Hal/Faktor Alasan yang Menyebabkan Anak Tidak Mau Sekolah

Semua bawah umur diwajibkan untuk sekolah hingga dengan jenjang Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) selama kurang lebih sembilan tahun lamanya.  Setelah lulus dari SMP, bawah umur bisa melanjutkan sekolahnya di jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) atau yang sederajat.  Setelah lulus SMA bawah umur bisa melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi (PT).  Ada bagitu banyak permasalahan di dalam dunia pendidikan di Indonesia.  Salah satunya yaitu bawah umur yang sekolah yang tidak menginginkan melanjutkan pendidikannya hingga lulus SMP.  Hal inilah yang menjadi PR kita bersama untuk mengatasi masalah tersebut.

Berbagai Faktor Penyebab Anak-Anak Tidak Mau Sekolah Lagi :

1. Lebih Senang Main di Rumah

Anak yang lebih betah di rumah daripada di sekolah cenderung untuk malas pergi ke sekolah.  Di rumah dimanjakan dengan banyak sekali kemudahan yang penuh kenikmatan, di luar rumah banyak teman-teman yang bisa diajak main, sedangkan di sekolah dipaksa untuk bekerja keras mencari nilai.  Hal ini tentu saja dapat membuat anak kurang tertarik untuk mencari ilmu di sekolah sebagai bekal masa depannya.

2. Sekolah yang Tidak Menyenangkan

Sekolah memang bukan tempatnya untuk main-main.  Sekolah yaitu suatu daerah untuk mencari ilmu pengetahuan dan keahlian tertentu yang dapat dipergunakan untuk mencari uang dan bertahan hidup setelah lulus nanti.  Di sekolah ada guru-guru yang berbeda-beda sifat perilakunya.  Ada yang baik dan ada pula yang sangat tidak baik yang gemar membuat anak muridnya menderita secara batin / mental.  Sekolah pun juga tidak bisa menjadi daerah untuk mencari uang dan jumlah besar.  Hanya waktu luang di ketika jam istirahat, jam sebelum pelajaran pertama di mulai dan jam pulang yang bisa menjadi saat-saat menyenangkan untuk bercanda-ria main dengan teman-teman.

3. Sudah Bisa Mencari Uang Sendiri (Mapan)

Anak-anak yang sudah berdikari dengan banyak sekali kesibukannya mencari uang kadangkala menganggap sekolah sebagai sesuatu hal yang tidak penting.  Toh nantinya setelah remaja dan sukses nanti bisa mengambil persamaan kejar paket yang relatif lebih cepat, murah dan mudah dalam menerima ijazah baik sd, smp maupun sma.  Dengan ijazah persamaan tersebut dapat digunakan untuk kuliah di kampus-kampus ternama baik di dalam maupun di luar negeri.  Orang yang sekolah hingga tingkat pendidikan S2 S3 belum tentu bisa sukses menjadi orang mapan menghasilkan banyak uang.  Namun orang yang telah mapan dan cerdas secara otodidak bisa menerima ijazah sarjana maupun pasca sarjana dengan “mudah”.

4. Memiliki Masalah dengan Teman, Guru, Karyawan Sekolah, dsb

Adakalanya anak memiliki masalah dengan orang-orang yang ada di sekolah.  Adanya perselisihan dengan sahabat sekolah bisa membuat seorang anak enggan untuk pergi ke sekolah sebab bisa bertemu dengan orang yang bermasalah dengannya.  Ada pula yang bermasalah dengan guru tertentu sehingga merasa takut bila nantinya di sekolah bertemu guru tersebut dan dijadikan sebagai bulan-bulanan di depan teman-temannya.  Anak yang pernah tinggal kelas atau tidak naik kelas biasanya akan merasa aib dengan teman-temannya maupun orang-orang yang ada di sekitarnya sehingga merasa minder dan terkadang bisa membuat seorang siswa sekolah menjadi stress / tekanan batin.

5. Memiliki Standar Gengsi yang Tinggi

Sebagian anak merasa aib pergi ke sekolah bila tidak memiliki sesuatu, membawa sesuatu, atau memakai sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkannya.  Ada yang tidak mau sekolah bila tidak diantar kendaraan beroda empat pribadi, ada yang tidak mau sekolah bila tidak memakai handphone baru, ada yang tidak mau sekolah bila uang jajannya kurang, dan lain sebagainya.

6. Ingin Membantu Perekonomian Keluarga

Anak-anak yang berasal dari golongan kurang bisa ada yang merasa tidak nyaman bila dirinya bisa enak-enakan bersekolah, sedangkan orangtuanya mati-matian banting tulang peras keringat mencari uang untuk dirinya.  Hal itu bisa menjadikan si anak menjadi tidak tega dengan kondisi orangtuanya sehingga lebih suka membantu orang renta mencari nafkah ketimbang pergi ke sekolah.

7. Terkena Narkoba dan Minuman Keras

Anak yang sudah terkena pengaruh narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) biasanya sudah tidak dapat lagi berpikir jernih sebab kesadarannya dipengaruhi obat atau alkohol.  Yang pada umumnya diinginkan oleh para pengguna obat-obatan terlarang yaitu ingin menikmati hidup sendiri dengan ditemani oleh zat adiktif terlarang yang digunakannya.  Apa pun dilakukan guna menerima barang terlarang tersebut walaupun harus mencuri dan menjual diri.  Sekolah pun terasa sebagai sesuatu yang sangat sulit sebab kondisi kesehatan otak yang sudah tidak baik.  Walaupun telah dilakukan rehabilitasi, tetap saja akan ada kecenderungan besar lengan berkuasa untuk kembali lagi menggunakan narkoba.

8. Mempunyai Perasaan Takut

Jika pergi ke sekolah harus melalui banyak sekali macam halangan rintangan yang dapat menjadikan cidera atau meninggal dunia, maka hal tersebut dapat mengurangi semangat siswa siswa pelajar sekolah untuk pergi ke sekolah untuk menimba ilmu.  Beberapa rujukan di antaranya yaitu ibarat harus melewati jembatan yang rusak parah, mengarungi laut luas berombak ganas, melewati hutan yang banyak hewan ganas, menyebrang jalan raya yang padat kendaraan berkecepatan tinggi, melewati padang rumput ketika ada banyak petir menyambar-nyambar, dan lain sebagainya.

Beberapa hal di atas yaitu alasan penyebab seorang anak menjadi tidak mau sekolah lagi.  Diperlukan bimbingan dan motivasi dari orang-orang yang ada disekitarnya semoga tetap semangat menjalankan kewajibannya sebagai seorang pelajar demi kebaikan dirinya.  Di masa depan, kalau bukan dirinya sendiri yang menolong dirinya, siapa lagi?  Peran pemerintah pun juga sangat dibutuhkan dalam memperlancar kegiatan berguru mengajar di sekolah dengan membuat aktivitas berguru yang lebih menarik dan lebih bermanfaat untuk para murid siswa siswi baik di masa mendatang maupun di ketika ini.