Kemosintesis Bakteri Nitrifikasi, Belerang, Besi, Hidrogen dan Metana, Pengertian, Proses, Contoh, Reaksi

Kemosintesis Bakteri Nitrifikasi, Belerang, Besi, Hidrogen dan Metana, Pengertian, Proses, Contoh, Reaksi  – Kita telah mengetahui bahwa proses fotosintesis pada tumbuhan hijau bisa mensintesis (membentuk/menghasilkan) karbohidrat dengan derma energi cahaya. Lalu, apa saja senyawa yang diharapkan untuk membentuk karbohidrat? Senyawa tersebut ialah CO2 dan H2O. Proses sintesis ini menggunakan energi kimia yang dihasilkan selama oksidasi biologi substansi kimia tertentu. Tumbuhan hijau bisa melaksanakan sintesis karbohidrat alasannya tumbuhan memiliki klorofil.

Lalu, bagaimanakah dengan organisme yang tidak memiliki klorofil, ibarat beberapa jenis basil tidak berklorofil? Apakah organisme tersebut bisa melaksanakan pembentukan karbohidrat?

Jawabannya, ya, mereka bisa melaksanakan sintesis tersebut melalui proses yang disebut kemosintesis.

Kemosintesis ialah salah satu bentuk asimilasi karbon, di mana reduksi CO2 berlangsung pada kondisi gelap (tanpa cahaya), reduksi ini menggunakan energi yang hanya diperoleh dari hasil oksidasi. Salah satu hal yang menjadi catatan penting dari proses kemosintesis ialah energi dari hasil reaksi oksidasi digunakan oleh basil pada tahapan fosforilasi dan selanjutnya digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi senyawa organik.

Kemosintesis terjadi pada basil nitrifikasi, basil besi, basil belerang, serta basil metan dan basil hidrogen.

a. Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi
Beberapa genus basil nitrifikasi ialah basil Nitrosomonas, Nitrobacter, Nitrosococcus, dan Bactoderma. Apa sajakah kemampuan beberapa genus basil nitrifikasi tersebut? Nitrosococcus dan Nitrosomonas (bakteri nitrat) merupakan basil nitrifikasi yang bisa mengoksidasi amonia menjadi nitrit.
Nitrosomonas
2NH2 + 3O2
———————->
HNO2 + 2H2O + energi (158 kkal)
Bactoderma dan Nitrobacter (bakteri nitrat) memiliki kemampuan untuk mengoksidasi nitrit menjadi nitrat pada kondisi aerob.
Nitrobacter
2HNO2 + O2
 ——————–>
2HNO3 + energi (43 kkal)
b. Kemosintesis oleh Bakteri Belerang
Bakteri sulfur dikelompokkan menjadi 5 gurp utama, namun kita hanya akan membahas kemosintesis pada basil sulfur ototrofik tanpa pigmen, teladan Beggiatoa dan Thiospirillum.
Beggiatoa dan Thiospirillum dapat ditemukan pada sumber mata air panas yang memiliki kandungan senyawa hidrogen sulfida. Kelompok basil ini bisa mengoksidasi logam sulfida menjadi sulfur dengan persamaan reaksi ibarat berikut ini.
Beggiatoa / Thiospirillum
2H2S + O2
——————————–>
2S + 2H2O + energi (122,2 kkal)
Apa yang terjadi jikalau cadangan hydrogen sulfida (H2S) tersebut habis? Endapan sulfur (S) akan dioksidasi menjadi asam sulfat (H2SO4).
2S + 2H2 + 3O2 → 2H2SO4 + energi (284,4 kkal)

Beberapa genus dari basil besi ibarat misalnya Crenothrix, Leptothrix, Galionella, Spiruphyllum, Cladothrix, dan Ferrobacillus bisa mengoksidasi ion ferro menjadi ion ferri.
2Fe (HCO3)2 + H2O + O → 2Fe (OH)3 + 4CO2 + energi (29 kkal)
4FeCO3 + O2 + 6H2O → 4Fe (OH)3 + 4CO2 + energi (81 kkal)
d. Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana
1) Bakteri Hidrogen
Salah satu spesies dari basil hidrogen, yaitu Bacillus panctotrophus bisa tumbuh pada medium anorganik yang memiliki kandungan senyawa hidrogen, CO2, dan O2. Selain itu, basil ini juga bisa mengoksidasi hidrogen dengan membebaskan (menghasilkan) energi. Selanjutnya, nergi ini dapat digunakan pada reaksi kemosintesis berikut ini.
2H2 + O2 → 2H2O + energi (137 kkal)
2H2 + CO2 + energi (115 kkal) → (CH2O) + H2O
Methanonas ialah salah satu teladan basil metana yang dapat mengoksidasi metana menjadi CO2. Bakteri aerob ini memperoleh karbon dan energi dari senyawa metana. Perhatikan reaksi berikut.
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O + energi
Energi yang dihasilkan pada proses kemosintesis tersebut digunakan untuk proses fosforilasi dan reduksi CO2 menjadi karbohidat.
Anda sekarang sudah mengetahui Kemosintesis Bakteri Nitrifikasi, Kemosintesis Bakteri Belerang, Kemosintesis Bakteri Besi, Kemosintesis Bakteri Hidrogen dan Kemosintesis Bakteri Metana. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :
Sembiring, L dan Sudjino. 2009. Biologi : Kelas XII untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.


Sumber http://www.nafiun.com/