Pengertian, Jenis-Jenis dan 4 Fungsi Pajak Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Terlengkap

Pengertian, Jenis-Jenis dan 4 Fungsi Pajak Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Terlengkap– Pajak ?? semua pasti sudah pernah mencicipi membayar pajak, menyerupai membayar pajak kendaraan, pajak bangunan, dan lain-lain. Disini akan menjelasakan apa itu nama nya pajak. Untuk itu mari simak ulasan dibawah berikut.


Pengertian Pajak Secara Umum

Pajak yakni suatu pungutan atau iuran yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat berdasarkan atas undang-undang yang akibatnya akan digunakan untuk suatu pembiayaan pengeluaran pemerintah dalam suatu acara agenda kerjanya.

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

1. Leroy Beaulieu
Menurut Leroy Beaulieu menyatakan bahwa Pajak yakni suatu bantuan, baik secara pribadi maupun tidak yang dipaksakan oleh suatu kekuasaan publik dari penduduk atau dari suatu barang, untuk menutup suatu belanja pemerintah.

2. P.J.A. Adriani
Menurut Adriani menyatakan bahwa Pajak yakni suatu iuran masyarakat kepada sebuah negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat suatu prestasi kembali yang pribadi mampu ditunjuk dan yang gunanya yakni untuk membiayai suatu pengeluaran-pengeluaran umum berhubung peran negara untuk menyelenggarakan suatu pemerintahan.

3. Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH
Menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH menyatakan bahwa Pajak yakni suatu iuran rakyat kepada Kas Negara yang berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang pribadi mampu ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar suatu pengeluaran umum. Definisi tersebut lalu diperbaiki lagi yaitu Pajak yakni peralihan kekayaan dari suatu pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai suatu pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai suatu public investment.

4. Ray M. Sommerfeld, Herschel M. Anderson, dan Horace R. Brock
Menurut Ray M. Sommerfeld, Herschel M. Anderson, dan Horace R. Brock menyatakan bahwa Pajak yakni suatu pengalihan suatu sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah, bukan suatu jawaban pelanggaran hukum, namun wajib dilaksanakan, yang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan lebih dahulu, tanpa mendapat suatu imbalan yang pribadi dan proporsional, semoga suatu pemerintah dapat melakukan tugas-tugasnya untuk menjalankan suatu pemerintahan.

5. Rifhi Siddiq
Menurut Rifhi Siddiq menyatakan bahwa Pajak yakni suatu iuran yang dipaksakan pemerintahan suatu negara dalam periode tertentu kepada wajib pajak yang bersifat wajib dan harus dibayarkan oleh sebuah wajib pajak kepada negara dan bentuk balas jasanya tidak secara langsung.

6. Prof. Dr. Rachmat Soemitro
Menurut Prof. Dr. Rachmat Soemitro menyatakan bahwa Pajak yakni suatu iuran atau pungutan masyarakat kepada kas negara berlandaskan undang-undang dengan tidak memperoleh jasa timbal secara pribadi yang mampu diperuntukkan dan dipakai untuk membayar pengeluaran umum negara. 

7. Dr. Adriani 

Menurut Dr. Adriani menyatakan bahwa Pajak yakni suatu pungutan masyarakat kepada negara yang mampu dipaksakan dan terhutang oleh yang wajib membayarnya yang berdasarkan kepada suatu peraturan peraturan undang-undang dengan tidak dapat memperoleh pemberian kembali yang pribadi mampu ditunjuk dan dipakai untuk membiayai suatu pengeluaran umum pemerintah. 

8. Suparman Sumawidjaya

Menurut Suparman Sumawidjaya Pajak yakni suatu pungutan wajib bagi warga negara yang berupa uang yang ditarik oleh suatu pemerintah yang berdasarkan suatu norma hukum yang dimanfaatkan untuk menutupi suatu biaya produksi barang dan jasa kolektif semoga mampu tercapainya suatu kesejahteraan umum. 

9. Prof. Dr. M.J.H. Smeets

Menurut Prof. Dr. M.J.H. Smeets menyatakan bahwa Pajak yakni suatu prestasi kepada pemerintah yang terhutang melalui suatu norma-norma umum serta mampu dipaksakan tanpa adanya suatu kontraprestasi yang diperuntukkan dalam suatu hak individual untuk membiayai suatu pengeluaran rutin pemerintah. 

10. Prof. S. I. Djayaningrat

Menurut Prof. S. I. Djayaningrat menyatakan bahwa Pajak yakni suatu kewajiban menawarkan sebagian dari kekayaan kepada suatu negara yang dikarenakan oleh suatu kejadian. kondisi dan peraturan yang telah ditetapkan oleh suatu pemerintah, dan mampu dipaksakan namun tidak ada balas jasa dari suatu negara. 

