Pengertian, Jenis-Jenis, Unsur, dan 5 Fungsi Paragraf Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Secara Lengkap

Pengertian, Jenis-Jenis, Unsur, dan 5 Fungsi Paragraf Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Secara Lengkap – Para teman sekalian pasti sering membaca, didalam goresan pena yang sedang para teman baca pasti mempunyai paragraf. Iya Paragraf ialah suatu episode karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Untuk lebih jelasnya lagi ihwal Paragraf mari simak ulasan yang ada dibawah berikut.


Pengertian Paragraf

paragraf ialah suatu rangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis sehingga membentuk suatu kesatuan pokok pembahasan. Pengertian lain dari paragraf ialah satuan bahasa yang mengandung suatu ilham untuk mengungkapkan sebuah pikiran yang mampu berupa satu atau beberapa suatu kalimat. Sebuah pikiran tidak cukup hanya dituliskan di dalam sebuah kalimat, tetapi harus dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Paragraf yang dikatakan baik itu ialah paragraf yang mampu memberikan sebuah pikiran dengan baik pula. Oleh karena itu, syarat paragraf yang baik ialah harus mempunyai suatu kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan.

Jenis-jenis Paragraf

Paragraf memiliki jenis-jenis nya yang dikategorikan berdasarkan letak kalimat pokok dan berdasarkan isinya. Macam-macam paragraf yaitu sebagai berikut.

1. Jenis-Jenis Paragraf Beserta Contohnya Berdasarkan Letak Kalimat Pokok Paragraf
  • Paragraf Deduktif ialah sebuah paragraf yang terdiri dari sebuah kalimat, dan ilham pokoknya terletak di awal sebuah paragraf. Contohnya : Membaca ialah suatu faktor utama dalam menguasai suatu ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup hanya dengan membaca sebuah buku-buku hukum. Ingin mempunyai pengetahuan ihwal ilmu kesehatan, cukup dengan membaca buku-buku ihwal kesehatan. Seperti halnya dengan ilmu pengetahuan yang lainnya, cukup dengan membaca sebuah buku-buku yang berkaitan dengan ihwal ilmu pengetahuan.
  • Paragraf Induktif ialah sebuah paragraf yang kalimat ilham pokoknya terletak pada final paragraf. Contohnya : Seseorang ingin menguasai sebuah ilmu hukum, cukup dengan membaca sebuah buku-buku hukum. Ingin mendapatkan sebuah pengetahuan kesehatan cukup dengan membaca sebuah buku-buku ihwal kesehatan. Seperti halnya dengan pengetahuan yang lain. Makara membaca ialah suatu faktor utama untuk menguasai sebuah ilmu pengetahuan.
  • Paragraf Campuran ialah  ” suatu paragraf yang kalimat ilham pokoknya terletak pada awal paragraf dan ditegaskan kembali pada final paragraf “. Contohnya : Membaca yakni suatu faktor utama untuk menguasai sebuah ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai sebuah ilmu hukum, cukup dengan membaca sebuah buku-buku hukum. Ingin mempunyai suatu pengetahuan ihwal ilmu kesehatan, cukup dengan membaca buku-buku ihwal ilmu kesehatan. Begitu juga dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca sebuah buku-buku yang berafiliasi dekat dengan ilmu tersebut. Sekali lagi membaca ialah suatu faktor utama untuk menguasai suatu ilmu pengetahuan.
  • Paragraf Narasi ialah” suatu paragraf yang tidak mempunyai sebuah kalimat ilham pokok. Yang artinya semua kalimat dianggap penting, tidak ada kalimat yang dijelaskan “. Didalam kalimat semua sama yang berkedudukan sama antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Contohnya : Seseorang yang ingin menguasai suatu ilmu hukum, cukup dengan membaca sebuah buku-buku hukum. Ingin mempunyai pengetahuan ihwal ilmu kesehatan, cukup dengan membaca buku-buku ihwal kesehatan. Begitu juga dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca sebuah buku-buku yang berafiliasi dekat dengan ilmu tersebut.
2. Jenis- jenis paragraf dan contohnya ditinjau dari isinya dibedakan menjadi beberapa bagian:
  • Paragraf Eksposisi ialah ” suatu paragraf yang isinya memaparkan suatu problem atau sebuah peristiwa “. Contohnya : Kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke 69 tanggal 17 Agustus 2014 di desa Ciherang. Semua warga desa Ciherang turut memeriahkan program HUT RI ke 69 dengan mengikuti beragam sebuah perlombaan yang disediakan oleh panitia lomba, kategori yang diperlombakan yaitu antara lain : lomba panjat pinang, lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku kedalam sebuah botol, lomba tarik tambang dan lain sebagainya.
  • Paragraf Deskripsi ialah ” suatu paragraf yang isinya menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dengan kata-kata dan sehingga para pembaca seakan-akan merasakan, melihat, mendengar dan mengalami pribadi sebuah keadaan atau peristiwa tersebut “. Contohnya : Pada malam bulan purnama yang terang benerang. Cahaya bulan purnama yang memancarkan cahaya yang sangat mengagumkan dipandang. Keadaan pada malam hari bagaikan siang hari, cahaya bulan purnama menerangkan disudut-sudut lain yang membuat semua terlihat terang nan indah. Pada malam yang terang ini belum dewasa terlihat senang dan bangga sekali, karena pada malem yang terang ini belum dewasa bermain ada yang bermain kejar-kejaran, main pentak umpet, dan juga ada yang bermain pencak silat. Pada belum dewasa dewasa pun tidak mau ketinggalan, mereka banyak menikmati sinar bulan purnama dengan duduk-duduk kalem sambil bermain gitar dibawah pohon yang terang benerang yang diterangi cahaya bulan purnama, dan ada sebagian berjalan-jalan berkeliling kampung untuk menikmati cahaya bulan purnama.
  • Paragraf Argumentasi ialah ” suatu paragraf yang isinya meyakinkan sih pembaca sehingga pembaca mendapatkan suatu gagasan sih penulis “. Contohnya : Membaca yakni suatu faktor utama untuk menguasai sebuah ilmu pengetahuan. Seorang dokter pasti akan selalu membaca buku-buku medis, karena tanpa membaca sebuah buku medis ia akan banyak mengalami suatu kesulitan dikala akan mendeteksi suatu penyakit pasien. Seorang pelajar, tanpa mau untuk membaca buku pelajaran secara rutin, pasti akan mengalami suatu kesulitan dikala menjawab sebuah pertanyaan dari guru.
  • Paragraf Persuasi ialah” suatu paragraf yang isinya dalam membujuk atau mensugesti sih pembaca semoga mau mengikuti sebuah pendapat atau gagasan sih penulis “. Jenis paragraf ini hampir sama dengan paragraf argumentasi bahwa diawal sebuah paragraf penulis menyajikan sebuah pendapat dahulu kemudian disajikan sebuah pernyataan yang berupa alasan . Perbedaannya ialah pada paragraf argumentasi alasan yang digunakan berupa suatu fakta, sedangkan pada sebuah paragraf persuasi alasannya berupa sebuah kalimat himbauan, undangan atau keinginan sih penulis. Contohnya : Membaca yakni suatu faktor utama untuk menguasai sebuah ilmu pengetahuan. Sebab seseorang yang tidak mau membaca buku pasti tidak mempunyai banyak pengetahuan. Ilmu itu banyak bersumber dari sebuah buku. misalnya pada anak yang pintar, ia pasti menjadi kutu buku. karena tiada hari tanpa membaca baginya. Siapa saja yang kurang dalam membaca pasti  sangat terbatas dalam ilmu pengetahuannya. Oleh alasannya yakni itu biasakanlah untuk membaca buku-buku ilmu pengetahuan, bila ingin mempunyai ilmu pengetahuan yang luas.
  • Paragraf Narasi ialah ” suatu paragraf yang isinya menceritakan suatu problem atau suatu peristiwa , sehingga sih pembaca mampu terhibur atau terharu terhadap suatu problem atau peristiwa yang terjadi “. Contohnya : Pada beberapa ahad yang lalu saya dan keluarga berlibur ke suatu daerah yang mengagumkan dan menyenangkan. Saya dan keluarga berangkat memakai kendaraan mobil. Kendaraan kami melaju dengan cepat untuk mencapai ketujuan dengan cepat. Sesudah hingga ditujuan saya dan keluarga menikmati suasana wisata yang sangat sejuk nan indah. Sampai lupa langit berubah warna menjadi oranye yang tandanya sudah menjelang sore, tidak terasa seoalah waktu ini terasa cepat. Saya dan keluaraga bergegas untuk pulang. Didalam perjalanan seolah rasa lelah pun terbayar oleh mengagumkan nya wisata yang kami kunjungi, sesampai dirumah langit sudah berubah gelap pertanda waktu sudah malam, saya dan keluarga pribadi beristirahat kekamar tidurnya masing-masing.

