Pengertian, Jenis-Jenis, Pola dan 5 Unsur Kalimat Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap

Pengertian, Jenis-Jenis, Pola dan 5 Unsur Kalimat Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap – Kalimat merupakan sebuah Kumpulan kata-kata yang mempunyai arti dan suatu bahasa yang terdiri atas dua kata atau lebih yang memiliki suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Pada kesempatan kali ini akan mengulas wacana pengertian kalimat, jenis-jenis kalimat, unsur-unsur kalimat, dan fungsi kalimat beserta contohnya. Oleh alasannya itu mari lah simak ulasan yang ada dibawah berikut.

Pengertian Kalimat

Kalimat ialah satuan bahasa yang mengandung suatu pikiran lengkap. Sebuah kalimat paling kurang mengandung suatu subjek dan predikat. Kalimat dalam wujud ekspresi diucapkan dengan bunyi naik turun, dan keras lembut,disela jeda, dan diakhiri dengan sebuah intonasi akhir. Dalam wujud goresan pena berhuruf latin kalimat dimulai dengan sebuah abjad kapital dan diakhiri dengan sebuah tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).
Susilo (1990:2) mengungkapkan lima ciri kalimat bahasa Indonesia yaitu : bermakna, bersistem urutan frase, mampu bangkit sendiri dalam hubungannya dengan suatu kalimat yang lain, berjeda dan berhenti dengan berakhirnya sebuah intonasi. Namun hal itu belum menjamin bahwa sebuah kalimat itu ialah kalimat bahasa Indonesia baku.

Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat tmempunyai banyak sekali jenis kalimat, yaitu antara lain :

1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal ialah suatu kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat, yaitu hanya mempunyai satu subjek dan predikat.

2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk ialah suatu kalimat yang memiliki dua buah pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari suatu induk kalimat dan anak kalimat. Cara untuk membedakan sebuah anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat sebuah letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat suatu konjungsi didalamnya, konjungsi hanya terdapat pada sebuah anak kalimat.
Setiap kalimat majemuk memiliki sebuah kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat ini mampu diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Kalimat majemuk ini mempunyai jenis-jenis nya yaitu ;
  • Kalimat majemuk setara yaitu suatu penggabungan dua buah kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.  Contohnya : Tukiem pergi ke sekolah sedangkan sueb berangkat ke kampus. (kalimat majemuk)
  • Kalimat majemuk rapatan ialah sebuah gabungan beberapa kalimat tunggal dikarenakan subjek, predikat atau objeknya sama,maka pada bab yang sama hanya disebutkan sekali.
    Contoh: Adi setiap hari kerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok. (kalimat majemuk rapatan)
  • Kalimat majemuk bertingkat ialah suatu penggabungan dua buah kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat sebuah unsur induk kalimat dan anak kalimat. Pada anak kalimat timbul akhir perluasan pola yang terdapat pada sebuah induk kalimat. Contohnya : Ayah mencuci kendaraan beroda empat saat matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)
  • Kalimat majemuk campuran yaitu suatu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga buah kalimat.
    Contohnya: Toni bermain ps dengan Kevin, dan Rina bermain boneka di kamar, saat saya datang ke rumahnya. (kalimat majemuk campuran)

Unsur-Unsur Kalimat

Sebuah kalimat tidak lepas dari sebuah unsur-unsur, yaitu sebagai berikut :
1. Subjek
Subjek ialah suatu bab kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh sih penulis. Subjek mampu berbentuk sebuah kata benda, frasa kata benda, atau kata kerja.
Contoh:
  • Sueb sedang bersepeda. (kata benda)
  • Pacar sueb manis. (frasa kata benda)
  • bersepeda hobi sueb. (kata kerja)
2. Predikat
Predikat ialah suatu bab kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh sih penulis wacana sebuah subjek. Predikat biasanya berbentuk sebuah kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral (bilangan), kata benda, frasa kata benda, frasa preposisi (kata depan), kata sifat, atau frasa kata sifat.
Contoh:
  • Andi makan. (kata kerja)
  • Andi sedang makan. (frasa kata kerja)
  • Adik Andi tiga orang. (frasa numeral)
  • Andi pengusaha. (kata benda)
  • Andi pengusaha properti. (frasa kata benda)
  • Andi ke kantor. (frasa preposisi)
  • And ganteng (kata sifat)
  • Andi ganteng sekali (frasa kata sifat)

