Perang Diponegoro : Sejarah, Sebab, dan Latar Belakang Perang Diponegoro

JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Istilah yang memang sangat penting yang diutarakan oleh Bung Karno. Untuk itu, supaya kita tidak melupakan sejarah, kali ini saya mau menyebarkan artikel ihwal Perang Diponegoro. Kita akan mencari tau menyerupai apa sejarah perang diponegoro, latar belakang perang diponegoro, dan apa saja alasannya perang diponegoro. Salah satu perang yang cukup terkenal yang pribadi dipimpin oleh pendekar yang gagah berani yaitu Pangeran Diponegoro.

Langsung saja kita cari tahu menyerupai apa jalannya perang diponegoro ini dan apa saja penyebab yang melatar belakangi terjadinya perang ini.
Sejarah dan Sebab Perang Diponegoro

Sejarah Perang Diponegoro dan Sebabnya.

Pertama kita bahas terlebih dulu sebab-sebab terjadinya perang ini. Ada 2 alasannya yaitu alasannya umum dan alasannya khusu terjadinya perang Diponegoro. Berikut penjelasannya.
Sebab Umum
  1. Rakyar terlilit banyak sekali hutang dan banyak sekali bentuk pajak.
  2. Pemerintah kolonial Belanda ikut campur dalam kehidupan politik kerajaan.
  3. Rakyat menderita, sementara kehidupan kerajaan berhura-hura.
Sebab Khusus

  1. Pangeran Diponegoro tersingkir dari kalangan elit kekuasaan karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih untuk mengasingkan diri ke Tegalrejo.
  2. Pemerintah kolonial melaksanakan provokasi dengan membuat jalan yang menerobos makam leluhur dari Pangeran Diponegoro.
Dengan terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut, membuat Pangeran Diponegoro tidak dapat menahan kesabarannya lebih lama lagi. Permintaan ia untuk mengganti patih yang ketika itu menjabat ditolak oleh residen. Sebab itulah ia menyuruh supaya tonggak-tonggak pemancang yang ada di jalan diganti dengan bambu runcing. Akibat tindakannya tersebut, karenanya Belanda melalui Pangeran Mangkubumi memutuskan untuk memanggil ia untuk menanyakan tindakan-tindakan yang ia lakukan. Beliau tahu kalau ia datang pada seruan tersebut ia akan ditangkap.

Akibatnya pada tanggal 25 Juli 1825 pasukan Belanda menyerbu Tegalrejo dan kemudian direspon oleh pasukan Diponegoro dengan balik melawan. Beliau dan keluarganya berhasil melepaskan diri dari serangan Belanda dan bersama pasukannya menyingkir ke Gua Selarong, barat daya Yoryakarta. Di tempat itu, Pangeran Diponegoro bersama pasukannya menyusun rencana untuk menyerang Belanda. Di tempat itu juga, ia mendapat dukungan dari warga-warga sekitar yang telah lama menderita karena ulah kolonial.
Bergabung juga para Ulama, salah satunya yakni Kyai Mojo, seorang ualam asal Surakarta. Istilah “Perang Sabil” dikumandangkan ke segenap wilayah baik itu yang berada di Gua Selarong, maupun ditempat-tempat lain.
Pertempuran-pertempuran yang terjadi pada kurun waktu 1825-1826 berhasil dimenangkan oleh ia dan pasukannya. Latar Belakang Perang Diponegoro.
  1. Semangat yang tinggi dari pasukan.
  2. Siasat gerilya yang sangat rapi dan belum tertandingi.
  3. Pasukan Belanda masih belum terkumpul karena sebagaian masih di Sumatra Barat untuk menjalani Perang Padri.

Latar Belakang Perang Diponegoro

Pasukan Diponegoro semakin berpengaruh dan menjadi salah satu pasukan yang ditakuti oleh Belanda waktu itu. Medan pertempuran yang semakin meluas serta banyak sekali kemenangan yang diraih oleh Diponegoro dan pasukannya membuat Belanda menjadi ketar-ketir, untuk itu Belanda menggelar banyak sekali siasat-siasat untuk melemahkan Diponegoro dan Pasukannya. Berikut siasat-siasat yang Belanda lakukan.
  1. Sultan HB II (Sultan Sepuh) yang senelumnya dibuang Raffles ke Penang dipulangkan kembali ke Yogyakarta guna mendatangkan perdamaian sehingga para aristokrat yang memihak Diponegoro mau kembali ke keraton. Namun siasat tersebut gagal karena Sultan Sepun tidak memiliki wibawa lagi dan tidak lama setelah itu ia meinggal.
  2. Jendral de Kock melaksanakan bujuk rayu kepada para pengikut Diponegoro khususnya orang yang memiliki kekuasaan sebelumnya. Mereka dijanjikan akan mendapat uang dan kedudukan yang mereka inginkan. Siasat tersebut karenanya berhasil, satu persatu mereka kembali lagi ke Ibu Kota dan meninggalkan Pangeran Diponegoro.
  3. Siasat yang dilakukan selanjutnya yakni dengan membangung benteng-benteng di daerah-daerah yang berhasil direbut, tujuannya yakni supaya ruang gerak dari pasukan Diponegoro semakin sedikit.
  4. Setelah terdesak, Belanda melaksanakan pendekatan supaya Diponegoro mau untuk diajak damai. Namun terjadi kegagalan.
De Kock semakin ketar-ketir karena kian hari pasukan Diponegoro semakin banyak dari warga Magelang, disisi lain pemerintahnya menuntutnya untuk mampu secepatnya menghentikan serangan-serangan yang dilakukan oleh Diponegoro.

Melalui sebuah perundingan, karenanya pangeran Diponegoro ditangkap dan kemudian diasingkan ke Makasar sampai ia wafat pada tanggal 8 Januari 1855.
Nah itu dia sejarah perang diponegoro dan apa saja latar belakang serta alasannya perang diponegoro. Semoga bermanfaat.