Penderitaan Orang yang Menganggur / Pengangguran (Tidak Bekerja)

Orang yang tidak punya pekerjaan yang menawarkan penghasilan yaitu pengangguran.  Orang yang menganggur biasanya tidak memiliki penghasilan yang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari.  Ibu rumah tangga tidak termasuk ke dalam kategori pengangguran karena nafkah lahirnya disokong penuh oleh sang suami tercinta, donatur atau tulang punggung keluarga lainnya.  Menjadi seorang pengangguran bisa disebabkan karena belum menerima pekerjaan walaupun sudah berusaha mencari, namun bisa juga karena memang tidak bekerja.

Walaupun terlihat ibarat orang senang karena tidak perlu bekerja banting tulang peras keringat setiap hari kerja demi memberi nafkah beban tanggungannya, namun bahwasanya secara umum para penganggur memiliki perasaan yang tersiksa secara batiniah.  Orang yang menganggur memiliki rasa minder di hatinya, sehingga akan mudah sensitif terhadap hal-hal tertentu.  Kecuali para pengangguran yang punya pemasukan yang besar dari penghasilan pasif, dari orangtua, keluarga atau dari yang lainnya mungkin bisa saja tidak akan merasa ada beban di dalam hatinya atas status penganggurannya itu.

Beberapa Contoh Penderitaan Pengangguran / Orang yang Tidak Punya Pekerjaan :

1. Iri Hati

Orang yang menganggur akan merasa iri saat melihat orang lain melaksanakan rutinitasnya sehari-hari dengan berangkat kerja pagi-pagi dan pulang kerja sore atau malam hari.  Apalagi kalau orang yang bekerja tersebut terlihat begitu bahagia dengan pekerjaannya walaupun terlihat lelah setelah kerja.

2. Merasa Malu

Perasaan aib akan hinggap di hati para pengangguran karena tidak bekerja atau menganggur dianggap masyarakat sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak baik.  Rasa aib pun akan muncul saat ditanya orang perihal pekerjaannya.

3. Merasa Kecewa dengan Pihak yang Berwenang

Pada umumnya orang yang tidak punya pekerjaan merasa kecewa dan benci dengan pihak-pihak yang berwenang.  Terutama pemerintah yang memiliki peran utama untuk mensejahterakan rakayat dengan menawarkan penghidupan yang layak serta memelihara para fakir dan miskin secara profesional.

4. Galau / Khawatir Masa Depan

Rasa bingung, gundah, gelisah, galau, dan lain sebagainya akan selalu ada di benak para pengangguran karena untuk bisa bertahan hidup seseorang harus bekerja dan berusaha sehingga bisa memenuhi banyak sekali kebutuhan hidup yang dibutuhkan.  Tidak hanya untuk diri sendiri saja, namun juga untuk isteri / suami, anak-anak, orangtua, saudara, dan lain sebagainya.  Jika ingin apa-apa selalu merasa tidak enak karena harus meminta kepada orang lain.

5. Serba Salah

Ingin itu salah, ingin ini juga salah.  Hal ini terjadi saat pengangguran menginginkan sesuatu yang tidak bisa diwujudkannya karena selalu terbentur duduk perkara finansial.  Ingin minta kepada orang lain tentu ada rasa tidak enaknya kalau selalu dilakukan secara terus-menerus.

6. Banyak Berkhayal, Melamun dan Berpikir

Saking banyaknya pikiran, lamunan dan khayalan maka seorang pengangguran bisa menjadi pusing, stress dan risikonya depresi kalau tidak bisa mengatasinya.  Jika pikirannya kasatmata dan bisa memikirkan jalan keluar yang tepat, maka bisa saja wangsit tersebut bisa membantu orang tersebut keluar dari status pengangguran yang sangat tidak menyenangkan.

Itulah beberapa hal yang selalu membuat orang yang menganggur menderita lahir dan batin.  Jika batin sudah sakit, maka lahir pun bisa ikut mengalami gangguan kesehatan.  Oleh karena itulah mari kita bantu orang-orang pengangguran yang ada di sekitar kita, khususnya untuk yang masih bisa dibina.  Bagi yang masih belum mendapat pekerjaan yang layak, maka bersabarlah dan terus berusaha sambil berdoa.  Semoga Tuhan SWT mengabulkan doa-doa kita dan membuat hidup kita menjadi lebih baik di kemudian hari dunia maupun akhirat.