Ilmuwan, Tokoh, dan Penemuan Baru pada Masa Renaissance

Artikel dan Makalah ihwal Ilmuwan, Tokoh, dan Penemuan Baru pada Masa Renaissance – Abad Renaissance ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang menentang keyakinan gereja terutama ihwal ilmu bumi. Mereka menganggap bahwa sentra dunia bukan lagi Tuhan, melainkan manusia. Manusialah yang berhak dan harus menentukan masa depannya sendiri dan tidak mengalah pada takdir. Sebagai makhluk yang berakal, seyogyanya insan harus bisa menaklukkan dunia beserta isinya. (Baca juga: Tujuan kedatangan Bangsa Eropa)
Berikut ialah sejumlah penemu Eropa dan gerakan-gerakan yang terkait dengan proses Renaissance yang di kemudian hari mengantarkan orang-orang Eropa untuk menjelajahi dunia dan membuka koloni-koloni dagang di penjuru benua Asia, Afrika, dan Amerika.
a. Johann Guttenberg
Sebenarnya percetakan untuk membuat sebuah buku sebelumnya sudah ditemukan di Cina, tapi masih sangat tradisional. Kelebihan dari mesin cetak Guttenberg ialah penggabungan elemen-elemen dasar percetakan menyerupai aksara cetak yang bisa bergerak, penggunaan tinta yang serasi untuk menghasilkan cetakan, dan materi sejenis kertas (ada catatan) untuk mencetaknya, sehingga dapat berproduksi secara besar-besaran (efektif dan efisien)
b. Nicolaus Copernicus
Bukunya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda langit) yang isinya mengungkapkan bahwa bumi berputar pada porosnya, bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lainnya semuanya berputar mengelilingi matahari. Walaupun penemuannya dianggap belum sempurna, tetapi penerbitan bukunya merupakan titik tolak astronomi modern, menyerupai halnya rumusan ihwal hukum-hukum gerak planet oleh Johannes Kepler.
c. Galileo Galilei
Seperti halnya penemuan-penemuan yang lain, bahwa teleskop sudah ada sebelum Galileo Galilei, yang membedakannya ialah telesop Galileo lebih tepat dari sebelumnya. Kaprikornus penemuan-penemuan sesungguhnya ialah sebuah proses kearah penyempurnaan terhadap penemuan sebelumnya. Pada tahun 1609 Galileo menyatakan dukungannya terhadap teori Copernicus, setelah ia berhasil membuat sendiri teleskop yang sebelumnya sekitar tahun 1609 Galileo mendengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di negeri Belanda. Dengan teleskopnya Galileo berhasil mengamati permukaan bulan yang ternyata tidak rata, melainkan benjol-benjol, penuh kawah dan gunung-gunung. Dalam meneliti Venus yang memiliki jangka serupa dengan jangka bulan, merupakan bukti terpenting yang mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi dan semua planet lainnya berputar mengelilingi matahari. Tetapi dengan berhasilnya penemuan ini membuat membuat Galileo harus berhadapan dengan Gereja yang menentangnya dan pada tahun 1616 Galileo diperintahkan untuk tidak mengembangkan hipotesisnya, Gereja pun menjatuhkan hukuman tahanan rumah. Hukuman lainnya ialah suatu ajakan supaya ia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.
d. Martin Luther: Pencetus Kristen Protestan
Dengan semakin terbukanya pikiran-pikiran dan keberanian untuk menyatakan pendapat di muka umum yang bermula dari renaissance dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menimbulkan munculnya pengkritisan terhadap fatwa gereja katolik Roma. Gerakan reformasi gereja yang muncul pada awal kala ke-16 oleh Martin Luther merupakan sebuah proses yang panjang dari kekecewaan terhadap perilaku gereja yang sewenang-wenang dan menyimpang menyerupai pemborosan dan kemewahan duniawi para gereja katolik. Puncak dari protes Luther ialah berkaitan dengan indulgensia, dari sinilah Luther melaksanakan gerakan terbuka, tepatnya pada 31 Oktober 1517 menempelkan poster di pintu gerbang gereja Wittenberg yang berisi 95 pokok sikap, di antara isinya ialah melabrak kemewahan hidup gereja.
Pemikiran-pemikiran lainnya yang ditulis Luther ialah penentangan terhadap indulgensia, menurutnya penyelamatan hanya datang lewat kepercayaan dan dengan berkat pengampunan Tuhan, bukan melalui perantara Gereja. Pendapat inilah yang menjadi penting, yang menimbulkan gereja sangat tidak senang sebab bila seseorang menganut keyakinan Luther, itu artinya hak hidup gereja katolik Roma berkurang bahkan habis. Gerakan lainnya yang dilakukan oleh Luther ialah menterjemahkan bibel ke dalam bahasa Jerman. Sebelumnya bibel hanya ditulis dalam bahasa Latin dan tidak boleh diterjemahkan. Dengan demikian hanya biarawan yang mengetahui isi bibel dan hanya mereka yang berhak menafsirkannya, orang lain hanya mendapatkan saja. Oleh sebab itu Martin Luther dinyatakan murtad dan bersalah serta dikucilkan oleh Dewan Persidangan. Gerakan Martin Luther ini yang kemudian memunculkan sebuah fatwa gres dalam agama Kristen yaitu Protestan.
Tokoh reformasi di Perancis ialah John Calvin (1509 – 1564) lahir di Noyon Perancis. Calvin gres berusia 8 tahun dikala Luther menempelkan poster di gerbang gereja Wittenburg, dibesarkan sebagai seorang Nasrani yang kemudian menjadi penganut Protestan dikala menginjak dewasa. Pokok pikiran Calvin ialah bahwa Allah memiliki kekuasaan absolut, sedangkan insan pada dasarnya sangat lemah. Allah ialah penentu segala takdir manusia, baik takdir baik atau takdir buruk. Allah telah menentukan dan memilih insan tertentu apakah mereka itu dipilih Allah atau tidak. Ajaran teologi Calvin dapat dilihat dalam bukunya yang berjudul The Institute of Christian Religion (1536).
Anda sekarang sudah mengetahui Ilmuwan, Tokoh, dan Penemuan Baru pada Masa Renaissance. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.


Sumber http://www.nafiun.com/