Fakta & sejarah Sydney Opera House di Australia

Pernah berkunjung ke Australia ? How was that ? Yang belum pernah kesana silahkan bermimpi dulu. Nah sekarang saya akan membahas sebuah fakta unik mengenai icon dari sebuah kota besar di Australia, Kota Sydney. Nah apa yang membuat kota tersebut menarik ? Well, kota itu disebut sebagai kota paling rapi didunia. Disamping itu, jika kalian ingin hidup disana, maka kalian memerlukan uang yang sangat banyak. Karena kota tersebt termasuk kota yang memiliki taraf hidup paling tinggi di Australia. Apa hal lain yang menjadi kota Sydney menarik ? Pada kota tersebut terdapat suatu pertunjukan yang selalu diadakan pada Sydney Opera House, bangunan yang menjadi icon kota Sydney, Australia, dikenal seluruh penjuru dunia, karena bentuk struktur bangunannya yang unik, modern dan monumental.
Fakta unik dari Sydney Opera House adalah aksitek yang mendesain bangunan tersebut ternyata bukan orang Australia. Melainkan Di desain oleh arsitek asal Denmark, Jørn Utzon yang memenangkan Kompetisi Desain Internasional yang diadakan oleh Pemerintah New South Wales pada 1957. Kompitisi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pembangunan dan bangunan pertunjukan, satu untuk opera dan satu lagi untuk konser simfoni. Pada akhir kompetisi, Pemerintah New South Wales memilih karya Jørn Utzon sebagai pemenang dari 233 desain dari 32 negara yang masuk ke juri independen. Jørn Utzon berhak mendapatkan hadiah kompetisi berupa uang sebesar £ 5.000.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selama proses pembangunan, ternyata mengalami banyak kendala. Seperti sulitnya kontruksi untuk atap atau penutup bangunan Sydney Opera House tersebut. kalian bisa melihatnya pada gambar. Kubah atap bangunan ini tidak berbentuk segitiga pada umumnya yang melekat pada atap rumah biasa, melainkan mengandung unsur keindahan yang sangat luar biasa. Kalian bisa bayangkan, mereka mendesain untuk keindahan terlebih dahulu, setelah itu barulah berupaya untuk membangunnya sesuai dengan desain yang telah dirancang.
Akibat dari kendala – kendala selama pembangunan, maka menyebabkan pembekakan biaya dan waktu. Untuk solusi desain dan konstruksi cangkang penutupnya saja memakan waktu delapan tahun hingga selesai, sedangkan ubin keramik khusus penutup cangkangnya memakan waktu hingga tiga tahun. Jørn Utzon sendiri awalnya ikut serta dalam proyek pembangunan yang dimulai pada 2 Maret 1959, tetapi karena berbagai persoalan biaya yang terus membengkak dan berbagai konflik, akhirnya ia mengundurkan diri pada 1966. Konon ia bersumpah untuk tidak pernah kembali ke Australia. Sebuah sumpah yang menjanjikan sepertnya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Setelah berbagai kendala dan biaya yang membengkak hingga 14 kali lipat dari rencana awal, pada akhirnya gedung ini selesai dibangun. Bangnan Sydney Opera House ini diresmikan penggunaannya pada 20 Oktober 1973 oleh Ratu Elizabeth II. Peresmian ini kemudian dihadiri pula oleh anggota kerajaan Inggris lainnya. Hal yang paling disayangkan adalah sang arsitek tidak diundang dalam upacara tersebut, namanya juga tidak disebutkan dalam pidato pembukaan. Hal ini termasuk tidak menghargai jasa dari sang arsitek. Pertunjukan pertamanya adalah  Produksi Opera Australia Sergei Prokofiev dengan judul “War and Peace”, yang digelar di ruang teater berkapasitas 1.547 orang.
Bangunan Sydney Opera House ini termasuk dalam salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang diresmikan pada pada 28 Juni 2007 ini, terletak di Bannelong Point, Pelabuhan Sydney dan bangunan ini menempati lahan seluas 1,8 hektar. Bangunan ini memiliki berbagai ruangan untuk konser hall, opera teater, teater drama, playhouse, studio, ruang Utzon, forecour, restoran dan bar. Cangkangnya sendiri dilapisi oleh keramik Swedia yang memantulkan sinar matahari saat fajar hingga senja, sehingga menghasilkan cahaya artistik.
Setelah berdirinya hingga saat ini, Sydney Opera House digunakan sebagai tempat pertunjukan seni bagi warga Sydney dan menjadi markas bagi Opera Australia, The Australian Ballet, the Sydney Theatre Company dan the Sydney Symphony Orchestra. Selain itu tentunya bangunan ini menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika ke Sydney. Jadi bagi kalian yang ingin mengunjungi Australia, jangan lupa kunjungi Sydney Opera House.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *