Fungi Di Tanaman Tidak Membantu Menyimpan Kelebihan Karbondioksida ?

Fungi Di Tanaman Tidak Membantu Menyimpan Kelebihan Karbondioksida ? – Fungi yang ditemukan pada tanaman mungkin bukanlah tanggapan yang sempurna untuk mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan kelebihan karbon di dalam tanah menyerupai yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti internasional yang terdiri dari para andal biologi tumbuhan. “Para peneliti menemukan bahwa karbondioksida bisa merangsang pertumbuhan arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), yaitu sejenis fungus yang sering ditemukan di dalam akar kebanyakan tumbuhan darat. Hal ini dapat memicu laju dekomposisi (pembusukan) yang lebih tinggi terhadap materi organik. Para peneliti menambahkan bahwa proses dekomposisi ini telah melepaskan lebih banyak karbondioksida ke atmosfer, yang berarti bahwa ekosistem darat mungkin memiliki kapasitas terbatas untuk menghentikan perubahan iklim dengan cara menyimpan gas rumah beling yang berlebihan. Sebelumnya, ada beberapa studi mengenai apakah peningkatan karbondioksida akan merangsang dekomposisi karbon organik melalui AMF.” Kata Cheng.
Fungi Di Tanaman Tidak Membantu Menyimpan Kelebihan Karbondioksida Fungi Di Tanaman Tidak Membantu Menyimpan Kelebihan Karbondioksida ?
Arbuscular mycorrhizal fungi (Credit : Stover at al., 2012 / Applied Soil Ecology)
Untuk mempelajari efek dari tingginya level karbondioksida pada dekomposisi yang dimediasi oleh AMF, maka para peneliti melaksanakan empat percobaan, dua percobaan di rumah beling dan sisanya di bidang yang menyerupai wilayah bumi yang merepresentasikan level karbondioksida di atmosfer Amerika Utara. Mereka mempelajari bidang tanah dari spesies oat liar, dimana spesies ini berasal dari Eurasi dan sekarang umum dijumpai di padang rumput Amerika Utara. Selain itu, mereka juga mempelajari spesies gandum.
Pada percobaan tersebut, satu bidang tanah diberi perlakuan dengan AMF, dan yang lain tidak. Kedua plot tersebut diberikan perlakuan dengan level karbondioksida yang lebih tinggi dari ketika ini. Setelah periode gestasi selama 10 minggu, sampel tanaman yang diberi perlakuan AMF memiliki level karbon yang lebih rendah 9 % dibandingkan sampel yang tidak diberi perlakuan AMF. Hal ini mengindikasikan bahwa rendahnya karbon tersebut terjadi akhir 9 persen karbon telah dilepaskan ke atmosfer.
“Pada dasarnya, kami menunjukkan bahwa tingginya level karbondioksida akan meningkatkan alokasi karbon bagi AMF untuk meningkatkan serapan nitrogen oleh tanaman. Tingginya laju dekomposisi yang difasilitasi oleh AMF tersebut akan melepaskan karbondioksida ke udara.” Kata Cheng.
Menurut para peniliti, peningkatan kadar karbondioksida secara signifikan akan meningkatkan ukuran koloni AMF dan alokasi (penyimpanan) karbon di dalam tanah. Namun, penyimpanan karbon tersebut diimbangi oleh tugas AMF yang memfasilitasi dekomposisi. Temuan ini diterbitkan di jurnal Science (30/8/2012).
“Sebelumnya, kami berpikir bahwa kelebihan karbon ini akan diserap oleh tanah, sehingga dapat membantu mengurangi perubahan iklim. Tetapi tampaknya tidak menyerupai itu.” Kata Cheng.
Para peneliti juga mempelajari efek pada ladang gandung dan kedelai. Pada percobaan tersebut, Cheng mengatakan bahwa peningkatan kadar karbondioksida juga dapat meningkatkan ukuran koloni AMF dan laju dekomposisi.
Koloni AMF yang ditemukan di dalam akar pada 80 persen spesies tumbuhan darat telah memainkan peranan penting terhadap siklus karbon bumi. Fungi mendapatkan dan menyimpan karbon (produk samping dari fotosintesis tanaman) dari tumbuhan inang melalui struktur yang menyerupai vena panjang. Cheng mengatakan bahwa tumbuhan menyimpan sekitar 20 persen karbon pada AMF
AMF juga membantu tumbuhan menyerap nutrisi, menyerupai fosfor dan nitrogen.
“Kami menemukan bahwa pada ketika karbondioksida berada pada level tinggi, AMF bisa memasok lebih banyak nitrogen ke tumbuhan inangnya dengan cara mengakuisis amonum secara pribadi dari residu (sisa) dekomposisi. Kaprikornus kabar baiknya yaitu bahwa tugas AMF terhadap serapan nitrogen tumbuhan dapat membuka kemungkinan bahwa karbon tetap tersimpan di dalam tanah.” Kata Cheng.
Jika level karbondioksida lebih tinggi, maka kemampuan tumbuhan untuk mengambil nitrat akan terhambat, selanjutnya tumbuhan akan menambahkan lebih banyak karbon ke fungi menyerupai AMF dengan tujuan untuk memperoleh amonium. Pengaturan transformasi (perpindahan) nitrogen di dalam tanah dapat memperlihatkan seni administrasi yang menjanjikan untuk memulihkan tingkat perembesan karbon pada kondisi level karbondioksida yang lebih tinggi.
Penelitian ini didukung oleh USDA.
Referensi jurnal :
L. Cheng, F. L. Booker, C. Tu, K. O. Burkey, L. Zhou, HD Shew, TW Rufty, S. Hu. fungi mikoriza arbuskula Meningkatkan Dekomposisi Karbon Organik Dalam Peningkatan CO2 . Sains , 2012, 337 (6098): 1084 DOI : 10.1126/science.1224304
Artikel ini merupakan terjemahan dari goresan pena ulang berdasarkan materi yang disediakan oleh Penn State via Science Daily (30 Agustus 2012). Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Sumber http://www.nafiun.com/