Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)


1. Pengertian LKBB
Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) ialah tubuh usaha yang melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang keuangan dan menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya ke masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan. LKBB didirikan dengan tujuan untuk mendorong pengkembangan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan ekonomi lemah.
2. Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang beroperasi di Indonesia ketika ini ialah lembaga pembiayaan, perusahaan perasuransian, dana pensiun, perusahaan pegadaian, dan pasar modal.
a. Lembaga Pembiayaan
Lembaga pembiayaan ialah badan-badan usaha yang melaksanakan aktivitas pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara pribadi dari masyarakat.

Berikut ini ialah jenis-jenis usaha lembaga pembiayaan.
1) Sewa Guna Usaha (Leasing)
Leasing ialah aktivitas pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee (nasabah) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Perusahaan leasing dapat diselenggarakan oleh tubuh usaha yang bangun sendiri. Adapun keterbatasan usaha leasing ialah tidak boleh melaksanakan aktivitas yang dilakukan oleh bank, menyerupai menyampaikan simpanan kredit dalam bentuk uang.

2) Modal Ventura
Modal ventura ialah aktivitas usaha pembiayaan jangka panjang dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang mendapatkan pertolongan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.

3) Anjak Piutang
Anjak piutang ialah aktivitas usaha pembiayaan dalam bentuk pembiayaan dan atau pengalihan, serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dalam transaksi perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

4) Pembiayaan Konsumen
Pembiayaan konsumen ialah aktivitas usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang-barang kebutuhan konsumen dengan cara pembayaran angsuran atau berkala. Contoh: FIF, Busan Automotif Finance (BAF), ADIRA, dan lainlain.


b. Perusahaan Perasuransian
Usaha asuransi merupakan usaha yang menyampaikan perlindungan pada tertanggung bila terjadi risiko di masa mendatang. Apabila risiko tersebut benar-benar terjadi, maka pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai yang dijanjikan antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Usaha asuransi ini menghimpun dana dari masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi. Premi asuransi ialah sejumlah uang yang dibayarkan oleh pihak tertanggung kepada penanggung (perusahaan asuransi) secara periodik. Perjanjian antara pihak tertanggung dengan penanggung diatur dalam polis asuransi. Jadi, polis asuransi ialah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi. Polis asuransi juga berfungsi sebagai bukti pembayaran premi kepada penanggung. Jenis-jenis usaha asuransi yang berkembang di Indonesia antara lain:
1) Asuransi Kerugian
Asuransi kerugian yaitu usaha yang menyampaikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Contohnya asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi pengangkutan, asuransi penerbangan, asuransi gangguan usaha, asuransi kredit, dan lain-lain.
2) Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa ialah jasa penanggulangan risiko yang berkaitan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Contohnya asuransi berjangka, asuransi tabungan, dan sebagainya.
3) Reasuransi
Reasuransi ialah pertanggungan ulang atau asuransi yang diasuransikan.
4) Asuransi Sosial
Asuransi sosial ialah jasa pertanggungan yang diberikan kepada penerima yang meninggal cacat, atau pensiun. Contohnya, PT Taspen (Tabungan Asuransi Pegawai Negeri), Jamsostek (Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja).


c. Dana Pensiun
Orang yang memperoleh pensiunan berarti ia memperoleh sejumlah uang setiap bulan, walaupun sudah tidak bekerja. Apa yang dimaksud dana pensiun? Dana pensiun ialah dana yang disediakan pemerintah atau perusahaan bagi para pegawai negeri atau para karyawan sebagai tabungan untuk hari tua. 
Dana pensiun terkumpul melalui pemotongan gaji pegawai atau karyawan setiap bulan ketika pegawai atau karyawan tersebut masih aktif bekerja. Dana yang terkumpul tersebut lalu dikelola oleh lembaga dana pensiun untuk disalurkan kembali kepada masyarakat. Penyaluran dana tersebut dapat dilakukan dengan meminjamkan kepada perorangan maupun tubuh yang memerlukan.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi lembaga dana pensiun, antara lain sebagai daerah menghimpun dana masyarakat yang sifatnya jangka panjang dan sebagai daerah yang menyampaikan manfaat pensiun bagi peserta. 

Perusahaan dana pensiun yang mengelola dan menjalankan jadwal pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil ialah PT Taspen.
d. Pegadaian
Di Indonesia, usaha pegadaian secara legal dimonopoli oleh satu tubuh usaha saja, yaitu Perum Pegadaian. Sesuai dengan mottonya “Mengatasi Masalah tanpa Masalah”, Perum Pegadaian mempunyai tujuan menyediakan dana dengan prosedur yang sederhana kepada masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah untuk aneka macam tujuan, menyerupai konsumsi, produksi, dan lain-lain. 
Keberadaan Perum Pegadaian dapat menekan munculnya lembaga keuangan nonformal yang cenderung merugikan masyarakat menyerupai pengijon, pegadaian gelap, rentenir, dan lain-lain. Kegiatan pembiayaan dalam bentuk pemberian pinjaman didasarkan atas hukum gadai. Gadai ialah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak.
Berikut ini beberapa produk dan jasa Perum Pegadaian yang ditawarkan kepada masyarakat.
1) Pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai.
2) Penaksiran nilai barang.
3) Penitipan barang.
4) Jasa lain menyerupai kredit pegawai, gold couter atau daerah penjualan emas, dan lain-lain.
e. Pasar Modal
Pengertian pasar modal ialah pasar yang mempertemukan pihak yang menyampaikan dan yang memerlukan dana jangka panjang dalam bentuk surat bukti utang jangka panjang (obligasi), surat tanda penyertaan modal (saham), atau surat berharga lainnya dengan jangka waktu satu tahun ke atas.
Pihak penawar ialah perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank-bank tabungan. Sementara itu, pihak yang memerlukan dana ialah pengusaha, pemerintah, dan masyarakat umum. 
Dalam pengertian sempit, pasar modal dapat disamakan dengan bursa efek. Bursa efek ialah pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli efek secara pribadi maupun tidak langsung. Adapun yang dimaksud efek ialah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan. Contohnya, saham, obligasi, surat pengesahan utang, dan lain-lain. 
Bursa efek di Indonesia ialah Bursa Efek Indonesia yang merupakan gabungan dari Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.