Pengertian, Bagian-Bagian, dan Fungsi Kulit Menurut Para Ahli Biologi Beserta 20 Penyakit Kulit

Pengertian, Bagian-Bagian, dan Fungsi Kulit Menurut Para Ahli Biologi Beserta 20 Penyakit Kulit – Kulit ?? kalo menanyakan perihal kulit, insan sangat merawat sekali kalo perihal kulit, karena insan merawat kulit hampir setiap hari dengan merawatnya disalon kecantikan. Karena dengan kulit yang putih mulus akan menjadikan insan percaya diri dikala berpergian keluar. Untuk lebih jelasnya lagi perihal mengenai kulit mari simak ulasan yang ada dibawah berikut.

 

Pengertian Kulit

Kulit ialah suatu organ terluar dari badan yang melapisi seluruh badan manusia. Berat kulit kira-kira sekitar 7 % dari berat badan total. Pada suatu permukaan luar kulit terdapat sebuah pori – pori (rongga) yang menjadi daerah keluarnya sebuah keringat. Kulit ialah suatu organ yang mempunyai banyak fungsi, yaitu untuk sebagai pelindung badan dari suatu hal yang dapat membahayakan, untuk alat indra peraba, salah satu organ yang memiliki tugas dalam eksresi, untuk pengatur suhu tubuh, dll. Secara umum kulit memiliki 2 lapisan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta terdapat suatu lapisan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang sering didengar dan selalu dibahas. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa suatu lapisan lemak bawah kulit termasuk ke dalam sebuah lapisan kulit, yang tidak dipisahkan dalam pengelompokkan lapisan kulit tersebut.

 

Bagian-Bagian Kulit

1. Lapisan Epidermis ( Lapisan Luar atau Kulit Ari )

Lapisan Epidermis adalah yang mempunyai ketebalan kurang lebih 0,1 mm dan yang terdiri atas empat lapisan jaringan epitel. Setiap Lapisan pada lapisan Epidermis mempunyai ciri khas sendiri, Suatu lapisan Epidermis ini tidak mepunyai pembuluh darah, oleh karean itu lapisan epidermis menerima suplai nutrisi melalui suatu proses difusi dari suatu lapisan dermis yang ada dibawahnya. Berikut ini ialah 4 Lapisan pada Epidermis yaitu:
  • Lapisan Tanduk (Stratum Korneum), ialah suatu lapisan kulit paling luar dari tubuh, pada lapisan ini terus mengalami sebuah deskuamasi (pengelupasan lapisan paling luar) secara terus menerus. Berbagai sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis menjadi suatu sebkreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh sebab itu tersusun oleh sebuah sel – sel mati. Lapisan tanduk ini tidak dilapisi suatu pembuluh darah, sehingga apabila mengelupas tidak akan menjadikan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Lapisan ini memilki fungsi untuk mencegah masuknya kuman dan untuk mengurangi menguapnya cairan.
  • Lapisan Malphigi (Stratum Granulosum), ialah suatu lapisan kulit yang disusun oleh suatu sel – sel hidup yang menerima suatu nutrisi dari pembuluh kapiler pada sebuah lapisan dermis. Lapisan malphigi ini ialah suatu lapisan yang memiliki peran dalam menunjukkan warna pada kulit manusia. Zat utama dalam pewarnaan kulit ini disebut dengan zat Melanin. warna kulit insan bisa berbeda beda, bisa berwarna hitam, putih, sao matang, dll. Apabila tertumpuknya suatu melanin pada suatu daerah maka akan membentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.
  • Lapisan Spinosum (Stratus Spinosum), ialah suatu lapisan kulit yang disusun oleh aneka macam sel yang tidak beraturan bentuknya. Sel – sel pada suatu lapisan ini mempunyai kemampuan untuk membelah diri. Lapisan ini memiliki fungsi untuk menjaga kekuatan dan kelenturan suatu kulit.
  • Lapisan Basal (Stratum Germinativum), ialah suatu lapisan kulit yang secara kontinu terus membelah diri untuk memperbarui adegan Epidermis yang rusak. Lapisan Ini ialah suatu lapisan paling bawah dari adegan epidermis. Lapisan Basal ini selalu membentuk kulit yang gres sehingga kulit terjaga secara periodik.

