Penelitian Pertama Di Dunia Mengenai Struktur Dan Peranan Penting Molibdenum

Penelitian Pertama Di Dunia Mengenai Struktur Dan Peranan Penting Molibdenum – Molibdenum yakni logam penting yang diharapkan di dalam semua makhluk hidup dari bakteri, tanaman sampai manusia. Akan tetapi belum ada yang memahami pentingnya struktur molekul vital yang berinteraksi dengan molibdenum. Hingga Joel Weiner dari Fakultas Kedokteran Gigi & dan timnya menyelidiki kasus ini.
Molibdenum memainkan tugas penting dalam kesehatan manusia. Logam ini tidak bertindak sendiri tetapi ditemukan menempel pada protein tertentu, yang disebut enzim molibdenum, oleh molekul organik yang sangat besar. Molekul organik yang mengikat molibdenum tetap berada di dalam protein sangat kompleks  dan “sangat mahal” untuk membuat molekul organik tersebut. Akan tetapi, ketika ini struktur dari molekul ini menjadi masuk logika bagi para ilmuwan, berkat Weiner dan tim risetnya.
Sebagai permulaan, kelompok peneliti menemukan bahwa molekul terjadi di alam dalam dua bentuk berdasarkan penampilan mereka,  datar atau terdistorsi. Weiner dan timnya telah bisa menyampaikan bahwa bentuk terdistorsi dan bentuk datar memiliki fungsi yang sangat berbeda. Molekul terdistorsi berperan dalam transfer elektron pada molibdenum, sedangkan molekul datar mempersiapkan dan mengatur posisi enzim sehingga dapat menjadi bab dari reaksi biokimia.
Penelitian Pertama Di Dunia Mengenai Struktur Dan Peranan Penting Molibdenum Penelitian Pertama Di Dunia Mengenai Struktur Dan Peranan Penting Molibdenum
Molibdenum yakni logam penting yang diharapkan di dalam semua makhluk hidup dari bakteri, tanaman sampai manusia. Akan tetapi belum ada yang memahami pentingnya struktur molekul vital yang berinteraksi dengan molybdenum. (Credit : Photo courtesy Alcehmist-hp)
“Hal ini penting alasannya yakni molibdenum begitu esensial dalam seluruh area biologi,” kata Weiner. “Kita perlu memahami mengenai mekanismenya.”
Bentuk terdistorsi ditemukan dalam protein yang terlibat dalam penyakit metabolik, pernapasan dan jantung. Bentuk datar terjadi pada protein yang dibutuhkan untuk perkembangan otak, adanya keanehan pada protein ini dapat menimbulkan simpulan hidup pada masa pertumbuhan. Dengan memahami bentuk yang datar, diharapkan dapat membantu pengobatan pada kelainan ini.
Semuanya dimulai oleh Weiner dan kelompok penelitiannya di Departemen Biokimia sekitar tiga tahun yang lalu. Meskipun para ilmuwan di seluruh dunia telah mengenal struktur keseluruhan molibdenum dalam protein selama bertahun-tahun, namun tidak ada yang mengerti mengapa strukturnya begitu rumit. Seorang mahasiswa, Matthew Solomonsonlah yang menyadari bahwa salah satu struktur yang mengikat molibdenum sangat datar sementara kelompok lainnya terdistorsi. Seiring dengan rasa penasaran dan berjalannya penelitian, mereka menemukan bahwa hal tersebut memiliki dampak yang signifikan.
“Ketika Anda membawa seorang mahasiswa baru, hal itu merupakan hal yang cantik alasannya yakni mereka memiliki cara gres dalam memandang sesuatu,” kata Weiner. Solomonson sekarang telah menjadi mahasiswa pascasarjana di University of British Columbia.
“Penemuan ini merupakan salah satu hal yang besar bagi laboratorium saya dan akan memiliki dampak besar pada penelitian biokimia molibdenum.”
Sekarang, tim peneliti akan menggunakan teknik rekayasa protein untuk mengubah lingkungan protein di sekitar molibdenum.
“Ini yakni langkah berikutnya yang paling kritis,” kata Weiner. “Kami berharap untuk dapat memulai memahami reaksi kimia enzim pada resolusi atom, dan untuk memodulasi kegiatan mereka supaya lebih memahami penyakit insan dan mengeksplorasi potensi bioteknologi dan aplikasi biomedis.”
Referensi Jurnal :
R. A. Rothery, B. Stein, M. Solomonson, M. L. Kirk, J. H. Weiner. Pyranopterin conformation defines the function of molybdenum and tungsten enzymes.Proceedings of the National Academy of Sciences, 2012; DOI: 10.1073/pnas.1200671109
Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasarkan bahan yang disediakan oleh University of Alberta Faculty of Medicine & Dentistry via Science Daily (7 September 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/