Investasi Rumah, Tanah, dsb Tidak Dimanfaatkan Bisa Dosa Menimbun Barang

Saat ini banyak orang yang gemar berinvestasi di properti menyerupai tanah, rumah, ruko, sawah, kebun, gedung, dan lain sebagainya.  Saking asyiknya terkadang lupa dengan aturan main yang telah ditetapkan dalam anutan agama islam.  Salah satu aturan main dalam berbisnis ialah larangan menimbun barang yang sedang diperlukan oleh banyak orang.  Penimbun barang mampu menerima dosa dan juga dapat menimbulkan hilangnya pertolongan Yang Mahakuasa SWT dari dirinya.

Kenapa melaksanakan investasi properti mampu menjadi suatu perbuatan dosa?  Yang terang kita semua tahu bahwa ketika ini banyak sekali orang yang membutuhkan rumah untuk dijadikan tempat tinggal, toko untuk membuka usaha, kemudahan umum untuk banyak sekali keperluan masyarakat, dan lain sebagainya.  Terbatasnya jumlah tanah di daerah-daerah tertentu serta dibarengi tingginya undangan akan lahan, menimbulkan naiknya harga properti secara drastis.  Hal ini sangat disenangi oleh para spekulan untuk memanfaatkan situasi yang ada untuk meraup untung besar.

Masalahnya ialah para spekulan profesional maupun orang-orang biasa banyak yang gemar membeli properti, banyak yang membiarkan begitu saja propertinya tanpa dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain dengan banyak sekali alasan.  Orang maupun perusahaan berlomba-lomba membeli tanah dalam jumlah besar di lokasi-lokasi yang memiliki potensi yang baik, kemudian dipagari dan ditinggalkan begitu saja.  Umumnya hal ini terjadi di tempat pinggiran kota-kota besar.  Banyak tanah kosong yang dibiarkan kosong tanpa dimanfaatkan dengan impian mampu menerima untung besar apabila harganya naik di masa depan.

Dalam agama islam, menimbun barang ialah perbuatan dosa.  Dikhawatirkan menimbun properti dianggap Yang Mahakuasa SWT menyerupai menimbun barang yang dilarang agama.  Walaupun tidak disebutkan secara langsung, namun properti menyerupai tanah, rumah dan bangunan memiliki sifat-sifat yang menyerupai dengan barang-barang yang dilarang untuk ditimbun.  Khususnya di daerah-daerah tertentu di mana harga propertinya sangat tinggi sehingga tidak terjangkau oleh semua kalangan.  Properti yang dibeli untuk disimpan sampai harganya meroket tanpa boleh dimanfaatkan mampu saja menjadi perbuatan yang haram untuk dilakukan.

Jika properti yang kita miliki dikelola dengan baik, menyerupai digunakan untuk membuat rumah kontrakan murah, membuat perumahan murah, membuat masjid, membuat kebun sementara, membuat peternakan sementara, dan lain sebagainya, maka seseorang tidak hanya akan menerima keuntungan di dunia saja, namun juga di akhirat.  Selain itu juga ada hal penting untuk dilakukan, yaitu menghilangkan niat untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dari penderitaan banyak orang dari bisnis properti yang sangat diperlukan banyak orang.  Mudah-mudahan mampu menyelamatkan kita dari perbuatan menimbun barang yang diperlukan banyak orang di sekitar kita.

Ubah teladan pikir bisnis yang tadinya membeli properti sebanyak-banyaknya untuk disimpan dan dijual ketika harga naik, dengan teladan pikir membeli properti sebanyak-banyaknya untuk digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan banyak orang.   Mudah-mudahan keuntungan yang didapat dari perbuatan baik tersebut termasuk ke dalam kategori rejeki yang halal.  Sungguh kasihan melihat bagitu banyak orang tidak punya tempat tinggal yang layak, namun dunia properti kita dikuasai oleh para spekulan dan kapitalis yang mengejar keuntungan dunia saja.  Mari kita sama-sama berdo’a kepada Yang Mahakuasa SWT semoga kita semua selamat dari perbuatan buruk menimbun barang.