2. Lapisan Dermis (Kulit Jangat)
Lapisan Dermis (Kulit Jangat) ialah suatu lapisan kulit yang terdiri atas yaitu pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat. Pembuluh darah pada lapisan dermis ini sangat luas sehingga bisa menampung kira-kira sekitar 5 % dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut ini ialah penjelasan untuk penyusun Kulit Dermis :
  • Pembuluh Darah, ialah suatu pembuluh darah kapiler yang memiliki fungsi untuk sebagai pemberi nutrisi dan juga oksigen kepada suatu sel – sel kulit serta rambut semoga tidak mati dan rusak. Pembuluh darah ini juga memiliki dalam menjaga suatu panas badan karena adanya suatu oksigen di dalam pembuluh darah.
  • Ujung Saraf Indra, ini terdiri dari ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Bagian pada ujung saraf perasa ini dapat mencicipi suatu berupa sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan pada ujung saraf peraba ini dapat mencicipi bernafsu atau halusnya sesuatu. Pada ujung saraf ini tidak tersebar merata ke semua permukaan lapisan dermis, contohnya yaitu ujung – ujung jari lebih banyak mempunyai ujung – ujung saraf peraba.
  • Kelenjar Keringat, ialah suatu kelenjar yang memiliki fungsi untuk sistem eksresi keringat yang terdiri oleh air dan mineral lain. suatu keringat yang dihasilkan kemudian dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan melalui pori – pori (rongga kulit). Keringat ialah suatu zat – zat sisa metabolisme terutama garam dapur.
  • Katung Rambut, ialah suatu adegan rambut yang berisi akar dan batang rambut. Rambut ini dapat tumbuh karena menerima suplai nutrisi dari suatu pembuluh kapiler ke akar rambut. Di erat akar rambut terdapat suatu otot – otot yang dapat menegangkan sebuah rambut ketika ia berkontraksi, dan erat akar rambut terdapat ujung – ujung suatu saraf perasa, oleh karena itu dikala rambut dicabut kita dapat merasakannya.
  • Kelenjar Minyak, ialah suatu kelenjar yang terletak disekitar sebuah batang rambut. Kelenjar minyak ini memiliki fungsi untuk menghasilkan minyak yang menjaga suatu rambut tetap sehat dan semoga rambut tidak kering.

3. Hipodermis ( Jaringan ikat Bawah Kulit)
Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) ialah suatu jaringan ikat yang terletak di bawah lapisan dermis, namun batas suatu pemisah antara adegan Hipodermis dengan adegan dermis ini tidak jelas. Lapisan ini ialah daerah penyimpanan suatu lemak dalam tubuh, oleh karena itu sering juga dikenal dengan suatu Lapisan Lemak Bawah Tubuh. Lemak ini memiliki fungsi untuk melindungi dari suatu benturan benda keras, sebagai penjaga suhu badan karena suatu lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber energi cadangan.  

Fungsi Kulit

1. Untuk Pelindung badan dari aneka macam ancaman
Dengan adanya kulit pada badan yang menjadi adegan terluar tubuh, maka badan ini dapat bisa terlindung dari aneka macam macam ancaman yang menyerupai mikroorganisme yang berbahaya, sinar matahari, untuk mengurangi kerusakan jawaban terbentur, serta untuk melindungi kontak eksklusif dengan zat kimia.

2. Sebagai Indra Peraba
Pada kulit terdapat banyak ujung – ujung persarafan tubuh, oleh sebab itu ketika mendapat suatu rangsangan, kita dapat merasakaanya melalui tubuh. misalnya menyerupai rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dll.

3. Sebagai Alat Eksresi
Kulit ialah untuk daerah keluarnya suatu keringat, keringat ini ialah sisa metabolisme yang terdiri atas aneka macam suatu unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan sekitar 1 liter keringat dalam sehari, keringat tersebut dikeluarkan dari pori – pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

4. Sebagai Pengatur Suhu Tubuh
Kulit berfungsi untuk terus menjaga semoga suhu badan tidak dipengaruhi oleh suhu suatu lingkungan, artinya harus tetap diusahakan suhu badan tidak akan berubah meskipun terjadinya suatu perubahan suhu lingkungan. Proses ini dilaksanakan dengan menyeimbangkan antara suatu pengeluaran dan pemasukkan panas badan oleh kulit. Normalnya suhu badan insan kira-kira antara 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suatu suhu tubuh.

5. Sebagai Penyimpan Lemak 
Kulit pada bagian bawah lapisan dermis kulit ini memiliki tugas sebagai daerah penyimpanan suatu lemak. Lemak ini disimpan dalam bentuk tetes-tetes lemak, dan lemak akan digunakan apabila akan diperlukan, contohnya ketika dibutuhkan suatu energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena memiliki fungsi sebagai cadangan energi.

6. Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D
Kulit juga sebagai tempat pembuatan vitamin D, Karena Pada Kulit terdapat provitamin D yang berasal dari suatu makanan, dengan pertolongan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D tersebut akan diubah menjadi vitamin D. 

Jenis-Jenis Penyakit Kulit

1. Bisul                11. Kurap
2. Kudis               12. Jerawat
3. Herpes             13. Eksim
4. Campak            14. Melanoma
5. Cacar air           15. Lepra
6. Ketombe           16. Infeksi Jamur
7. Panu                 17. Keloid
8. Sariawan           18. Lupus
9. Kutil                 19. hives
10. Impetigo         20. Psoriasis

Kulit mempunyai tugas yang sangat penting karena adanya kulit, insan terlindung dari aneka macam macam menyerupai mikroorganisme yang berbahaya, sinar matahari, mengurangi kerusakan jawaban terbentur, serta melindungi kontak eksklusif dengan zat kimia. Itulah ulasan perihal Pengertian, Bagian-Bagian, dan Fungsi Kulit Menurut Para Ahli Biologi Beserta 20 Penyakit Kulit. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sekian dan terimakasih.