Makanan Sumber dan Fungsi Selenium (Se) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan, Pengertian, Manfaat, Kegunaan

Makanan Sumber dan Fungsi Selenium (Se) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan, Pengertian, Manfaat, Kegunaan – Selenium ialah unsur penting glutation peroksidase, suatu enzim yang peranannya sebagai antioksidan intarseluler yang sangat menyerupai dengan fungsi serupa vitamin E atau α-tokoferol. Makanan sumber selenium ialah jamur, tiram, semangka, bawang putih, bayam, ubi jalar, dan brokoli. Sebagian besar selenium dalam makanan berbentuk asam amino selenometionin. Suplemen selenium yang ditambahkan ke dalam makanan ternak berbentuk anorganik menyerupai natrium selenit.
Pengertian Selenium :
Selenium ialah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Se dan nomor atom 34. [1]
Selenometionin dan natrium selenit mempunyai potensi yang sama untuk mencegah kondisi defisiensi selenium dan dapat meningkatkan acara jaringan glutation peroksidase. Akan tetapi, selenometionin dapat meningkatkan kadar selenium dalam darah dan jarinfgan lebih tinggi dibandingkan dengan natrium selenit. Hal ini mungkin disebabkan oleh penggabungan selenometionin ke dalam struktur utama jaringan protein di daerah metionin, sehingga selenium hanya tersedia bagi hewan setelah katabolisme asam amino selenium.
Selenium ini berfungsi sebagai simpanan yang tak teratur atau pool buffer yang menyediakan selenium dari dalam badan apabila penyediaan selenium dari pakan terhenti. Hanya satu fungsi enzimatik selenium yang diketahui.
Selenium ialah unsur penting dari glutation peroksidase. Enzim ini dapat menghancurkan hidrogen peroksida dan hidrioperoksidahidroperoksida organik dengan pengurangan ekuivalen dari glutation.
Peranan fisiologis yang pasti dari glutation peroksidase yang bergantung pada selenium masih belum terang karena katalase juga bisa memindahkan hidrogen peroksida dan glutation peroksida yang tidak bergantung pada selenium juga bisa memindahkan hidroperoksida organik. Makara selenoenzim mungkin berfungsi sebagai penahan oksidan tetapi fungsi alternatif juga telah ada.
Defisiensi / kekurangan selenium menjadikan dilatasi jantung dan menjadikan payah jantung kongestif. Defisensi pada ayam menjadikan diatesis eksudatif. Vitamin E dapat mencegah kejadian tersebut, disamping faktor III. Yang mengandung selenium organis. Selenium mempunyai pengaruh penting terhadap metabolisme merkuri. Hewan yang defisien selenium lebih rentan terhadap keracunan metil merkuri dan merkuri anorganik. Mekanisme keracunan selenium hingga dikala ini belum diketahui. Tanda dini keracunan selenium ialah nafas berbau bawang putih akhir pengeluaran dimetilselenida.
Anda sekarang sudah mengetahui Fungsi Selenium. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

DAFTAR PUSTAKA PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK

Artikel ini merupakan bahan yang ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, Ms. (Fakultas Peternakan-perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Buku Ajar Berjudul “PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK” tahun 2006.

Referensi Lainnya :

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Selenium


Sumber http://www.nafiun.com/