3. Objek
Objek ialah suatu bab kalimat yang melengkapi sebuah kata kerja. Objek mampu berbentuk sebuah kata benda atau frasa kata benda. Bagian kalimat ini terletak pada setelah predikat berkata kerja aktif transitif (-kan, -i, me-).
Contoh:
  • Agil menyayangi soraya. (kata benda)
  • Agil memasukkan bukunya ke dalam tas. (frasa kata benda)
  • Agil memerankan Sang pangeran. (frasa kata benda)

4. Pelengkap
Pelengkap atau embel-embel sering disamakan dengan objek. Padahal, pelengkap yaitu beda dengan suatu objek alasannya tidak mampu menjadi subjek jikalau kalimat dipasifkan. Pelengkap mengikuti suatu predikat yang berimbuhan ber-, ter-, ber-an, ber-kan, dan kata-kata khusus (merupakan, berdasarkan, dan menjadi).
Contoh:
  • Agil bertubuh kekar.
  • Agil bercucuran keringat.
  • Kamar Agil berhiaskan lampu warna-warni.
  • Agil yaitu warga negara Korea.
  • Keputusan hakim berdasarkan hukum.
  • Agil menjadi manajer.

5. Keterangan
Keterangan ialah suatu bab kalimat yang mempunyai fungsi untuk meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat.
Contoh:
  •  Sueb tinggal di Jakarta.
  •  Setiap hari Sabtu Sueb berwisata kuliner.

Pola Kalimat

Kalimat yang kita pakai bekerjsama mampu dikembalikan ke dalam sebuah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa sebuah pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan suatu kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada suatu kaidah yang berlaku.

Berdasarkan keterangan pada sebelumnya, mampu ditarik kesimpulannya bahwa kalimat dasar ialah suatu kalimat yang berisi suatu isu pokok dalam struktrur inti, belum mengalami suatu perubahan. Perubahan itu mampu berupa penambahan unsur menyerupai penambahan sebuah keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar ini mampu dibedakan ke dalam delapan tipe yaitu sebagai berikut.

1.) Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini mempunyai sebuah unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat pada tipe ini mampu berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan.  :
Contohnya
  •     Mereka sedang bersepeda. =SP (Kata Kerja)
  •     Ibunya guru SMA. = S P (Kata Benda)
  •     Pemandangan itu  indah.= S –  P (Kata Sifat)
  •     Peserta pengajian ini  seratus puluh orang. = P (kata bilangan)

2.) Kalimat Dasar Berpola S P O
Pada kalimat dasar tipe ini mempunyai suatu unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa suatu verba transitif, dan objek berupa suatu nomina atau frasa nominal. Contohnnya :
    Mereka  sedang merangkai karangan bunga. = SP – O

3.) Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Pada alimat dasar tipe ini mempunyai sebuah unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa suatu verba intransitif atau sebuah kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva. 
Contohnya :
    Anaknya beternak kambing. = S – P – Pel.

4.) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Pada kalimat dasar tipe ini memilikimempunyai sebuah unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa sebuah verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. 
Contohnya :
    Dia  mengirimi  saya  surat.bunga = SP – OPel.

5.) Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini mempunyai sebuah unsur subjek, predikat, dan harus mempunyai sebuah unsur keterangan alasannya diharapkan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa sebuah frasa berpreposisi. 
contohnya :
    Mereka  berasal  dari Jakarta = SPK

6.) Kalimat Dasar Berpola S P O K
Pada kalimat dasar tipe ini mempunyai sebuah unsur subjek, predikat, objek, dan sebuah keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, pada objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pada keterangan berupa sebuah frasa berpreposisi.
Contohnya :
    Kami  memasukkan  buku  ke dalam tas. = S P – O – K

7.) Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K
Pada kalimat dasar tipe ini mempunyai sebuah unsur subjek, predikat, pelengkap, dan sebuah keterangan. pada Subjek berupa nomina atau frasa nominal, pada predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pada pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan pada keterangan berupa frasa berpreposisi. 
Contohnya :
    Soraya bermain  sepeda  di lapangan. = S – PPel. – K

8.) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K
Pada kalimat dasar tipe ini mempunyai sebuah unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan sebuah keterangan. pada subjek berupa nomina atau frasa nominal, pada predikat berupa verba intransitif, pada objek berupa nomina atau frasa nominal, pada pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan pada keterangan berupa frasa berpreposisi. 
Contohnya :
    Ayah  mengirimi anaknya  uang setiap bulan. = S POPel.K

Didalam sebuah paragraf pasti mempunyai sebuah kalimat didalam sebuah tulisan. itulah ulasan wacana Pengertian, Jenis-Jenis, Pola dan 5 Unsur Kalimat Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoga ilmu yang diulas diatas bermanfaat bagi semua pembaca. sekian dan terima kasih.


Baca juga :