Pengertian, dan 4 Jenis Resistor Beserta Fungsinya Menurut Para Ahli Terlengkap

Pengertian, dan 4 Jenis Resistor Beserta Fungsinya Menurut Para Ahli Terlengkap – Kata Resistor mungkin terdengar ajaib bagi kita semua, tapi resistor sangat penting bagi barang-barang elektornik yang sering kita gunakan. karna resistor suatu komponen yang biasa ada di elektronik-elektronik. Untuk lebih jelasnya lagi marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Resistor

Resistor ialah salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam sebuah Rangkaian Elektronika. Hampir setiap dalam peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor yaitu suatu komponen Elektronika Pasif yang mempunyai nilai resistansi atau suatu hambatan tertentu yang fungsinya untuk membatasi dan mengatur suatu arus listrik dalam sebuah rangkaian Elektronika. 
Kata resistor dalam bahasa Indonesia sering juga disebut dengan suatu Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor yaitu OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini diambil dari nama sih penemunya yakni Georg Simon Ohm yang juga yakni seorang Fisikawan Jerman.

Pengertian Resistor Menurut Para Ahli

1. Budiharto (2008:1)
Menurut Budiharto menyatakan bahwa Resistor ialah salah satu komponen suatu elektronika yang mempunyai fungsi untuk menunjukkan suatu hambatan terhadap pedoman arus listrik”

2. Rusmadi (2009:10)
Menurut Rusmadi menyatakan bahwa “Resistor yaitu suatu tahanan atau sebuah hambatan arus listrik”.


Jenis-Jenis Resistor 

Pada umumnya Resistor mampu diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu Fixed Resistor, Variable Resistor, Thermistor dan LDR.
1. Fixed Resistor
Fixed Resistor ialah salah satu jenis Resistor yang mmepunyai nilai resistansinya tetap. Nilai Resistansi atau suatu Hambatan Resistor ini biasanya ditandai dengan isyarat warna ataupun isyarat Angka.

Bentuk dan Simbol Fixed Resistor :

Yang tergolong dalam suatu Kategori Fixed Resistor yang berdasarkan Komposisi materi pembuatnya diantaranya yaitu :
 
a. Carbon Composition Resistor (Resistor Komposisi Karbon)
Resistor jenis Carbon Composistion ini terbuat dari suatu komposisi karbon halus yang dicampur dengan materi isolasi debu yang sebagai pengikatnya (binder) semoga menerima suatu nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak materi sebuah karbonnya semakin rendah pula nilai pada resistansi atau nilai hambatannya.

Nilai Resistansi yang sering ditemukan di pasaran untuk Resistor jenis Carbon Composistion Resistor ini biasanya berkisar dari 1Ω hingga 200MΩ dengan daya 1/10W hingga 2W.
 

b. Carbon Film Resistor (Resistor Film Karbon)
Resistor Jenis Carbon Film ini terdiri dari filem tipis karbon yang diendapkan pada Subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya tergantung pada suatu proporsi karbon dan isolator. Semakin banyak materi karbonnya semakin rendah juga nilai resistansinya. Keuntungan pada Carbon Film Resistor ini yaitu bisa  menghasilkan suatu resistor dengan toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu kalau dibandingkan dengan jenis Carbon Composition Resistor.

Nilai Resistansi Carbon Film Resistor yang tersedia di pasaran yaitu biasanya berkisar diantara 1Ω hingga 10MΩ dengan daya 1/6W hingga 5W. Karena rendahnya pada kepekaan terhadap suhu, Carbon Film Resistor mampu bekerja pada suhu yang kira-kira dari -55°C hingga 155°C.
Metal Film Resistor (Resistor Film Logam)

c. Metal Film Resistor 

Metal Film resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang dilapisi dengan Film logam yang tipis ke Subtrat Keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansinya dipengaruhi oleh panjang, lebar  dan ketebalan spiral logam.

Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini yaitu yang terbaik diantara jenis-jenis Resistor yang ada (Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor).
 

2. Variable Resistor
Variable Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai resistansinya mampu berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya suatu Variable Resistor terbagi menjadi 3 yaitu Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.

Bentuk dan Simbol Variable Resistor
a. Potensiometer
Potensiometer yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang nilai resistansinya mampu berubah-ubah dengan cara memutar pada porosnya melalui sebuah Tuas yang terdapat pada sebuah Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer biasanya tertulis di suatu tubuh Potensiometer dalam bentuk sebuah isyarat angka.
 
b. Rheostat
Rheostat yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang mampu beroperasi pada suatu Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari suatu lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada suatu bab atas Toroid.
 
c. Preset Resistor (Trimpot)
Preset Resistor atau juga sering disebut dengan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang mempunyai fungsi menyerupai Potensiometer tetapi mempunyai suatu ukuran yang lebih kecil dan tidak mempunyai Tuas. Untuk mengatur suatu nilai resistansinya, diharapkan alat bantu menyerupai Obeng kecil untuk mampu memutar porosnya.
 
3. Thermistor (Thermal Resistor)
Thermistor yaitu salah satu Jenis Resistor yang nilai resistansinya mampu dipengaruhi oleh suhu (Temperature). Thermistor yaitu sebuah Singkatan dari “Thermal Resistor”. Terdapat dua jenis Thermistor yakni Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient).

Bentuk dan Simbol Thermistor : Simbol dan Bentuk Thermistor 


 
4. LDR (Light Dependent Resistor)
LDR atau Light Dependent Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai Resistansinya dipengaruhi oleh intensitas Cahaya yang diterimanya. 
Bentuk dan Simbol LDR



Resistor sangat penting bagi suatu komponen-komponen yang ada dibarang elektronik yang sering kita gunakan.

Itulah ulasan wacana Pengertian, dan 4 Jenis Resistor Beserta Fungsinya Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoaga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.


Baca juga :