Unsur-unsur Paragraf 

Untuk menimbulkan sebuah paragraf disebut paragraf yang baik, maka didalam sebuah paragraf harus mempunyai unsur-unsur yang harus dilengkapi sebuah paragraf, yaitu sebagai berikut :
  • Didalam paragraf harus mengandung satu pikiran utama atau suatu topik
  • Didalam pargraf sebuah pikiran utama didukung oleh suatu pikiran penjelasan, baik dengan penjelasan, uraian maupun sebuah contoh-contoh 
  • Didalam paragraf harus mempunyai Koherensi antar kalimat dalam satu paragraf dan antar paragraf dalam satu karangan yang lebih dari satu paragraf. Antar kalimat dan antar paragraf terjalin sebuah kekerabatan yang saling mendukung.
  • Didalam paragraf harus mempunyai Unity atau karangan yang mempunyai satu kesatuan yang padu
  • Didalam paragraf harus Harmonis semantis, gramatis, dan normatif   

 

Fungsi Paragraf

  • Untuk mengekspresikan suatu gagasan dalam bentuk sebuah goresan pena dengan menunjukkan suatu bentuk pikiran dan sebuah perasaan dengan serangkaian suatu kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
  • Untuk menandai sebuah peralihan gagasan gres bagi sebuah karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti suatu pikiran juga.
  • Untuk memudahkan dalam suatu pengorganisasiaan gagasan bagi sih penulis dan menunjukkan fasilitas dalam pemahaman bagi sih pembacanya
  • Untuk memudahkan dalam pengembangan sebuah topik karangan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
  • Untuk memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama dalam karangan yang terdiri dari beberapa variabel.
Didalam sebuah penulisan didalam buku pasti membutuhkan paragraf semoga sih pembaca lebih mudah untuk membaca dan memhami isinya. Itulah ulasan ihwal Pengertian, Jenis-Jenis, Unsur, dan 5 Fungsi Paragraf Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Secara Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfat bagi pembaca sekian dan terimkasih.