Implantasi Mata Bionik Pertama Di Dunia

Implantasi Mata Bionik Pertama Di Dunia – Dalam perkembangannya, peneliti dari Bionic Vision Australia untuk pertama kalinya telah berhasil melaksanakan implantasi prototipe awal mata bionik dengan 24 elektroda.
Ms. Dianne Ashworth kehilangan penglihatannya akhir retinitis pigmentosa, yang merupakan penyakit mata turunan. Saat ini ia telah mendapatkan apa yang ia sebut implan mata pra-bionik yang memungkinkan ia untuk melihat kembali beberapa objek visual. Ms Ashworth sangat termotivasi untuk memperlihatkan kontribusi terhadap jadwal penelitian mata bionik ini.
Setelah perencanaan dan kerja keras selama bertahun-tahun, implan mata bionik yang ditanam pada Ms Ashworth diaktifkan bulan lalu di Institut Bionics, dimana para peneliti mengamati melalui video link yang berada di ruangan sebelahnya.
“Aku tidak tahu apa yang saya harapkan, namun tiba-tiba, saya mampu melihat sedikit kilatan, hal itu menakjubkan. Setiap kali ada stimulasi ada bentuk yang berbeda yang muncul di depan mata saya,” kata Ms Ashworth.
Profesor Emeritus David Penington AC, Ketua Bionic Vision Australia mengatakan: “Hasil ini telah memenuhi impian terbaik kami dan memberi kami keyakinan bahwa dengan pengembangan lebih lanjut kita dapat mencapai tingkat penglihatan yang sangat berguna. Saat ini masih banyak yang perlu dilakukan dalam menggunakan implan untuk ‘membangun’ gambar untuk Ms Ashworth. Langkah besar berikutnya akan dimulai dengan menggunakan perangkat implan yang lebih lengkap.”
Profesor Anthony Burkitt, administrator Bionic Vision Australia mengatakan: “Hasil ini ialah teladan apa yang telah dicapai oleh tim peneliti. Pendanaan dari Pemerintah Australia merupakan faktor yang sangat untuk mencapai hal ini. The Bionics Institute dan para jago bedah di Centre for Eye Research Australia memainkan tugas penting dalam mencapai titik penting ini. ”
 peneliti dari Bionic Vision Australia untuk pertama kalinya telah berhasil melaksanakan impl Implantasi Mata Bionik Pertama Di Dunia
Dianne Ashworth (kiri) bersama Dr Penny Allen, spesialis bedah spesialis di the Centre for Eye Research Australia. (Credit: Image courtesy of Bionic Vision Australia)
Profesor Rob Shepherd, Direktur Institut Bionics memimpin tim peneliti dalam dalam merancang, membangun dan menguji prototipe awal untuk memastikan keamanan dan manfaat untuk implantasi terhadap manusia.
Dr Penny Allen, spesialis bedah spesialis di Centre for Eye Research Australia memimpin tim bedah untuk menanamkan prototipe di Royal Victorian Eye and Ear Hospital.
“Hal ini ialah yang pertama kali dilakukan di dunia. Kami menanamkan perangkat ini dalam posisi di belakang retina. “Setiap tahap prosedur direncanakan dan diuji,” kata Dr Allen.
Implan hanya diaktifkan dan dirangsang setelah mata telah pulih sepenuhnya dari efek operasi. Tahap berikutnya dari pekerjaan ini melibatkan pengujian aneka macam tingkat stimulasi listrik yang dilakukan pada Ms Ashworth.

“Kami bekerja sama dengan Ms Ashworth untuk menentukan dengan sempurna apa yang ia lihat setiap kali retina dirangsang di laboratorium Institut Bionics. Tim ini mencari konsistensi bentuk, brightness/kecerahan, ukuran dan lokasi kedipan untuk menentukan bagaimana otak menafsirkan informasi ini.
“Dengan memiliki informasi yang unik tersebut, akan memungkinkan kami untuk memaksimalkan teknologi kami seiring perkembangannya sampai tahun 2013 dan 2014,” kata Profesor Shepherd.
Bagaimana Mata Bionik Ini Bekerja?
Prototipe awal ini terdiri dari implan retina dengan 24 elektroda. Sebuah kawat timah kecil memanjang dari bab belakang mata ke konektor di belakang telinga. Sebuah sistem eksternal dihubungkan ke unit tersebut di laboratorium, yang memungkinkan peneliti untuk merangsang implan secara terkontrol untuk mempelajari kilatan cahaya. Umpan balik dari Ms Ashworth akan memungkinkan para peneliti untuk membuatkan prosesor visi sehingga gambar dapat dibangun dengan menggunakan kilatan cahaya. Prototipe awal ini belum memasukkan kamera eksternal di dalamnya. Hal ini direncanakan untuk tahap pengembangan dan pengujian berikutnya.
Peneliti melanjutkan pengembangan dan pengujian implant wide-view dengan 98 elektroda dan implan yang memiliki ketajaman tinggi dengan 1024 elektroda. Tes perangkat ini terhadap pasien direncanakan pada waktu yang telah ditentukan.
Bionic Vision Australia
Bionic Vision Australia ialah konsorsium peneliti nasional dari Institute Bionics Centre for Eye Research Australia, NICTA, University of Melbourne dan University of New South Wales.
The National Vision Research Institute, Rumah Sakit Telinga dan Mata Royal Victorian dan University of Western Sydney ialah mitra proyek.
Proyek ini menyatukan kelompok pakar lintas-disiplin terkemuka dunia di bidang ophthalmology, teknik biomedis, teknik elektro dan ilmu material, neuroscience, vision science, psychophysics, desain sirkuit terpadu wireless, jago bedah, serta praktisi praklinis dan klinis.
Penelitian ini didanai oleh hibah sebesar $42.000.000 selama empat tahun dari Australian Research Council (ARC) melalui Special Research Initiative (SRI) dalam Bionic Vision Science and Technology.
Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasarkan bahan yang disediakan oleh Royal Victorian Eye and Ear Hospital via Science Daily (31Agustus 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/