Konjungsi: Macam-Macam Ciri dan Disertai Contohnya

Apa itu konjungsi? Jika aku bertanya hal tersebut pada sahabat pasti kebanyakan dari sahabat sudah mengetahuinya, konjungsi yaitu kata sambung atau kata penghubung. Jawaban yang tepat!!!

Namun, bila aku bertanya kembali pengertian konjungsi secara lebih spesifik, apa balasan sobat?

Oke semua kembali lagi di blog sederhana aku ini. Pada artikel ini aku akan membuatkan materi bahasa Indonesia yang pasti sudah tidak abnormal lagi bagi sahabat semua.

Ya kata penghubung.

Nah untuk menjawab pertanyaan aku diatas tadi apa itu kata hubung atau apa itu kata penghubung dalam penjelasan spesifik? baiklah silahkan sahabat baca pengertiannya dibawah ini.

Ciri-Ciri Konjungsi


Konjungsi adalah 

kata peran yang berguna untuk menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru), adapun kata penghubung antar paragraf letaknya di awal paragraf.

Jika sahabat tidak puas dengan penjelasan konjungsi dari saya, silahkan sahabat simak pengertiannya versi Wikipedia.

Konjungsi yaitu kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya dan tidak untuk tujuan atau maksud lain.

Untuk lebih jelasnya perihal pengertian dari konjungsi, silahkan klik disini

Nah bila sahabat sudah paham, mari kita lanjutkan….

Saya mengerti bila sebagian dari sahabat mungkin sudah mengetahui beberapa hal yang akan aku sampaikan disini, untuk itu aku akan membuat sebuah list yang bisa sahabat gunakan untuk membaca materi mana yang ingin sahabat pelajari. Berikut listnya.

List Materi Konjungsi (klik materi yang ingin dipelajari)

# Macam-Macam Konjungsi
Yang akan sahabat pelajari:

  • Konjungsi Intrakalimat 
  • Konjungsi Antarkalimat
  • Konjungsi Antarparagraf

# Macam-Macam Konjungsi Berdasarkan Fungsinya
Topik-topik yang sering keluar:

  • Konjungsi Temporal (Waktu)
  • Konjungsi Korelatif
  • Konjungsi Pertentangan (Perlawanan)
  • Konjungsi Penambahan
  • dan masih banyak lagi
Nah bila sahabat sudah siap untuk belajar, eksklusif saja kita menuju ke point pertama yaitu mengenai macam-macam konjungsi, silahkan disimak.

Macam-Macam Konjungsi atau Kata Hubung

Macam-Macam Konjungsi dan Contohnya
Kata penghubung yaitu materi yang cukup kompleks, itulah mengapa hampir pada setiap jenjang dingklik SMA mulai dari kelas 10 hingga kelas 12, selalu ada materi ini dalam bahasa Indonesia, karena memang pembagiannya yang cukup banyak.
Nah yang pertama kita bicara pembagian konjungsi secara umum atau aku sering menyebutnya secara sederhana, ada 3 yaitu intrakalimat, antarkalimat, dan antarparagraf.
Perbedaannya apa tuh?
Oke, untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut…

# Konjungsi Intra Kalimat
Konjungsi intrakalimat atau disebut juga konjungsi antarklausa fungsinya untuk menghubungkan klausa induk dan klausa anak yang mana letaknya umumnya dibagian tengah-tengah kalimat. Didalam kata hubung antarklausa atau intrakalimat ini terdapat pembagian lagi, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Untuk lebih jelasnya silahkan sahabat simak ulasan dibawah :
 Konjungsi Koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan 2 klausa atau lebih yang memiliki status sederajat atau sama. Untuk pola konjungsi koordinatif sendiri antara lain : dan, tetapi, atau, lalu, kemudian, melainkan, padahal, sedangkan.

Oke, kata hubung koordinatif ini sering sekali dicari oleh sobat-sobat aku SMA, nah untuk itu aku telah membuat penjelasan yang lebih detail lagi, sahabat bisa cek lewat link berikut: Penjelasan Lengkap Konjungsi Koordinatif dan Contoh.

➽ Konjungsi Subordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan 2 klausa atau lebih yang memiliki status tidak sederajat. Untuk pola konjungsi subordinatif silahkan sahabat simak berikut ini : jika, andai, bagai, ketika, sejak, karena, mirip sehingga, setelah, seperti, kalau, supaya.

Kata penghubung subordinatif masih dibagi lagi menjadi beberapa, silahkan simak dibawah ini.

* Jenis-Jenis Kata Hubung Subordinatif  *
  • Hubungan waktu – contohnya : ketika, setelah, sehabis, sesudah, selesai, sementara, tatkala, sambil, sampai, selama, seraya, selagi, biar, sejak.
  • Hubungan syarat – contohnya : asal, bila, asalkan, manakala, jika, jikalau.
  • Hubungan pengandaian – contohnya : sekiranya, seumpamanya, andaikan, seandainya.
  • Hubungan tujuan – contohnya : supaya, agar, biar.
  • Hubungan konsesif – contohnya : sekalipun, biarpun, kendatipun, walaupun, sungguhpun, walau.
  • Hubungan pemiripan – contohnya : seperti, seakan-akan, laksana, seolah-olah, bagaikan, sebagai.
  • Hubungan penyebaban – contohnya : karena, sebab, oleh karena.
  • Hubungan pengakibatan – contohnya : maka, sehingga, makanya, sampai-sampai, karenanya.
  • Hubungan penjelaan – contohnya : bahwa.
  • Hubungan cara – contohnya : melalui, dengan.

# Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat yaitu kata hubung yang menghubungkan 2 kalimat atau lebih. Kata penghubung antarkalimat ini difungsikan untuk menyatakan maka yang berbeda-beda. Kata hubung antarkalimat dapat diletakkan di awal kalimat, atau setelah tanda titik, tanda seru dan tanda tanya. 
Untuk lebih jelasnya silahkan sahabat simak pola konjungsi antarkalimat dibawah ini:
Keterangan goresan pena dibawah: Kata {Penjelasan}
  • Sebaliknya {mengacu pada kebalikan dari yang telah dinyatakan sebelumnya}.
  • Sesungguhnya, bahwasannya {mengacu pada keadaan sebenarnya}
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula {menyatakan adanya hal, peristiwa atau keadaan lain diluar yang telah dinyatakan sebelumnya}.
  • Akan tetapi, tetapi, namun, kecuali itu {menyatakan keadaan pertentangan dengan kondisi sebelumnya}.
  • Biarpun demikian, sekalipun demikian, walaupun demikian, meskipun demikian {menyatakan kesediaan untuk melaksanakan suatu hal yang berbeda atau bertentangan dengan yang sudah dinyatakan sebelumnya}.
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula {menyatakan adanya hal, peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya}.
  • Kemudian, setelah itu, selanjutnya, sesudah itu {menyatakan kelanjutan dari suatu peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya}.
  • Dengan demikian {Menyatakan konsekuensi}
  • Oleh karena itu, oleh karena itu {menyatakan akibat}
  • Sebelum itu {menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya}

# Konjungsi Antarparagraf

Konjungsi antarparagraf yaitu kata penghubung yang menghubungkan pargaraf satu dengan yang lainnya. Biasanya terletak pada awal kalimat.

Macam-Macam kata penghubung antarparagraf:

  • Terlebih lagi …
  • Disamping …
  • Tak hanya sebagai …
  • Oleh karena itu …
  • Berdasarkan …

Contoh konjungsi antarparagraf:

Kucing yaitu binatang yang sering kita jumpai disekitar kita. Hampir semua kawasan entah itu pedesaan ataupun perkotaan, selalu terdapat kucing entah itu kucing liar atau kucing yang sengaja dipelihara. Hewan kucing sangat mudah menyesuaikan diri di wilayah tropis, ya salah satunya Indonesia ini.

Selain itu, kucing juga mempunyai kemampuan reproduksi yang sangat baik, kau bisa dilihat dengan banyaknya anak dalam sekali masa kelahiran saja. Biasanya terdapat 3 hingga 5 anak tiap kelahiran yang mana menjadi jumlah yang cukup banyak dengan intensitas kelahiran yang cukup cepat.

Terlebih lagi, kucing juga sangat bersahabat dengan insan dan malah sebagian orang menyebabkan kucing sebagai binatang peliharaan karena kelucuan dan kemanjaannya.

Oleh karena itu, populasi kucing tetap terjaga selain karena tingkat reproduksi yang cepat, hewan ini juga tidak menjadi hewan konsumsi karena aneka macam larangan, mulai dari larangan agama hingga larangan lain.

Macam-Macam Konjungsi Berdasarkan Fungsi

➽ Konjungsi Temporal (Waktu)
yaitu kata hubung yang fungsinya untuk menjelaskan kekerabatan waktu antar peristiwa. Ada 2 konjungsi temporal, yaitu sederajat dan tidak sederajat.

Untuk konjungsi temporal sudah aku bahas dengan sangat gamblang dan terang pada artikel aku dibawah ini, silahkan klik link berikut: Contoh Konjungsi Temporal Sederajat dan Tidak Sederajat.

➽ Konjungsi Perbandingan
yaitu kata penghubung yang fungsinya untuk menghubungkan 2 hal dengan cara membandingkan keduanya. Contoh kata hubung perbandingan yang sering digunakan antara lain : bagai, ibarat, seperti, bagaikan, umpama, sebagai.

➽ Konjungsi Sebab (kausal)
yaitu kata hubung yang fungsinya untuk menandakan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu karena tertentu. Bisa dilihat dengan cara melihat anak kalimat dan induk kalimat. Kalau anak kalimat ditandai dengan kata penghubung sebab, maka induk kalimat berupa akibat. Kata yang sering digunakan antara lain : karena itu, sebab, karena, karena itu.
➽ Konjungsi Akibat (konsekutif)
yaitu kata penghubung yang fungsinya untuk menyampaikan bahwa suatu hal terjadi karena akhir dari hal yang lain. Kata-kata yang sering digunakan antara lain : akibatnya, sehingga, sampai. Untuk konjungsi karena akhir ini cukup penting jadi harap diperhatikan dengan detail.
➽ Kata Hubung Urutan
yaitu kata hubung yang fungsinya untuk menyampaikan urutan suatu hal. Contohnya : mula-mula, kemudian, lalu.
➽ Konjungsi Pertentangan
yaitu kata penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan 2 episode kalimat sederajat, namun dengan mempertentangkan kedua episode tersebut. Contohnya : sedangkan, sebaliknya, melainkan, padahal, tetapi, namun.
➽ Konjungsi Aditif (gabungan)
yaitu kata hubung yang berfungsi untuk menggabungkan 2 kata, frasa, klausa atau kalimat yang kedudukannya sederajat. Contohnya : serta, dan, lagi pula.
➽ Konjungsi Syarat Syarat
yaitu kata penghubung yang fungsinya untuk menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi karena syarat-syaratnya telah dipenuhi. Contoh : apabila, asalkan, kalau, jika, bilamana, jikalau.
Konjungsi Tak Bersyarat
yaitu kata hubung yang berfungsi untuk menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Contoh : biarpun, meskipun, walaupun.