Perilaku Supir dan Kenek Angkutan Umum (Angkot/Bis) yang Tidak Disukai Penumpang

Transportasi umum merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia.  Masyarakat yang tidak memiliki kendaraan eksklusif dapat terbantu oleh kendaraan umum yang dikoordinir oleh pemerintah.  Tanpa kendaraan umum yang melayani publik, masyarakat akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan transportasinya untuk berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.  Walaupun demikian, transportasi umum memiliki beragam kendala yang dihadapi sehari-hari, yang salah satunya yakni perilaku awak kendaraan umum yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para penumpang.

Di Bawah ini Adalah Beberapa Kelakuan Sopir dan Kernet Kendaraan Umum yang Dibenci Penumpang :

1. Mengutamakan Setoran Daripada Pelayanan
2. Bejalan Sangat Pelan atau Berjalan Sangat Kencang
3. Menurunkan Penumpang Saat Kendaraan Masih Berjalan
4. Merokok Saat Ada Penumpang
5. Bersaing Dengan Angkutan Umum Lainnya
6. Ngetime (Ngetem) Terlalu Lama
7. Melanggar Peraturan Lalu-Lintas yang Membahayakan
8. Tidak Menyiapkan Uang Receh untuk Kembalian
9. Mampir ke POM Bensin (SPBU) untuk Membeli BBM
10. Mengemudikan Kendaraan Secara Ugal-Ugalan
11. Membiarkan Pencopet dan Penodong Beraksi
12. Malas Membersihkan Sampah dan Kotoran
13. Mengoper (Memindahkan) Penumpang
14. Menerobos Palang Pintu Rek Kereta Api
15. Dipanggil Namun Sopir Tidak Mau Berhenti
16. Menurunkan Penumpang Bukan di Tempatnya
17. Sopir dan Kondektur Tidak Ramah pada Penumpang
18. Sopir Sibuk Berbicara Saat Berkendara
19. Kernet / Kenek Jauh Saat Penumpang Mau Turun
20. Angkutan Umum Tidak Sampai ke Tujuan Akhir
21. Kondektur Masih di Bawah Umur (Anak-Anak)
22. Kondektur Memaksa Perumpang Berdiri Berjejalan
23. Memasang Tarif Biasa untuk Pelajar Sekolah
24. Tidak Membantu Lansia dan Wanita Hamil Mendapatkan Tempat Duduk
25. Menaikkan Penumpang Walaupun Sudah Penuh

Kita semua sangat berharap kepada para bapak supir dan bapak kondektur semoga mampu lebih memperhatikan kualitas pelayanan daripada kepentingan pribadi.  Jangan hingga para penumpang berpindah menggunakan kendaraan eksklusif (mobil dan sepeda motor) secara massal jawaban buruknya citra angkutan umum di mata masyarakat.  Mudah-mudahan di masa yang akan datang angkutan umum di Indonesia mampu lebih baik lagi, amin.  Terima kasih.