Perang Padri : Sejarah, Pemimpin dan Tokoh Perang Padri

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, kali ini saya akan membahas kelanjutan dari bahan sejarah yang kemarin, kali ini yang akan kita bahas ialah perang padri. Baik perang padri maupun perang Diponegoro sama-sama memiliki satu tujuan yaitu untuk mencapai kesejahteraan dan lepas dari belenggu penjajah. Sungguh berat sekali memang perjuangan para pejuang dalam mempertahankan bumi pertiwi kita ini.

Nah untuk mengamalkan dan mengisi kemerdekaan, ada baiknya untuk kita mempelajari sejarah bangsa ini, apa saja yang terjadi pada masa lampau. Untuk kali ini kita akan membahas sejarah perang padri. Salah satu perang yang cukup fenomenal memang, mengingat banyak tokoh perang padri yang sangat gigih dalam mempertahankan negara ini. Langsung saja kita mulai pembahasan mengenai perang padri.
Baca juga sejarah perang Diponegoro.

Sejarah Perang Padri

Sejarah Perang Padri dan Tokohnya

Sejarah perang padri memang tidak terlepas dengan yang namanya Imam Bonjol. Ya perang padri imam bonjol memang tidak mampu terlepas dari diri beliau, pasalnya dia memiliki andil besar dalam menjadi pemimpin perang padri.

Awal Cerita Perang Padri.

Agama islam sudah dikenal semenjak lama di masyarakat Minangkabau, ada sebagian yang memeluk agama ini, tetapi banyak juga yang masih memegang teguh etika dan menjalankan kebiasaan lama. Pada sekitar kurun 19, kembalilah 3 orang haji, yang dikenal dengan nama masing-masing Haji Miskin, Haji Piabang, dan Haji Sumanik yang habis pulang dari Mekah dan kembali ke Minangkabau. Mereka memiliki aliran wahabi, yaitu aliran yang menjalankan keras ajaran-ajaran agama, maksudnya ialah menjalankan hukum islam secara utuh. Ketiga haji tersebut kecewa melihat Minangkabau ketika itu sebab merajalelanya perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari pedoman agama. Mereka lebih mementingkan etika mereka dan mengesampingkan ajaran-ajaran agama.

Melihat Minangkabau ketika itu, membuat ketiga Haji tersebut memuuskan untuk membersihkan Minangkabau dari banyak sekali hal-hal menyimpang. Barang siapa yang melanggar aturan agama, akan dihukum dengan berat. Kesepakatan tersebut harus ditepati betul-betul. Nah istilah perang padri sendiri diambil dari ketiga orang tadi yang memakai pakaian serba putih sehingga dikenal dengan orang putih atau bahasa sananya orang padri.

Gerakan padri ini semakin hari memiliki pengaruh yang sangat besar di Minangkabau, awalnya dipimpin oleh Tuanku Nan Renceh, dilanjutkan dengan Datuk Bendaharo, Tuanku Pasaman dan Malim Basa. Malin Basa sendiri lebih dikenal dengan Tuanku Imam Bonjol. Pada tahun 1821 datang bala tentara Belanda dibawah pimpinan Kolonel Raaff yang sukses memukul mundur kaum padri. Setelah itu Belanda mendirikan benteng Fort van der Capellen, setelah itu pada masa kepemimpinan Jendral de Kock, didirikan benteng lagi yaitu benteng Fort de Kock di Bukittinggi.

Tokoh dan Pemimpin Perang Padri

Hampir seluruh wilayah Sumatra Barat sudah dikuasai oleh Belanda, tetapi dengan seni administrasi perang gerilyanya, kaum Padri masih tetap mampu berkuasa dibeberapa wilayah. Tunaku Imam Bonjol menerima dukungan dari banyak sekali tokoh masyarakat, menyerupai Tunaku nan Gapuk, Tuanku nan Cerdik, dan Tuanku Hitam. Hal tersebut membuat semakin memanasnya pertempuran antara Belanda dengan Kaum Padri.

Setelah berakhirnya perang Diponegoro tahun 1830, pasukan Belanda pribadi ditarik ke Sumatra Barat untuk menghadapi Kaum Padri yang semakin berpengaruh kedudukannya. Salah satu markas kaum padri yang ada di Tanjung Alam diserang oleh Belanda, hasilnya Kaum Padri semakin melemah, ditambah lagi menyerahnya beberapa tokoh penting menyerupai Tuanku nan Cerdik.

Walaupun sebelumnya berselisih, tetapi kaum etika akhirnya mau membantu kaum padri untuk mengusir Belanda dari kawasan mereka. Meskipun sudah mendapat bantuan, tetapi akhirnya pasukan Imam Bonjol mengalami kekalahan, dan dia diasingkan ke Cianjur kemudian dipindah di Ambon dan akhirnya diasingkan ke Minahasa.

Tertangkapnya tuanku Imam Bonjol tidak membuat perjuangan Kaum Padri berhenti, mereka masih melaksanakan serangan walaupun dalam skala kecil. Tapi pada akhirnya, kaum padri kalah dan Minangkabau berhasil dikuasai Belanda.

Nah itu dia sejarah perang padri, tokoh perang padri, dan juga pemimpin perang padri. Semoga bermanfaat.