11. Mr. Dr. N.J. Fieldman

Menurut Mr. Dr. N.J. Fieldman menyatakan bahwa Pajak yakni suatu prestasi yang dipaksakan sepihak oleh suatu yang terutang kepada suatu penguasa tanpa adanya kontraprestasi dan hanya sekedar untuk menutup suatu pengeluaran-pengeluaran rutin suatu pemerintah.

Jenis-Jenis Pajak 

1. Berdasarkan Sistem Pemungutannya 

– Pajak Langsung
Pajak pribadi yakni suatu pajak yang harus dibayar sendiri oleh wajib pajak dan tidak mampu dilimpahkan kepada pihak lain atau orang lain.
 
Contoh Pajak Langsung :
  • yang pertama Pajak Penghasilan (PPh)
  • yang kedua Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Pajak Tidak Langsung
– Pajak tidak Langsung
 Pajak tidak pribadi yakni suatu pajak yang pembayarannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain.
Contoh Pajak Tidak langsung:
  • Pajak Penjualan atas sebuah Barang Mewah
  • Yaitu suatu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Bea Materai
  • Cukai
  • Bea Impor
  • Ekspor

2. Berdasarkan Lembaga Pemungutan

– Pajak Pusat 
Pajak Pusat yakni suatu pajak yang dipungut oleh suatu pemerintah sentra yang pemungutan didaerah dilakukan oleh sebuah kantor pelayanan pajak.
 
Contoh Pajak Pusat
  • Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Bea Materai
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
  • Pajak Migas
  • Pajak Ekspor
  • Pajak Daerah
– Pajak Daerah
Pajak tempat yakni suatu pajak yang kewenangan pemungutannya dilakukan oleh pemerintah daerah.
Contoh Pajak Daerah:
  • Pajak suatu Kendaraan Bermotor
  • Pajak suatu Reklame
  • Pajak sebuah Tontonan
  • Pajak Radio
  • Pajak Hiburan
  • Pajak Perhotelan
  • Bea Balik nama

3. Menurut Subjek Pajak

  • Pajak Perseorangan, yaitu suatu pajak yang harus dibayar oleh diri suatu wajib pajak. contohnya  Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak Badan, yakni suatu pajak yang harus dibayar oleh suatu tubuh atau organisasi. Contohnya pajak atas laba perusahaan.

4. Menurut Asalnya

– Pajak Dalam Negeri
Pajak dalam negeri yakni suatu Pajak yang dipungut terhadap wajib pajak (setiap warga Negara Indonesia) yang tinggal di wilayah Indonesia
– Pajak Luar Negeri
Pajak Luar negeri yakni Pajak yag dipungut terhadap orang – orang abnormal yang memiliki penghasilan di negara Indonesia

Fungsi Pajak

  • Sebagai suatu anggaran atau penerimaan (budgetair): pajak yakni salah satu sumber dana yang dipakai pemerintah dan memiliki manfaat untuk sebagai membiayai suatu pengeluaran-pengeluaran. Penerimaan negara dari sektor perpajakan yang dimasukkan ke dalam suatu komponen penerimaan dalam negeri pada suatu APBN.
  • Untuk mengatur (regulerend) : pajak yakni sebagai suatu alat untuk mengatur atau melakukan suatu kebijakan pemerintah dalam suatu bidang sosial dan ekonomi. Contohnya yakni suatu pengenaan pajak yang lebih tinggi kepada sebuah barang mewah dan sebuah minuman keras.
  • Sebagai stabilitas pajak yakni sebagai suatu penerimaan negara dapat digunakan untuk menjalankan suatu kebijakan-kebijakan pemerintah. Contohnya yakni suatu kebijakan stabilitas harga dengan tujuan untuk menekan suatu inflasi dengan cara mengatur suatu peredaran uang di masyarakat lewat suatu pemungutan dan penggunaan pajak yang lebih efisien dan efektif.
  • Sebagai redistribusi pendapatan : penerimaan negara dari suatu pajak yang digunakan untuk membiayai suatu pengeluaran umum dan pembangunan nasional sehingga dapat membuka suatu kesempatan kerja dengan suatu tujuan untuk meningkatkan suatu pendapatan masyarakat.
Setiap warga negara mempunyai kewajiban untuk membayar suatu pajak alasannya sudah ditetapkan oleh undang-undang. Itulah penjelasan tentang  Pengertian, Jenis-Jenis dan 4 Fungsi Pajak Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Terlengkap. Semoga apa yang dijelaskan diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.