Manfaat Tersenyum Dapat Mengobati Stres

Manfaat Tersenyum Dapat Mengobati Stres – Hadapilah dengan senyuman! Pada titik tertentu, kita semua mungkin pernah mendengar atau memikirkan sesuatu menyerupai ini ketika menghadapi situasi sulit. Merasa baik biasanya membuat kita tersenyum, tapi apakah dapat bekerja sebaliknya? Apakah tersenyum benar-benar membuat kita merasa lebih baik?
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science, ilmuwan psikologis Tara Kraft dan Sarah Pressman dari University of Kansas menyelidiki potensi manfaat tersenyum dengan melihat aneka macam jenis senyuman dan kesadaran untuk tersenyum dapat mensugesti kemampuan individu untuk pulih dari stres.
Tersenyum tidak hanya indikator nonverbal penting dari kebahagiaan tetapi juga mengindikasikan bahwa tersenyum dapat menjadi obat mujarab untuk stres yang dialami dalam kehidupan,” kata Kraft. “Kami ingin menguji apakah tersenyum memiliki manfaat kesehatan yang nyata.”
 kita semua mungkin pernah mendengar atau memikirkan sesuatu menyerupai ini ketika menghadapi Manfaat Tersenyum Dapat Mengobati Stres
Hadapilah dengan senyuman! Pada titik tertentu, kita semua mungkin pernah mendengar atau memikirkan sesuatu menyerupai ini ketika menghadapi situasi sulit. Merasa baik biasanya membuat kita tersenyum, tapi apakah dapat bekerja sebaliknya? Apakah tersenyum benar-benar membuat kita merasa lebih baik? (Credit: © Delphimages / Fotolia)
Senyum secara umum dibagi menjadi dua kategori : senyum standar, yang menggunakan otot-otot sekitar mulut, dan senyum asli atau Duchenne, yang melibatkan otot-otot di sekitar verbal dan mata. Penelitian sebelumnya telah menawarkan bahwa emosi positif dapat membantu pada dikala seseorang mengalami stres dan tersenyum dapat mensugesti emosi, namun penelitian Kraft dan Pressman merupakan yang pertama kalinya memanipulasi jenis senyuman seseorang dengan tujuan untuk mengamati efek senyuman tersebut terhadap stres.
Para peneliti merekrut 169 penerima dari sebuah universitas Midwestern. Penelitian ini melibatkan dua fase: pelatihan dan pengujian. Selama fase pelatihan, penerima dibagi menjadi tiga kelompok, dan setiap kelompok dilatih untuk melaksanakan ekspresi wajah yang berbeda. Peserta diminta untuk menahan sumpit di verbal mereka sedemikian rupa sehingga mereka melaksanakan ekspresi wajah netral, senyum standar, atau senyum Duchenne. Sumpit sangat penting perannya alasannya sumpit memaksa orang untuk tersenyum tanpa menyadari bahwa mereka melakukannya ; hanya setengah dari anggota kelompok benar-benar diperintahkan untuk tersenyum.
Untuk tahap pengujian, penerima diminta melaksanakan acara multitasking. Hal yang tidak diketahui penerima yaitu acara multitasking tersebut telah dirancang memiliki tingkat stress yang tinggi. Kegiatan perangsang stress pertama yang dilakukan penerima yaitu melacak bintang dengan tangan non-dominan (tangan yang tidak biasa digunakan) mereka dengan melihat refleksi dari bintang di cermin. Kegiatan perangsang stress kedua yaitu penerima diharuskan merendam tangan mereka dalam air es.
Selama kedua acara tersebut, penerima menahan sumpit di verbal mereka menyerupai yang telah diajarkan dalam pelatihan sebelumnya. Para peneliti mengukur detak jantung dan tingkat stres dari penerima selama fase pengujian.
Hasil studi menawarkan bahwa tersenyum benar-benar dapat mensugesti keadaan fisik seseorang ; dibandingkan dengan penerima yang melaksanakan ekspresi wajah netral, penerima yang diperintahkan untuk tersenyum dan khususnya mereka dengan senyuman Duchenne memiliki tingkat denyut jantung lebih rendah setelah pemulihan dari acara stres . Para penerima yang menahan sumpit dengan cara yang memaksa mereka untuk tersenyum, mengalami penurunan efek positif yang lebih sedikit jikalau dibandingkan dengan mereka yang melaksanakan ekspresi wajah netral.
Temuan ini menawarkan bahwa tersenyum pada dikala timbul stres dapat membantu untuk mengurangi intensitas dari respon stres terhadap tubuh, terlepas dari apakah seseorang benar-benar merasa bahagia.
“Pada dikala anda terjebak dalam lalu lintas atau mengalami stres, anda mungkin dapat mencoba untuk memegang wajah anda dan tersenyum sejenak, “ kata Pressman. Tersenyum tidak hanya akan membantu anda secara psikologis , tetapi sebetulnya dapat membantu kesehatan jantung Anda juga!”
Terima kasih atas kunjungan anda, biar artikel ini bermanfaat. Mohon berikan derma kepada kami dengan cara like, follow dan share melalui facebook, twitter, atau google +.
Referensi Jurnal :
Tara Kraft and Sarah Pressman. Grin and Bear It: The Influence of Manipulated Positive Facial Expression on the Stress Response. Psychological Science, 2012 (in press)
Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasarkan bahan yang disediakan oleh Association for Psychological Science via Science Daily (30 juli 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/