Indera Penciuman Anjing Kalah dengan Penciuman Gajah

Berdasarkan penelitian di Jepang ditemukan bahwa ternyata indra penciuman gajah lebih baik daripada indra penciuman anjing.  Gajah afrika merupakan hewan mamalia yang memiliki gen penciuman yang sangat banyak, yaitu sejumlah 1948 buah gen.  Jadi bukanlah suatu hal yang mengejutkan kalau gajah afrika dapat membedakan aroma yang jauh lebih baik daripada binatang lainnya.

Jumlah gen penciuman gajah afrika ialah 1948 gen.  Jumlah gen penciuman anjing ialah hanya sekitar setengah dari jumlah gen penciuman gajah afrika.  Jumah penciuman insan saja hanya seperlima dari jumlah gen gajah.  Jika dibandingkan dengan gen penciuman gajah dengan orangutan, maka akan sangat jauh sekali alasannya ialah banyaknya jumlah gen penciuman pada orang utan hanya 296 saja.

Sebelumnya orang-orang hanya tahu bahwa binatang yang mempunyai penciuman yang tajam ialah anjing.  Anjing banyak digunakan polisi dan pemburu untuk mencari sesuatu hanya berdasarkan dari aroma atau baunya saja.  Namun setelah adanya penelitian maka diketahui bahwa tikus dan gajah afrika memiliki indera penciuman yang jauh lebih tajam daripada anjing.

Gajah ialah hewan yang mempunyai hidung yang sangat panjang dan juga besar.  Hidung gajah terdiri atas banyak otot yang sangat kompleks.  Hidung gajah disebut juga sebagai belalai.  Hidung yang dimiliki gajah juga berfungsi ibarat halnya tangan.  Belalai gajah mampu digunakan untuk mengambil suatu benda, mendorong sesuatu, menyedot air, menyemprotkan air, dan lain sebagainya.  Hidung gajah atau belalai gajah ialah sesuatu hal yang sangat penting bagi gajah.  Tanpa belalai maka gajah akan sulit dalam melaksanakan banyak sekali acara hidup sehari-hari.