Menjadi Orang Baik yang Memerangi Kejahatan / Keburukan

Setiap segala sesuatunya memang diciptakan berpasang-pasangan.  Ada orang yang baik dan ada pula orang yang tidak baik.  Baik dan buruknya sifat seseorang banyak dipengaruhi oleh aneka macam faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.  Orang yang tadinya baik mampu berkembang menjadi orang yang buruk perangainya.  Dan begitu pun sebaliknya di mana orang yang tadinya jahat bin sadis mampu berubah secara tiba-tiba menjadi orang yang baik kebijaksanaan pekertinya.

Menjadi Orang yang Baik Hati, Sikap dan Perilaku

Menjadi orang yang baik itu jauh lebih baik daripada menjadi orang yang tidak baik.  Hal ini terlihat dari penilaian orang-orang di mana orang-orang lebih menyukai orang yang baik daripada orang yang jahat.  Demikian pula halnya dengan orang jahat pun juga amat sangat menyukai orang baik.  Jadi orang baik itu disukai semua orang, sedangkan orang yang tidak baik dibenci orang baik-baik dan juga oleh orang jahat sekali pun.

Menjadi orang baik itu lebih sulit daripada menjadi orang yang jahat.  Ada banyak aturan, nilai, norma, undang-undang, ayat, hadist, sopan santun istiada, dan lain sebagainya yang harus diikuti.  Sedangkan orang yang jahat cenderung tidak memiliki standar nilai sehingga hanya mengikuti hawa nafsu dengan menghalalkan segala cara.  Mirip dengan binatang yang hanya mengandalkan insting dan hawa nafsu tanpa berpikir panjang terlebih dahulu, yang penting enak sendiri tidak peduli orang lain mau bilang apa.

Berusaha Memberantas Keburukan dan Kejahatan

Sebaik orang baik yang baik dan benar hendaknya selalu berusaha mengajak orang lain yang belum baik untuk turut serta menjadi orang yang baik.  Sesuatu hal yang tidak baik baik berupa maksiat maupun kejahatan haruslah diberantas hingga ke akar-akarnya.  Sesuatu yang tidak baik kalau dibiarkan lama-lama mampu menyebar, membudaya dan mendarah daging sehingga dalam jangka panjang mampu menjadi penyakit masyarakat yang kronis dan sulit untuk dihilangkan hingga ke akar-akarnya.

Di samping itu sesuatu hal yang buruk kalau tidak segera diatasi dapat menimbulkan diri kita sebagai korban, baik secara pribadi maupun tidak langsung.  Orang yang jahat mampu saja menimbulkan diri kita sebagai korban objek penderita secara langsung.  Sedangkan orang jahat mampu melaksanakan aneka macam hal yang buruk kepada anak, keluarga, teman, tetangga, dan lain sebagainya sehingga secara tidak pribadi kita akan turut terkena imbas atau getahnya.  Itulah sebabnya mengapa kita harus menjadi orang yang baik dan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mencegah dan menghancurkan segala bentuk ketidakbaikan demi kebaikan diri kita sendiri maupun juga orang lain yang ada di sekitar kita.