Orang yang Sebaiknya Tidak Diajak Masuk Rumah Bertamu

Manusia ialah makhluk sosial yang saling kunjung mengunjungi satu sama lain.  Kegiatan bertamu ialah suatu kegiatan umum yang dilakukan oleh masyarakat kita.  Namun demi kebaikan diri kita dan anggota keluarga kita yang tinggal di rumah kita hindaknya kita selektif dalam memilih orang yang akan kita ajak atau undang bertamu ke rumah kita.  Jangan hingga acara mengundang orang ke rumah kita menjadi mimpi buruk yang sangat tidak menyenangkan.

Contoh Orang-Orang yang Hendaknya Tidak Kita Ajak Masuk Ke Dalam Rumah Kita :

1. Orang yang Tidak Waras

Orang abnormal atau orang yang cacat mental hendaknya tidak diajak masuk ke dalam rumah kita karena takutnya dapat melaksanakan hal-hal tidak terduga yang merugikan diri kita dan penghuni rumah lainnya.  Namun apabila kita sudah mengetahui sifat perilaku dari orang yang kurang waras tersebut serta bisa mengawasinya dengan baik maka barulah kita boleh mengajak masuk ke rumah kita.

2. Orang yang Suka Mencuri / Berbuat Jahat

Orang yang memiliki hobi mencuri barang orang lain atau kleptomania sebaiknya tidak diajak jikalau tidak ada suatu keperluan yang sangat penting.  Dikhawatirkan orang yang mempunyai kebiasaan yang buruk tersebut melaksanakan aksinya di rumah kita.  Selain itu oang yang suka berbuat tidak kejahatan lainnya juga sebaiknya tidak kita jadikan tamu di rumah kita apabila tidak ada sesuatu hal yang mendesak.

3. Orang yang Suka Merusak Barang Orang Lain

Terkadang ada orang yang memiliki sifat tangan panas, yaitu apa yang dipegangnya suka menjadi rusak.  Jika kita tidak ingin ada barang milik kita yang rusak maka hendaknya kita tidak mengajak orang yang suka membuat barang menjadi rusak main bertamu ke rumah kita.

4. Orang yang Senang Berbuat Onar

Sifat orang memang beragam satu sama lain.  Salah satunya ialah sifat yang gemar membuat keonaran atau rusuh.  Sangat dikhawatirkan jikalau orang semacam itu kita ajak main bertandang ke rumah kita bisa membuat keadaan di rumah kita jadi tidak karuan.  Walaupun pada awalnya hanya bercanda, namun bisa berujung pada perkelahian yang serius.

5. Orang yang Sedang Sakit Keras

Orang yang sedang menderita suatu penyakit parah sebaiknya dibawa ke rumah sakit, klinik, puskesmas atau sejenisnya.  Jangan dibawa ke rumah kita jikalau kita tidak bisa membantu merawat penyakitnya.  Bisa-bisa penyakit orang yang sedang berada di rumah kita bertambah para sehingga kita bisa disalahkan jikalau terjadi apa-apa oleh pihak keluarganya.

6. Orang yang Baru Dikenal dan Tidak Dikenal

Seakrab dan sebaik apa pun orang yang gres dikenal jangan terburu nafsu kita ajak ke rumah kita.  Hal ini berlaku untuk lawan jenis maupun yang sama jenis kelaminnya.  Ada banyak orang jahat yang memanfaatkan kelengahan kita untuk melaksanakan agresi jahatnya.  Orang yang terbiasa menipu orang suka berpura-pura menjadi orang baik.  Namun jikalau kita sangat yakin bahwa orang yang gres dikenal ada orang yang baik maka kita bisa mengajak bertamu ke rumah kita asalkan kita

7. Anak-Anak yang Belum Dapat Izin Orang Tuanya

Jika ingin membawa masuk rumah anak-anak yang masih di anak-anak sebaiknya minta izin terlebih dahulu kepada orangtuanya.  Jika ada anak-anak main ke rumah kita sebaiknya pintu rumah tidak ditutup biar bisa terlihat orang dari luar, kecuali membahayakan anak-anak.  Jika perlu ajak bertamu juga sekalian orangtuanya.  Dibutuhkan ketelitian dan ketelatenan dalam menjaga anak-anak yang sedang bermain di rumah kita biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

8. Lawan Jenis yang Bukan Suami / Isteri atau Keluarga

Membawa masuk lawan jenis yang bukan muhrim (mahram) ke dalam rumah bisa memicu fitnah dan juga dapat mengakibatkan perbuatan maksiat yang dibenci oleh Yang Mahakuasa SWT.  Oleh alasannya ialah itu sebaiknya lawan jenis tidak dibawa masuk ke dalam rumah kecuali ada orangtua dan ditempatkan di teras rumah yang dapat terlihat oleh orang yang berada di luar rumah.

—-

Demikianlah artikel singkat mengenai pihak-pihak yang hendaknya tidak diundang masuk ke dalam rumah kita untuk menghindari banyak sekali hal yang tidak diinginkan yang mungkin bisa saja terjadi.  Mudah-mudahan bisa menambah ilmu kita serta dapat menunjukkan kebaikan kepada kita.  Atas segala kekurangan dan kesalahan kami mohon maaf yang setinggi-tingginya, terima kasih.