Jenis-Jenis Sejarah : Politik, Ekonomi, Kebudayaan, Teknologi, Sosial, Pendidikan, Dunia, Nasional Indonesia

Artikel dan Makalah wacana Macam-macam / Jenis-Jenis Sejarah : Politik, Ekonomi, Kebudayaan, Teknologi, Sosial, Pendidikan, Dunia, Nasional Indonesia – Majunya ilmu pengetahuan maka berimbas terhadap makin beraneka ragamnya kajian topik sejarah yang diteliti oleh para ahli. Tema sejarah menjadi terbagi menjadi beberapa jenis yang didasarkan pada objek yang dikaji, wilayah yang menjadi kajian, dan aspek-aspek lain. Jenis sejarah berdasarkan tema misalnya, menyangkut sejarah politik, sejarah perekonomian, sejarah sosial dan sejarah pendidikan. Sementara jenis sejarah berdasarkan wilayah kajian, misalnya sejarah Indonesia, Sejarah Asia Timur, Sejarah Eropa. Lalu jenis sejarah berdasarkan cakupan wilayah pembahasan misalnya, Sejarah Dunia, Sejarah Nasional dan Sejarah Lokal.
Di bawah ini akan diberikan beberapa deskripsi yang berkaitan mdengan jenis sejarah berdasarkan objek atau tema yang dikaji.
1. Sejarah Politik
Sejarah politik merupakan sejarah yang membicarakan soal keterkaitan insan dengan pemerintahan. Bentuk sejarah politik yang lama ialah sejarah kerajaan. Datangnya bangsa Barat yang mengakibatkan sistem penjajahan di Indonesia juga memperkaya penulisan sejarah politik.
2. Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi merupakan sejarah mengenai perekonomian. Pada awalnya masyarakat yang sederhana mencukupi kebutuhan hidupnya dengan mengambil dari apa yang ada di alam sekitarnya (food gathering). Berkat kecerdasan yang dimiliki dan alasannya kebutuhan yang terus meningkat maka insan mulai menghasilkan materi makanan yang diharapkan (food producing). Pada mulanya, sistem ladang yang dikerjakan kemudian sistem sawah sehingga kebutuhannya makin mudah dapat dipenuhi.
Setelah korelasi ekonomi dengan luar dilakukan, orang mulai mengusahakan perkebunan yang penghasilannya lebih tinggi. Sementara itu, insan mulai mengusahakan guna memenuhi kebutuhan yang bersifat sekunder. Makin luasnya korelasi dengan dunia luar maka acara ekonomi ditingkatkan menjadi industri. Hubungan antarbangsa memungkinkan dilakukan perdagangan yang lebih luas sehingga mencapai tingkat dunia.
Sejarah kebudayaan merupakan sejarah wacana kebudayaan. Dengan kebudayaan, kebutuhan fisik insan dapat tercukupi. Hal itu dapat diwujudkan alasannya insan mempunyai nalar dan budi sehingga berbeda dengan hewan yang hidupnya sekadar naluriah dan alamiah. Apabila kebutuhan pokok (basic needs) sudah terpenuhi, insan mulai ingin menikmati kebutuhan psikisnya dengan menikmati hasil budaya, di antaranya kesenian. Timbullah sejarah kesenian ibarat seni suara, seni tari, seni ukir.
4. Sejarah Teknologi
Sejarah teknologi menggambarkan bagaimana insan menciptakan cara atau alat-alat biar apa yang dikehendaki mudah diperoleh. Ditinjau dari cara membuat sesuatu, pada mulanya insan menggunakan tangan. Demi kebutuhan yang terus meningkat, dipergunakan mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efektif. Teknologi yang dipergunakan terus meningkat secara cepat. Semula ditemukan sumber tenaga berupa uap kemudian berkembang pada bentuk gas dan hasilnya atom. Industri pun berkembang cepat sehingga timbul revolusi industri. Kemajuan teknologi yang sekarang dinilai menakjubkan ialah kemajuan dalam bidang biologi berupa kloning dan elektronik berupa mkomputer dan telekomunikasi.
5. Sejarah Sosial
Sejarah sosial mempunyai materi garapan yang sangat luas dan beraneka ragam. Kebanyakan sejarah sosial juga mempunyai korelasi dengan sejarah ekonomi, sejarah politik, dan bidang-bidang lain. Contoh sejarah sosial-ekonomi, misalnya mengenai kemiskinan rakyat Indonesia pada masa penjajahan kolonial Belanda yang ternyata merupakan dampak dari kebijakan pemerintahan kolonial berupa tanam paksa. Ini berarti ”waktu” tetap memegang peranan dalam penulisan sejarah. Ketika suatu goresan pena tidak memuat unsur waktu maka goresan pena tersebut tidak dapat disebut sebagai goresan pena sejarah. Sebagai pola dari sejarah sosial ini ialah disertasi dari Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888.
