Pengertian, Manfaat, dan Jenis Obligasi Beserta 4 Resiko Obligasi Menurut Para Ahli Terlengkap

Pengertian, Manfaat, dan Jenis Obligasi Beserta 4 Resiko Obligasi Menurut Para Ahli Terlengkap – Kata Obligasi tidak ajaib lagi yang menggeluti dunia bisnis dan yang mempunyai sebuah perusahaan. Yang tidak tahu dengan kata obligasi disini akan mengulas perihal obligasi secara lengkap. Oleh karena itu mari lah simak ulasan yang ada dibawah berikut.

Pengertian Obligasi

Obligasi yaitu surat tanda bukti utang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan kepada pemegangnya dengan suatu imbalan bunga sejumlah tertentu. Dalam setiap obligasi tertera sebuah nilai nominal obligasi serta tingkat bunga obligasi. Nilai nominal atau nilai pari yaitu suatu nilai yang menunjukkan jumlah yang harus dibayar pada perusahaan pada waktu obligasi jatuh tempo. Sedangkan pada tingkat bunga obligasi menunjukkan sejumlah prosentase tertentu yang harus dibayarkan secara periodik kepada pemegang obligasi.

Perusahaan menerbitkan obligasi biasanya disebabkan oleh suatu  kebutuhan dana dalam jumlah besar yang tidak mampu dipenuhi dari akumulasi laba ditahan maupun dari utang bank. Karena obligasi ini mempunyai masa jatuh tempo yang lebih dari satu tahun (biasanya antara 5 hingga dengan 20 tahun), maka jikalau perusahaan menerbitkan obligasi akan menjadikan suatu utang obligasi. Utang ini dikelompokkan ke dalam utang jangka panjang.


Pengertian Obligasi Menurut Para Ahli

1. Fakhrudin & Hadianto (2001 :15)
Menurut Fakhrudin & Hadianto menyatakan bahwa obligasi yaitu surat berharga atau akta yang berisi kontrak antara sih pemberi tunjangan (dalam hal ini investor) dengan yang diberi tunjangan (issuer). Kaprikornus surat obligasi yaitu  sebuah lembar kertas yang menyatakan bahwa sih pemilik kertas tersebut menunjukkan tunjangan kepada suatu perusahaan yang menerbitkan surat obligasi. 

2. Rahardjo (2003 : 8)
Menurut Rahardjo menyatakan bahwa obligasi yaitu suatu produk pengembangan dari surat utang jangka panjang. Prinsip utama jangka panjang mampu dicerminkan dari suatu karakteristik atau struktur yang melekat pada sebuah obligasi. Pihak penerbit obligasi pada dasarnya melaksanakan sebuah tunjangan kepada pembeli obligasi yang diterbitkannya. Pendapatan yang didapat oleh sih investor obligasi tersebut berbentuk tingkat suku bunga atau kupon. Selain aturan tersebut telah diatur pula suatu perjanjian untuk melindungi kepentingan penerbit dan kepentingan investor obligasi tersebut Rahardjo, 2003 : 8

3. Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128)
Menurut Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128) menyatakan bahwa obligasi yaitu Obligasi yaitu suatu pengesahan hutang yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang memiliki nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas suatu dasar persentase tertentu yang tetap.

Jenis-Jenis Obligasi

1. Obligasi dijamin dan obligasi tidak dijamin 
  • Obligasi dijamin ialah Jenis obligasi ini Obligasi hipotik yaitu obligasi yang penerbitannya dijamin dengan sebuah jaminan tertentu misalnya real estate. Yang termasuk sebuah obligasi dijamin ini yaitu Obligasi trust yang penerbitannya dijamin oleh sebuah saham atau obligasi perusahaan lain.
  • Obligasi tidak dijamin yaitu jenis obligasi yang penerbitannya tidak dijamin dengan suatu jaminan. Obligasi ini sangat beresiko yang sehingga apabila suatu perusahaan yang menerbitkan obligasi jenis ini akan menunjukkan suatu tingkat bunga yang tinggi, dalam rangka untuk menarik minat calon investor.
2. Obligasi Berjangka, Obligasi Serial dan Obligasi Dapat Ditebus
  • Obligasi berjangka yaitu jenis obligasi yang satu ini yaitu yang mempunyai jatuh tempo dalam satu tanggal. 
  • Obligasi serial yaitu suatu jenis obligasi yang mmepunyai jatuh tempo secara serial atau berangsur. 
  • Obligasi dapat ditebus yaitu suatu obligasi yang menunjukkan hak kepada penerbitnya untuk menebus dan menarik obligasi tersebut sebelum jatuh temponya.
3. Obligasi Konvertibel
Obligasi konvertibel yaitu sebuah obligasi yang mampu dikonversi dengan surat berharga lain pada waktu setelah penerbitannya. Biasanya obligasi jenis ini akan mampu dikonversikan ke dalam suatu saham.

4. Obligasi Terdaftar dan Atas Unjuk
Obligasi terdaftar yaitu jenis obligasi yang diterbitkan atas nama sih pemilik. Obligasi atas unjuk yaitu obligasi yang tidak tercantum nama pemiliknya dan mampu ditransfer dari satu pemilik ke pemilik lain cukup melalui penyerahan saja.


Resiko Obligasi

1. Gagal bayar
Kegagalan emiten untuk melaksanakan suatu pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam sebuah kontrak obligasi.

2. Capital Loss
Capital loss yaitu Obligasi yang dijual sebelum jatuh tempo dengan harga yang rendah dari harga belinya.

3. Capability
Capability yaitu Sebelum jatuh tempo, emiten memiliki hak untuk membeli kembali obligasi yang telah dikeluarkan. Obligasi demikian biasanya akan ditarik lagi pada dikala suku bunga akan menurun. Kaprikornus pemegang obligasi yang mmepunyai persyaratan capability berpotensi rugi, jikalau suku bunga menurun. Biasanya untuk dalam mengompensasi kerugian, emiten akan menunjukkan premium.


Manfaat Obligasi

  • Pada tingkat bunga obligasi bersifat konsisten, dalam arti tidak terpearuh harga pasar obligasi.
  • Pada pemegang obligasi mampu memperkirakan suatu pendapatan yang akan diterima, karena dalam kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti hak-hak yang akan diterima sih pemegang obligasi.
  • Investasi obligasi mampu pula melindungi suatu resiko pemegang obligasi dari kemungkinan terjadinya inflasi.
  • Obligasi mampu digunakan sebagai suatu bangunan kredit bank dan untuk membeli sebuah instrumen aktiva lain.
Itulah ulasan perihal Pengertian, Manfaat, dan Jenis Obligasi Beserta 4 Resiko Obligasi Menurut Para Ahli Terlengkap Semoga apa yang diualas diatas bermanfaat bagi pembaca sekian dan terimakasih.
Baca Juga :