Inilah 13 Hal Yang Wajib Dihindari Guru Saat Mengajar, Pasti Suasana Kelas Akan Mudah Dikendalikan

Infomendikbud.com – Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua……..
Saat kita masih bersekolah, tentu kita punya sosok guru yang paling kita suka dan tidak suka. Jika bertemu dengan pelajaran guru yang kita sukai, waktu terasa cepat berjalan, semua peran terasa ringan dan belajarpun lebih mengasikan. Namun sebaliknya ketika bertemu guru yang tidak disukai, rasanya masuk kelas malas-malasan, bahan pembelajaran serasa susah sekali masuk. Betapa dahsyatnya pengaruh kesan siswa terhadap seorang guru.
Sekarang ketika sudah menjadi guru, tentu kita semua berharap untuk disukai oleh para siswa. Kalau siswa sudah suka dengan kita, rasanya setengah energi kita sudah tersalurkan karena mendapat energi faktual dari siswa. Berbeda dengan siswa yang tidak suka dengan kita, pasti suasana kelas susah diatur dan energi kita menjadi terkuras. Bagaimana cara biar kita disukai oleh para siswa, mungkin kita harus menghindari beberapa hal di bawah ini :
1. Tidak Mengusai Materi
Materi pembelajaran merupakan inti pokok sistem pembelajaran. Jangan hingga kita mengajarkan hal yang kita juga belum menguasainya. Memang tidak ada insan yang dapat memahami segala hal dengan sempurna, makanya kita harus terus berguru untuk mengajar. Sehingga konsep yang kita ajarkan terasa mantap, siswapun akan suka dengan Anda sebagai guru.
Perhatikan hal-hal detail yang mungkin dianggap remeh oleh orang lain. Terkadang siswa yang kritis akan menanyakan hal tersebut. Atau hal lain yang masih ada hubunganya dengan topik yang diajarkan. Makara disarankan untuk banyak membaca, dan mengikuti isu-isu terhangat. Dengan mengkaitkan bahan pembelajaran dan isu-isu hangat di sekitar siswa, akan membuat siswa lebih terkesan. Dan mungkin hal tersebutlah yang membuat mereka lebih memahami materi.
2. Jarang Masuk
Tidak sedikit guru yang sibuk dengan acara di luar sekolah, mungkin untuk urusan keluarga atau bisnis. Kepentingan Bisnis dan keluarga boleh dilakukan asal tidak mengganggu acara berguru di kelas, apalagi hingga tidak masuk dan mengabaikan tugasnya mengajar. Mungkin siswa akan senang kalau jam pelajaran kosong, namun sikap hormat siswa akan berkurang. Siswa yang pandai akan kecewa karena tidak mendapatkan bahan pembelajaran sebagai mana mestinya dan waktunya terbuang sia-sia.
3. Berpakaian Tidak Rapi (Norak)
Bagi siswa, guru itu merupakan sosok yang bisa mereka contoh. Tapi bagaimana kalau guru berpakaian tidak rapi apalagi hingga berpakaian norak. Siswa akan menjadi tidak hormat terhadap guru yang guru yang berpakaian tidak rapi. Berkurangnya sikap hormat  ini biasanya membuat siswa tidak bisa mendapatkan bahan pembelajaran dengan baik.
4. Berkata Kasar
Perkataan terhadap siswa harus halus, memikat, dan penuh perhatian. setiap bimbingan, nasehat, dan perkataan harus disampaikan dengan lemah lembut. Kalaupun siswa susah dinasehati, cukup dengan kata-kata yang tegas dan konsisten. Siswa akan memahami apa yang boleh dan tidak boleh bila kita tegas. Ya.. cukup dengan ketegasan saja, tegas berbeda dengan kasar. Hindari mengeluarkan perkataan kasar, bernada tinggi dan ancaman. Jika itu terjadi, tidak ada efektivitas dalam pembelajaran yang dilakukan. siswa akan mencemooh dan mngolok-olok guru yang sering berkata kasar.
5. Memberikan Tugas Rumah atau PR Tanpa Diperiksa
Pekerjaan rumah (PR) memang dapat menjadikan siswa rajin berguru di rumah. Mereka akan mengatur waktu untuk berguru ekstra demi menyelesaikan peran dari gurunya. Namun ketika kesungguhan mereka di sia-siakan oleh gurunya, mereka akan kecewa dan semangat untuk mengerjakan PR selanjutnya akan kendor. Guru yang tidak memeriksa PR yang dikerjakan oleh siswa, secara otomatis tidak akan disukai oleh siswanya.
6. Menghukum Semena-Mena
