INI CARA MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT YANG DIANJURKAN KEMENDIKBUD

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengimbau sekolah-sekolah untuk menerapkan praktik baik dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolahnya. “Anak-anak harus diajari menjaga lingkungan sekolah yang sehat,” katanya usai pembukaan Forum Pertukaran Pembelajaran Internasional ihwal Sanitasi Sekolah di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (14/11/2016).

Salah satu caranya, Hamid meminta sekolah kembali mengaktifkan kembali peran piket kebersihan, termasuk piket membersihkan toilet sekolah. Sekolah juga diimbau untuk menyediakan tempat mencuci tangan bagi siswa yang lokasinya berada di luar toilet, dan mudah diakses siswa. Siswa juga harus diajarkan untuk sadar kebersihan dan kesehatan, dimulai dari hal yang kecil, misalnya mencuci tangan dengan baik dan benar.
Penyediaan jalan masuk air yang bersih dan aman, dan kemudahan jamban atau toilet yang layak serta adaptasi perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan bab dari hak anak yang harus dipenuhi oleh semua pihak. Selain itu, bawah umur juga berpotensi menjadi biro perubahan di lingkungannya, apabila di sekolah dibiasakan hidup bersih dan sehat.
“Kalau ini mampu dilatih dan dibiasakan di sekolah, maka akan punya dampak terhadap anak-anak, dan jadinya berdampak terhadap masyarakat,” tutur Hamid.
Hamid mengatakan, sekolah-sekolah di beberapa kawasan di Indonesia juga sudah memiliki unit kesehatan sekolah (UKS) yang sudah berjalan dengan baik. Ia berharap, sekolah-sekolah tersebut dapat mengembangkan praktik baik UKS, dan praktik baik lainnya dalam menjaga kebersihan sekolah kepada sekolah-sekolah lain di daerahnya.
Namun, ia juga tidak menampik ada beberapa dilema yang masih dihadapi sekolah-sekolah di Indonesia dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa dilema tersebut antara lain masih terdapat sekolah dasar (SD) yang belum memiliki jamban atau toilet, terutama sekolah-sekolah inpres.
Hamid menargetkan, dalam tiga tahun ke depan, sekolah-sekolah tersebut harus sudah memiliki jamban atau toilet. Ia mengatakan, pembangunan kemudahan kebersihan tersebut dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Selain itu, tutur Hamid, sekolah-sekolah yang sudah memiliki jamban pun belum semuanya menerima jalan masuk air yang bersih. “Ada sekolah yang sudah punya jamban, tapi kotor, tidak terurus dengan baik, saluran airnya juga tidak berjalan,” katanya. Untuk mengatasi hal itu, Kemendikbud sudah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun sumur-sumur di sekolah.



Sumber http://ainamulyana.blogspot.com/