Macam Penyebab/Alasan Orang Mengambil Cuti Tidak Masuk Kerja

Tidak masuk kerja pada hari kerja yaitu sesuatu hal yang wajar terjadi di dalam suatu lingkungan kerja.  Ada banyak sekali alasan penyebab seseorang tidak masuk kerja, yakni ibarat sakit, izin, cuti dan alpa.  Seorang pekerja atau pegawai berhak mengajukan izin tidak masuk kerja alasannya yaitu sakit apabila memiliki surat izin tidak masuk kerja dari dokter.  Seseorang dibolehkan mengajukan izin dan cuti tidak masuk kerja apabila telah diizinkan oleh pimpinan di tempatnya bekerja.  Apabila seseorang tidak masuk kerja tanpa keterangan berita, maka orang tersebut akan dianggap alpa.

Cuti yaitu izin tidak masuk kerja yang diberikan kepada seseorang yang permohonan izin cutinya diterima oleh pimpinan perusahaan atau instansi di daerah orang tersebut bekerja.  Sebelum cuti seseorang harus membuat surat permohonan cuti kepada daerah ia bekerja untuk dipelajari dan diputuskan apakah cutinya disetujui atau tidak.  Jika cuti disetujui maka secara otomatis pekerjaan yang ada dilimpahkan kepada sahabat kerjanya atau mampu juga dibiarkan begitu saja hingga yang bersangkutan masuk kerja kembali.  Biasanya kalau jatah cuti tidak diambil, maka jatah cutinya mampu hilang alias hangus tidak mampu diambil di tahun berikutnya.

Berbagai Hal yang Menyebabkan Seseorang Mengambil Cuti Tidak Masuk Kerja :

1. Ada anggota keluarga sedang sakit
2. Ingin pulang kampung alias mudik
3. Ada program keluarga yang harus dihadiri
4. Ada keperluan yang harus dilaksanakan
5. Ingin istirahat dari banyak sekali pekerjaan
6. Malas masuk kerja di hari kejepit nasional (harpitnas)
7. Ingin libur sesuai dengan hari libur anak-anak
8. Izin tidak masuk yang berkepanjangan sehingga jatah cutinya dipotong
9. Ingin ibadah menjalankan perintah agama (haji, umrah, dll)
10. Ingin sekedar menghabiskan jatah cuti yang tersisa, dan lain-lain

Jatah cuti seseorang mampu berkurang dengan sendirinya apabila terdapat hari-hari kerja yang ditetapkan sebagai hari cuti bersama oleh pemerintah Republik Indonesia.  Hari-hari cuti bersama dapat ditetapkan sebelum tahun dimulai atau pun ditetapkan secara mendadak pada tahun berjalan.  Hari-hari cuti bersama mampu saja ditetapkan oleh suatu perusahaan yang hanya diberikan kepada para pegawainya sesuai dengan komitmen dengan para pegawai.

Mengambil cuti sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan direncanakan secara matang.  Jangan gegabah menghabiskan jatah cuti di awal tahun sehingga tidak dapat mengambil cuti lagi di bulan-bulan berikutnya hingga tahun berakhir.  Pergunakan cuti awal tahun sebaik mungkin untuk hal-hal yang memang bersifat darurat atau mendesak.  Di simpulan tahun barulah mampu sesukanya mengambil cuti untuk banyak sekali keperluan termasuk hanya sekedar santai-santai di rumah untuk menghabiskan jatah cuti yang tersisa.