Kriteria Ciri-Ciri Tempat Meminjam Uang / Berhutang Uang yang Baik

Di ketika terdesak akan kebutuhan ekonomi yang menghimpit, seseorang diperbolehkan untuk mencari pertolongan baik dalam bentuk uang maupun barang dari orang lain.  Hutang telah menjadi hal yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari.  Tidak hanya orang yang berada dalam kesulitan ekonomi saja yang terbiasa berhutang, sebab orang-orang kaya pun juga tidak kalah sering dalam melaksanakan kegiatan berhutang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Dalam melaksanakan kegiatan hutang piutang kita tidak boleh sembarangan.  Salah memilih daerah meminjam uang dapat membuat hidup kita menjadi sengsara akhir kejahatan dari pihak yang menawarkan hutang.  Selain itu janganlah kita melanggar pemikiran agama kita dalam acara pinjam meminjam uang dan barang, sebab salah-salah kita bisa menerima dosa dari Tuhan SWT Tuhan semesta alam.  Usahakan untuk pintar-pintar mencari daerah berhutang atau meminjam uang demi kebaikan kita, keluarga kita serta masyarakat yang ada di sekitar kita.
Beberapa Kriteria atau Ciri Tempat Untuk Mendapatkan Pinjaman Uang yang Baik :
1. Tidak Melakukan Riba
Jika kita diharuskan untuk membayar sejumlah uang tertentu di luar uang yang harus kita kembalikan, maka kelebihan itu ialah riba.  Riba itu dosanya ialah dosa besar.  Bunga pertolongan ialah salah satu bentuk riba yang paling terkenal.  Riba biasanya terdapat pada bank (rentenir modern), lintah darat (rentenir biasa), koperasi, dan juga perorangan maupun perkumpulan.  Pinjamlah uang dari orang yang tidak mensyaratkan pengembalian lebih dari uang yang kita pinjam dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan antara pihak yang meminjam dan pihak yang memberi pinjaman.  Saat mengembalikan juga sebaiknya tidak menawarkan tanda terima kasih dalam bentuk apa pun kecuali dalam bentuk ucapan dan doa kepada pemberi pinjaman.
2. Meminjam Dari Orang Baik yang Mempunyai Harta Berlebih
Sebaiknya kita meminjam dari orang yang memiliki perilaku yang baik dalam masyarakat serta memiliki kelebihan harta.  Orang baik yang berkelebihan harta biasanya tidak merasa keberatan jikalau ada orang lain yang bermaksud untuk meminjam harta yang dimilikinya.  Orang yang baik pun juga tidak akan mempersoalkan apabila uang yang dipinjam tidak lancar pengembalian cicilannya atau meleset dari agenda pelunasan yang seharusnya.  Seorang gemar memberi yang baik justru merasa senang meminjamkan kelebihan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan tanpa pamrih sebab hanya mengharap jawaban pahala dari Tuhan SWT.
3. Atas Dasar Kepercayaan
Pihak yang baik dalam memberi pertolongan ialah pihak yang memberi pertolongan atas dasar kepercayaan saja.  Si pemberi pertolongan dana atau pun barang tidak mensyaratkan aneka macam hal yang memberatkan orang yang meminjam ibarat syarat adanya barang jaminan, rekomendasi seseorang, surat perjanjian hutang piutang dengan saksi-saksi, survey, surat keterangan / surat pengantar, dan lain sebagainya.  Pemberi pertolongan pun memiliki sifat nrimo dan tabah apabila si peminjam tidak bisa mengembalikan pinjamannya pada ketika memasuki jatuh tempo.  Bahkan jikalau memang tidak bisa sama sekali mengembalikan pinjaman, maka si peminjam akan mengikhlaskan pinjamannya sebagai sedekah kepada peminjam, selama si peminjam benar-benar menghadapi kesulitan dalam hidupnya.
4. Uang yang Sebenarnya Untuk Keadilan
Ada baiknya benda yang dihutang piutangkan dalam bentuk mata uang emas dan perak (dinar dan dirham) biar sesuai dengan syariat agama islam.  Uang kertas dan logam ialah sesuatu yang tidak tahan gempuran inflasi.  Jika pada ketika meminjam uang nilainya setara dengan seekor sapi, pada ketika pengembalian mungkin nilainya bisa turun sehingga hanya setara dengan satu ekor kambing saja.  Jika pinjam meminjam dilakukan dengan dinar atau dirham maka nilainya akan relatif stabil sehingga akan terjadi keadilan baik kepada orang yang meminjam maupun orang yang meminjamkan.
Itulah tadi beberapa ciri dari daerah untuk menerima hutang atau kasbon yang baik, biar kita selamat dari keburukan dunia dan juga keburukan akhirat.  Kurang lebihnya mohon maaf, semoga anda berhasil menerima pertolongan dari pihak yang baik serta bisa mengembalikan pertolongan tersebut tanpa disertai oleh kesulitan apa pun.  Terima kasih.