Legenda Pulau Kambang


Alkisah, dahulu kerajaan Banjar pernah mengalami zaman keemasan. Pada waktu itu rakyat hidup tenteram, damai, dan makmur. Itulah sebabnya kelompok dagang Belanda bermaksud memperluas kawasan dagangnya sampai ke kerajaan Banjar.
Tentu saja Raja menolak undangan Belanda tersebut. Pihak Belanda beberapa kali membujuk Raja Banjar agat memperbolehkan kapalnya berlabuh di kawasan Banjar. Namun, usaha itu sia-sia belaka. Akhirnya, belanda menempuh jalan kekerasan. Raja Banjar pun juga menyiapkan pasukannya untuk berjaga-jaga menghadapi pasukan Belanda yang kemungkinan akan menyerang daerahnya karena tidak terima terhadap penolakan Raja. 

Pertempuran tak dapat dielakkan lagi. Pasukan Banjar dengan gagah berani menyerbu kapal Belanda yang pada ketika itu berlabuh di muara Sungai Barito. Dengan keberaniannya, pasukan kerajaan berhasil menguasai dan menenggelamkan kapal pasukan Belanda.

Beberapa lama kemudian, di tempat ditenggelamkannya kapal Belanda muncul pulau. Pulau itu banyak ditumbuhi kembang berwarna-warni. Karenanya, Pulau itu dinamakan Pulau Kambang. Orang Banjar percaya bahwa Pulau Kambang berasal dari kapal Belanda yang tenggelam itu.

Legenda Pulau Kambang ini mengisahkan Raja Banjar yang mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari serangan pihak asing. Dalam Legenda tersebut dikisahkan bahwa suatu ketika kelompok dagang Belanda hendak memperluas kawasan perdagangannya ke kerajaan Banjar. Niat itu ditolak oleh Raja Banjar. Akibatnya, terjadi pertempuran antara pasukan kerajaan Banjar dan pasukan Belanda. Pasukan kerajaan Banjar dengan gagah berani menyerbu pasukan Belanda, mereka berhasil menguasai dan menenggalamkan Kapal Belanda.

Berdasarkan isi dongeng di atas dapat disimpulkan bahwa seorang penguasa atau pemimpin yang baik yakni orang yang bisa mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Sebagai penguasa atau pemimpin (raja, presiden, gubernur, atau yang lain), kita harus bisa dan wajib mempertahankan kedaulatan wilayah yang kita pimpin, jika perlu sampai titik darah penghabisan.

Sumber: Kisah Rakyat Banjar