Jangan Membicarakan Keburukan Orang Lain (Ghibah)

Pada dasarnya setiap orang tidak mau keburukannya diketahui oleh orang lain.  Apalagi hingga disebarkan secara sengaja ke banyak orang sehingga keburukannya diketahui banyak orang.  Yang gemar menceritakan kejelekan orang lain pun juga sama, ialah tidak senang kalau kejelekan yang terdapat pada dirinya disebarluaskan kepada khalayak umum seenaknya tanpa izin.

Menyampaikan hal-hal buruk kepada orang lain saja sudah merupakan perilaku yang tercela, apalagi hingga memberikan hal-hal yang tidak-tidak yang belum terbukti kebenarannya.  Bisa-bisa bukannya menceritakan malu orang lain, malah memfitnah orang lain dengan sesuatu hal yang tidak benar.  Tentu dosa yang diterima oleh pelaku mampu bertambah besar.  Menyampaikan fitnah tentu lebih buruk daripada menceritakan keburukan orang lain, karena pepatah mengatakan “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”.

Kaprikornus mulai dari sekarang hendaknya kita selalu menjaga verbal kita dari hal-hal yang tidak baik.  Bukan hanya tidak mengatakan hal-hal yang tidak baik saja, namun juga tidak memberikan hal-hal yang tidak bermanfaat.  Walaupun tidak dikategorikan sebagai sesuatu yang buruk, namun hal-hal yang tidak bermanfaat sebaiknya tidak dikatakan.  Hal ini disebabkan karena setiap perkataan kita nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di alam abadi setelah kita meninggal dunia kelak.