Pengertian, Jenis-Jenis Investasi, dan 6 Fakor Yang Mempengaruhi Investasi

Pengertian, Jenis-Jenis Investasi, dan 6 Faktor Yang Mempengaruhi Investasi– Investasi ialah acara menanamkan modal oleh rumah tangga. Kegiatan investasi dapat dilakukan oleh rumah tangga, perusahaan swasta atau negara.  Kegiatan investasi yang dilakukan dibutuhkan akan menunjukkan pengembalian berupa keuntungan.


Pengertian Investasi

Investasi merupakan acara yang dilakukan untuk meningkatkan nilai sumber daya menjadi lebih tinggi. Investasi dilakukan dengan menanamkan modal, baik oleh rumah tangga dalam negeri maupun swasta. Investasi dilakukan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi non fisik menyerupai investasi sumber daya.

 

Jenis-jenis Investasi

1. Investasi Tetap
Investasi Tetap merupakan investasi yang sifatnya untuk jangka panjang dan tahan lama. Contoh nya pada rumah tangga perusahaan investasi terdiri atas mesin-mesin, perlengkapan, dan bangunan.

2. Investasi Perumahan
Investasi perumahan merupakan diwujudkan dalam bentuk bangunan sebagi kawasan tinggal. Para Investor tertarik pada jenis perumahan alasannya ialah nilainya semakin tinggi dari waktu ke waktu.

3. Investasi Persediaan
Investasi persediaan merupakan investasi stok dan digunakan sebagai cadangan dalam mengantisipasi naiknya permintaan. Perusahaan memproduksi barang dan jasa melebihi target yang ada. Kelebihan jumlah produksi tersebut digunakan sebagai cadangan apabila ada lonjakan permintaan.

4. Investasi Bersih dan Tambahan Barang Modal
Investasi bersih merupakan semua pelengkap barang modal pada periode tertentu. Dalam investasi bersih tidak diperhitungkan pelengkap barang modal yang sifat nya untuk penggantian barang modal yang sudah ada. Investasi bersih dihitung dari investasi bruto dikurangi penyusutan.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

1. Tingkat suku bunga 
Tingkat suku bunga merupakan faktor utama yang menghipnotis rumah tangga untuk berinvestasi. Naik turun nya tingkat suku bunga berdampak pada besar kecilnya investasi. Hubungan suku bunga dan investasi ialah berbanding terbalik. Tingkat suku bunga yang tinggi menjadikan jumlah pendapatan dialokasikan untuk berinvestasi  menjadi lebih kecil. Tingkat suku bunga yang paling kuat terhadap investasi ialah suku bunga riil, yaitu suku bunga noimal yang dikurangi dengan angka laju inflasi.
2. Tingkat Pengembalian Yang di Harapkan
Keadaan ekonomi pada masa yang akan datang akan memerikan gambaran investasi bagi para investor. Perekonomian yang stabil memberi jaminan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan. Meskipun demikian, Investor juga harus memperhatikan jenis investasi yang akan menghasilkan keuntungan bagi mereka. Jika suatu investasi akan menunjukkan cita-cita keuntungan yang besar, investor akan meningkatkan nilai investasi tersebut.
3. Ketersedian Faktor Produksi
Besar nya jumlah barang modal yang tersedia menjadikan rumah tangga perusahaan menunda investasi nya. Perusahaan akan memaksimalkan pemanfaatan fakotr-fakor produksi menyerupai modal berupa mesin-mesin produksi. Hal ini dilakukan semoga pengeluran investasi barang modal menjadi lebih efisien.
4. Biaya Operasional Barang Modal 
Perusahaan mengurangi investasi terhadap barang yang memiliki biaya operasional dan pemeliharaan menghipnotis pendapatan yang diperoleh perusahaan. Semakin tinggi biaya operasional semakin kurang pendapatan perusahaan.

5. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional yang tinggi akan kuat terhadap kenaikan pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat yang tinggi mendorong kenaikan tingkat konsumsi barang dan jasa. Akibatnya perusahaan mengalami kenaikan laba. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan lagi nilai investasi nya.

6. Perubahan Teknologi
Kemajuan teknologi mendorong perusahaan memanfaatkan teknologi yang lebih modern. Perusahaan menginvestasikan sebagian pendapatannya pada teknologi yang dapat menunjukkan keuntungan besar bagi perusahaan.