Menghukum siswa harus didasari dengan kasih sayang, kebijaksanaan, dan kearifan. Jangan menunjukkan hukuman kepada siswa berdasarkan kebencian, permusuhan, dan emosi yang tidak terkendali. Guru yaitu pembimbing spiritual murid, sehingga sikap perilakunya harus konsisten dengan statusnya sebagai pembimbing moral dan spiritual. Kalau hukuman didasari sifat kasih sayang, maka guru akan didasari sifat kasih sayang, maka guru akan menghindari cara-cara yang di luar batas kewajaran, bahkan tidak akan menghukum murid dengan hal-hal yang faktual untuk meningkatkan kemampuan dan integritas moralnya.
Kalau guru menghukum semena-mena dengan tindakan semena-mena. menyerupai menyuruh bangun di halaman sekolah selama  jam pelajaran, bertindak keras, menempeleng dan sejenisnya maka ini akan menyebabkan kemarahan siswa. Bahkan ini dikhawatirkan siswa akan membalasnya di luar sekolah. oleh karena itu hindari menghukum semena-mena.
7. Pilih Kasih (Tidak Adil)
Sikap pilih kasih atau tidak adil akan membuat akal guru tidak dihormati siswanya. Mereka akan bertindak menjauh, menyerupai tidak mengindahkan perintah gurunya. Oleh alasannya itu, sikap pilih kasih jangan samapi ditunjukan guru ke siswanya. Bersikaplah adil dan mulai tanamkan kepada siswa untuk bisa menilai sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sehingga siswa akan lebih dewasa.
8. Cuek di Dalam Kelas Maupun di Luar Kelas
Jika guru hambar dengan siswanya, baik dalam maupun di luar kelas. Maka siswa tidak dapat mencicipi kekerabatan emosional yang faktual antara guru dan muridnya. Mereka hanya akan berguru dalam arti formal, tetapi tidak memiliki kekerabatan psikologi yang erat yang penuh manfaat.
9. Tidak Memberikan Contoh yang Baik
Siswa yaitu peniru yang sangat baik. Apalagi kalau kita memberi teladan buruk akan sangat cepat ditiru siswa. Maka, sebisa mungkin hindarilah melaksanakan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Sebaliknya, berikan teladan baik menyerupai membuang sampah di tempatnya. Memperhatikan kebersihan, sedikit menyapu atau membersihkan meja guru. Dengan begitu, siswa akan terpicu untuk berbuat baik. Dan ketika kita menasehati siswa pun akan lebih mudah, karena sudah ada teladan yang baik dari gurunya.
10. Kaku (Tidak Humoris)
Tidak humoris merupakan sifat guru yang kurang disukai oleh siswa, karena guru yang kaku, tidak humoris biasanya menyebabkan pembelajaran yang terasa tegang sehingga siswa tidak dapat mengikuti proses KBM dengan baik. Siswa lebih suka dengan guru yang humoris. Setidaknya, siswa menjadi lebih nyaman merasa di kelas. Biasanya guru humoris ini menjadi favorit dan ditunggu-tunggu siswa.
12. Membanding-bandingkan
Guru yang suka membanding-bandingkan siswa satu dengan yang lain atau membandingkan dengan kelas lain dapat menyebabkan perasaan ketidaksukaan siswa. Siswa akan merasa diremehkan dan tidak dihargai. Apalagi siswa dalam masa remaja, yang egonya sangat tinggi, mereka sangat mudah tersinggung. Makara hidarkan membandingkan siswa di depan mereka.
13. Tidak hafal nama siswa
Menghafal nama siswa satu-persatu yaitu hal yang sulit dilakukan. Apalagi kita mengajar di sekolah dengan jumlah siswa yang banyak. Dengan tahu nama siswa, kita bisa lebih erat dan lebih mengenal karakteristik siswa tersebut. Siswa pun merasa lebih dihargai. Jika memang sulit untuk menghafal, luangkanlah waktu sebentar ketika kita memulai pelajaran. Misalnya sambil memulai pelajaran kita melaksanakan presensi siswa dan perhatikan masing-masing siswa dengan melaksanakan sedikit obrolan. Dengan begitu minimal kita paham wajah siswa-siswa dan nama panggilanya.
Demikian informasi dan informasi yang dapat infomendikbud.com berikan yang kami lansir dari infokemendikbud.com, Semoga ada manfaatnya untuk rekan-rekan guru semua……………


Sumber http://www.infomendikbud.com

Baca Juga:  MENGEJUTKAN !!! MENDIKBUD MENILAI VIDEO PENGANIAYAAN SISWA DI SEKOLAH DIPELINTIR OLEH ...

Artikel Menarik Lainnya