Mikroba Membantu Hyena Berkomunikasi Melalui Bau Tubuh

Mikroba Membantu Hyena Berkomunikasi Melalui Bau Tubuh – Bakteri di kelenjar busuk hyena kemungkinan merupakan pengendali utama utama komunikasi antar hyena. Kesimpulan ini dimuat di edisi terbaru jurnal Scientific Reports. Kevin Theis, penulis utama studi tersebut yang juga merupakan peneliti postdoctoral di Michigan State University mengatakan bahwa penelitian ini telah menawarkan kekerabatan yang terperinci antara keragaman kelompok hyena dengan komunitas mikroba tertentu yang berada di kelenjar busuk mereka.
“Sebuah komponen penting dari perilaku setiap hewan yakni komunikasi yang efektif. Ada suatu kemungkinan bahwa tanpa adanya kuman tersebut, maka hewan tidak dapat berkata sama sekali.” Tambah Theis.
Melalui studi ini, para ilmuwan untuk pertama kalinya berhasil menawarkan bahwa kelompok-kelompok sosial yang berbeda pada mamalia ternyata memiliki komunitas mikrobia penghasil busuk yang berbeda. Komunitas ini menghasilkan “tanda tangan” kimia yang unik sehingga hyena dapat membedakan hyena lainnya dengan menggunakan hidungnya.
Mikroba Membantu Hyena Berkomunikasi Melalui Bau Tubuh Mikroba Membantu Hyena Berkomunikasi Melalui Bau Tubuh
Di wilayah dataran berumput, Kenya, Theis mengumpulkan isu mengenai jenis kuman yang terdapat di sampel pasta, yaitu sekresi asam berbau yang dikeluarkan hyena dan biasanya menempel di batang rumput. (Credit: Photo courtesy of MSU)
Penelitian sebelumnya telah menawarkan peran penting yang dimainkan oleh mikrobia pada pencernaan dan fungsi badan lainnya. Selain itu, juga telah diketahui secara luas bahwa kebanyakan mamalia menggunakan busuk atau aroma badan sebagai sinyal terhadap aneka macam macam sifat atau ciri-ciri, meliputi jenis kelamin, usia, status reproduksi dan keanggotaan kelompok. Studi ini menjelaskan secara detail kehidupan kuman pada kekerabatan yang saling menguntungkan dengan hyena sebagai host-nya. Selain itu, studi ini juga menyoroti kontribusi teknologi sekuensing DNA terbaru yang dapat menampilkan peranan penting kuman simbiotik terhadap perilaku hewan.
Di wilayah dataran berumput, Kenya, Theis mengumpulkan isu mengenai jenis kuman yang terdapat di sampel pasta, yaitu sekresi asam berbau yang dikeluarkan hyena dan biasanya menempel di batang rumput. Sampel lapangan tersebut diambil dari kantung kelenjar busuk hyena, lalu dianalisis menggunakan teknologi sekuensing generasi terbaru di laboratotium MSU. Sampel tersebut mengungkapkan adanya kemiripan pada level tinggi terkait komunikasi mikrobia pada pasta yang ditinggalkan oleh anggota hyena dari kelompok yang sama. Mikrobia yang terdapat di pasta yang ditinggalkan oleh masing-masing kelompok hyena juga memiliki variasi yang jelas
“Salah satu manfaat dari aneka macam komunitas mikrobia yang umum terdapat di kantung kelenjar busuk hyena yakni memudahkan pembagian peran bagi setiap hyena ketika mereka menandai wilayahnya. Setiap anggota dari kelompok akan dapat melaksanakan peran tersebut dengan lebih efisien sebab dilakukan secara berkelompok sehingga wilayah yang ditandai dapat menjadi lebih luas.” Kata Theis.
Theis menambahkan bahwa selanjutnya, busuk tersebut juga dapat menfasilitasi legalisasi pasangan setiap hyena, sehingga mengurangi tingkat pertengkaran dalam kelompok.
Penelitian selanjutnya akan menggali lebih dalam kekerabatan antara kuman dan host-nya serta memahami ruang lingkup isu yang disampaikan oleh bakteri.
Kehidupan sosial yang kompleks dari hewan-hewan ini pada karenanya mungkin bervariasi dimana bergantung pada komunitas mikrobia lain yang belum terdeteksi.” Kata Theis menegaskan.
Penelitian ini sebagian dananya didukung oleh National Science Foundation.
Referensi Jurnal :
Kevin R. Theis, Thomas M. Schmidt, Kay E. Holekamp.Evidence for a bacterial mechanism for group-specific social odors among hyenas. Scientific Reports, 2012; 2 DOI: 10.1038/srep00615
Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasarkan bahan yang disediakan oleh Michigan State University. via Science Daily (31Agustus 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/