 Majunya ilmu pengetahuan maka berimbas terhadap makin beraneka ragamnya kajian topik seja Jenis-Jenis Sejarah : Politik, Ekonomi, Kebudayaan, Teknologi, Sosial, Pendidikan, Dunia, Nasional Indonesia
Gambar 1. Lukisan wacana “Pemberontakan etnis Cina” tahun 1740 terhadap VOC, merupakan peristiwa sosial yang menghebohkan.
6. Sejarah Pendidikan
Sejarah pendidikan merupakan uraian wacana proses perkembangan pendidikan di suatu daerah. Secara umum pendidikan dibedakan atas tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Dari suatu tingkat pendidikan setempat dapatlah diketahui sudah maju tidaknya masyarakat setempat. Proses perkembangan pendidikan di
Indonesia, salah satunya dapat dilihat dari pendidikan pada masa kolonial Belanda hingga pada masa RI. Dari sejarah pendidikan dapat diketahui bahwa pendidikan yang diberikan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia bertujuan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah, sedangkan Republik Indonesia bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, belum didirikan universitas, yang ada hanyalah sekolah tinggi. Setelah Indonesia merdeka, jumlah sekolah atau lembaga pendidikan tinggi di Indonesia terus meningkat
7. Sejarah Dunia
Sejarah Dunia telah kita ketahui bahwa perkembangan dunia remaja ini sangat pesat sehingga sukar bagi seseorang untuk mengikuti secara terus menerus. Di antara kejadian-kejadian itu terdapat peristiwa-peristiwa penting dan kurang penting. Peristiwa-peristiwa yang dianggap penting kemudian dicatat sebagai kejadian yang bersejarah dan secara cepat tersiar ke seluruh dunia. Di samping itu, seringkali peristiwa-peristiwa yang terjadi pada suatu negara bersahabat kaitannya dengan peristiwa yang terjadi pada bagian bumi yang lain. Untuk itulah mempelajari sejarah dunia, juga penting artinya untuk memahami sejarah nasional suatu bangsa. Sebagai pola kedatangan Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, tidak lepas dari pendudukan Perancis (Napoleon Bonaparte) terhadap negeri Belanda di Eropa.
8. Sejarah Nasional Indonesia
Sejarah Nasional Indonesia, pengertian wacana Sejarah Indonesia sebetulnya gres terdapat semenjak tahun 1942. Sebelum itu pengajaran sejarah di Indonesia masih menggunakan Sejarah Hindia Belanda. Materi Sejarah Hindia tentu saja lebih banyak berorientasi pada kepentingan politik penjajah yang banyak menceritakan sejarah bangsa Belanda di Indonesia semenjak tahun 1600. Tahun-tahun sebelumnya dianggap oleh Belanda sebagai suatu pendahuluan singkat dari kisah Belanda di Indonesia.Dengan runtuhnya pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1942, pengajaran sejarah di Indonesia mengalami masa baru. Hampir semua buku atau diktat yang diterbitkan pada masa itu menggunakan istilah Sejarah Indonesia, Sejarah Tanah Air, Sejarah Kebangsaan, Sejarah Nasional, Sejarah Nusantara, dan lain sebagainya. Dalam perubahan ini yang terpenting ialah perubahan pembabakan waktu atau periodisasi, misalnya, terdapat istilah Zaman Penjajahan VOC (1602-1799), Zaman Kemerdekaan, dan Iain-lain. Para penyusun sejarah Indonesia berlomba-lomba biar materi sejarah yang disajikannya akan sanggup menempa pembacanya menjadi warga negara yang memiliki sifat kebangsaan. Itu semua dilukiskan dengan adanya penggambaran perjuangan yang patriotik dari bangsa Indonesia terhadap usaha-usaha bangsa lain untuk merongrong kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, pengajaran sejarah Indonesia oleh guru-guru sejarah menjadi sangat penting. 

Anda sekarang sudah mengetahui Nyanyian Rakyat (Folksongs) di Indonesia: Pengertian, Contoh, Balada, Epos. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Hendrayana. 2009. Sejarah 1 : Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Jilid 1 Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 202.


Sumber http://www.nafiun.com/