melanjutkan bahan ini, mulai dari latar belakang perjanjian Roem Royen antara pihak Indonesia dan juga Belanda dan teman juga mampu pribadi mencari tahu apa sih isi dari perjanjian roem royen itu sendiri.

Latar Belakang Perjanjian Roem Royen RI-Belanda

Isi Perjanjian Roem Royen
Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk mengubah KTN menjadi Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia atau United Nations Commision for Indonesia (UNCI) dengan para anggota :
  • Chrichley sebagai wakil dari Australia
  • Herremans sebagai wakil dari Belgia
  • Merie Cochran sebagai wakil dari Amerika Serikat
Nah sob jadi intinya PBB melalui dewan keamanannya mengubah Komisi Tiga Negara (KTN) yang sebelumnya sudah dibentuk, menjadi UNCI.

UNCI sendiri memiliki beberapa peran yang harus dilaksanakan secepat mungkin.
Tugas UNCI :
  1. Membantu melancarkan jalannya perundingan
  2. Mengurus pengembalian kekuasaan pemerintah Indonesia
  3. Mengamati jejak pendapat (plebisit)
  4. Mengajukan proposal dan saran-saran yang dapat membantu tercapainya kesepakatan antara kedua negara
UNCI mulai melaksanakan pertemuan dengan para pemimpin Indonesia di Bangka, juga dengan Biyeenkomst voor Federal Overleg (BFO).

UNCI pada alhasil berhasil membawa kembali Belanda dan Indonesia ke meja perundingan. Perundingan dilakukan di Hotel Des Indes, Jakarta.
Tokoh-Tokoh Penting :
Delegasi Indonesia diketuai oleh Moh, Roem, Ali Sastroamijoyo sebagai wakil ketua, anggotanya dr. Leimena, Ir. Djuanda, Prof. Dr. Supomo, Mr. Latuharhary, dan disertai 5 orang penasihat.
Delegasi Belanda diketuai oleh Dr. J.H. van Royen, anggotanya Mr. N.S. Blom, Mr. A.Jacob, Dr.J.J van der Velde dan empat orang penasihat.

Isi dan Hasil Perjanjian Roem Royen

Perundingan antara Indonesia dan Belanda tersebut diketuai oleh Merle Cochran, dan pada tanggal 17 Mei 1949 tercapatlah kesepakatan antara kedua belah pihak.
Pernyataan Pihak RI adalah :
  1. Mengeluarkan perintah kepada pengikut RI yang bersenjata untuk menghentikan perang gerilya.
  2. Kerjasama dalam pengembalian perdamaian serta menjaga keamanan dan ketertiban.
  3. Turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag dengan tujuan mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh-sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tanpa syarat setelah para pemimpin kembali ke Yogyakarta.
Pernyataan Pihak Belanda adalah :

  1. Menghentikan agresi militernya serta membebaskan para tahanan politik.
  2. Menyetujui kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta.
  3. Menyetujui Republik Indonesia sebagai episode dari Negara Indonesia Serikat.
  4. Konferensi Meja Bundar di Den Haag akan diadakan secepat mungkin.
Dengan disepakatinya prinsip-prinsip atau isi perjanjian Roem Royen diatas, Pemerintah Darurat RI di Bukittinggi memerintahkan Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengambil alih pemerintah di Yogyakarta apabila Belanda mulai mundur dari Yogyakarta.

Nah sob, perjanjian Roem Royen tidak berakhir begitu saja, ada beberapa tindak lanjut yang dilakukan kedua belah pihak. Seperti pada tanggal 22 Juni 1949 diadakan perundingan antara RI, BFO, dan Belanda dengan diawasi oleh anggota UNCI yaitu Critchly (Australia).
Hasil Perundingan tersebut :
  1. Pengembalian Pemerintah RI ke Yogyakarta dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 1949.
  2. Mengenai penghentian permusuhan akan dibahas setelah Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta.
  3. Konferesi Meja Bundar diusulkan akan diadakan di Den Haag.
Sekian………………