Hukum Pernikahan Dalam Islam: Jomblo Harus Baca

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, hai teman semua, pada artikel ini saya akan menyebarkan perihal hukum janji nikah dalam islam yang mana harus teman semua ketahui, karena pasti kedepannya teman ingin yang namanya menjalin kekerabatan dengan si-Dia kan?

Nah untuk menjalin kekerabatan yang sah antara laki-laki dan perempuan tentunya harus melalui yang namanya pernikahan.

Apa sih janji nikah itu? serius nggak tahu arti pernikahan? udah gede masak nggak tahu sih? hehehehe, nah bagi yang ingin tahu arti atau pengertian nikah dalam islam secara mendalam silahkan simak ulasannya dibawah ini :

Pernikahan ialah bentuk kata benda dari kata dasar nikah dan kata tersebut berasal dari bahasa Arab, Anikkah yang berarti perjanjian perkawinan.

Sedangkan pengertian janji nikah menurut istilah ialah suatu janji yang menghalalkan kekerabatan antara sepasang insan yaitu laki-laki dan perempuan sesuai syarat dan rukun tertentu.

Oh ya bagi yang belum tahu syarat janji nikah menurut islam, silahkan cek artikel ini: Syarat Menikah yang Sah Menurut Islam

Terus, apa itu tujuan nikah menurut islam?

Menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 1 dijelaskan bahwa “Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang wanita dengan seorang pria sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan infinit berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Menurut fatwa islam, perkawinan ialah suatu janji yang dapat menghalalkan kekerabatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan sesuai dengan fatwa agama islam.

Oke saya rasa penjelasan diatas sudah sangat lengkap, kalau masih nggak tahu teman bisa tanya orang bau tanah teman yang lebih berpengalaman ya heheheh.

Oke kita kembali ke topik kita yaitu hukum menikah bagi wanita dan pria.

Baca Juga : Dalil-Dalil Pernikahan Quran dan Hadist

Hukum Pernikahan Dalam Islam

Hukum Pernikahan Dalam Islam

Hukum janji nikah menurut islam sendiri bisa berubah-ubah ya, dalam hal ini dilihat dari karena yang melatarbelakanginya. Kaprikornus suatu janji nikah bisa dikatakan wajib, mubah, sunah, makruh dan haram sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Berikut penjelasan masing-masing hukum tersebut.

# Hukum Pernikahan Wajib

Pernikahan hukumnya wajib jikalau seorang yang sudah bisa dan takur terjerumus berbuat zina. Ukuran bisa ialah bisa membayar mahar atau mas kawin dan bisa memberi nafkah kepada calom istri.

# Hukum Pernikahan Sunah

Pernikahan hukumnya sunah terjadi jikalau seseorang telah memiliki kemampuan untuk memberi mahar dan penghidupan yang layak kepada calon istri, akan tetapi ia bisa menahan hawa nafsunya, sehingga tidak takut terjerumus ke hal-hal zina. Kaprikornus jikalau seseorang yakin bisa untuk tidak melaksanakan perbuatan zina, maka hukum menikah untuknya ialah sunah.

# Hukum Pernikahan Makruh

Pernikahan hukumnya makruh terjadi jikalau seseorang belum bisa untuk melaksanakan pernikahan, namun bisa untuk menahan atau mengendalikan hawa nafsunya. Kaprikornus untuk orang yang belum bisa menikah dan tidak memiliki impian untuk berbuat zina, maka hukumnya makruh.

# Hukum Pernikahan Mubah

Pernikahan hukumnya mubah atau asal, artinya seseorang melaksanakan janji nikah hukumnya boleh (mubah), dan atau tidak melaksanakan janji nikah juga boleh. Gampangnya begini, bagi teman laki-laki yang tidak terdesak oleh alasan-alasan yang mewajibkan segera kawin atau karena alasan-alasan yang mengharamkan untuk kawin, maka hukumnya mubah.

# Hukum Pernikahan Haram

Pernikahan hukumnya haram terjadi jikalau seseorang melaksanakan janji nikah tetapi selanjutnya malah menyiksa atau menganiaya istrinya dengan alasan maupun tanpa alasan. Selain itu, jikalau seorang belum bisa untuk melaksanakan janji nikah tetapi tetap melangsungkan janji nikah hukumnya juga haram, jadi nantinya laki-laki tersebut tidak memperlihatkan nafkah sebagaimana mestinya.

Nah jadi itu ia hukum janji nikah dalam islam, biar pertanyaan jelaskan hukum nikah menurut islam sudah terjawab.

Menemukan kalimat atau kata-kata yang salah? jangan sungkan untuk berikan pembenaran di kolom komentar dibawah. Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.