Fakta Unik Dunia Fisikawan Chandrasekhar Part 2

Sekarang saya akan melanjutkan pembahasan ini yang sebelumnya adalah Fakta Unik Dunia Fisikawan Chandrasekhar Part 1
Here we go ….
Setelah Chandrasekhar tiba di Universitas Cambridge. Sebelumnya Chandrasekhar mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah India, sehingga Chandrasekhar menjadi mahasiswa peneliti di bawah bimbingan Profesor R.H. Fowler. Di tengah-tengah kesibukannya, Chandrasekhar masih ingat hasil perhitungannya di kapal laut itu. Kemudian Ia mencoba menghitung ulang dan bersama dengan para fisikawan lainya, ia mendiskusikannya di Cambridge, dan alhasil ternyata ia mendapatkan hasil yang sama bahwa ada batas atas massa bintang agar dapat berevolusi menjadi bintang bajang putih. Batas atas ini kemudian terkenal dengan namanya sendiri yaitu “Chandrasekhar limit” atau biasa disebut dengan batasan Chandrasekhar. Karena hasil penelitian mengenai evolusi bintang ini, pada tahun 1983, 50 tahun setelah konsopnya dipublikasi dan kemudian Chandrasekhar dianugerahi hadiah nobel fisika.
Di waktu yang lain, Chandrasekhar sempat menghabiskan tahun ketiga masa kuliahnya di institut fisika teori, Copenhagen atas saran P.A.M. Dirac (pelopor fisika kuantum). Karena pada saat itu ia melihat kemampuan Chandrasekhar yang cemerlang. Pada tahun 1933, ia memperoleh gelar Ph.D dari Cambridge. Hanya beberapa bulan berselang, ia langsung bergabung dengan Trinity College hingga tahun 1937. Ketika melakukan kunjungan ke Universitas Harvard, atas undangan Dr. Harlow Shapley selama musim dingin (Januari-Maret 1936), ia ditawari posisi sebagai peneliti di Universitas Chicago dan memutuskan menerima tawaran itu pada Januari 1937. Saat berada di Chicago, iapun melengkapi teorinya dan mempublikasikannya pada tahun 1939 dalam buku An Introduction to the Study of Stellar Structure
Chandrasekhar selalu disibukkan dengan berbagai riset dan merupakan pekerjaan yang berkesinambungan bagi dirinya. Ia mencatat ternyata ada sebanyak tujuh riset yang yang ia lakukan selama hidupnya.
  1. Teori tentang struktur bintang, termasuk mengenai bintang bajang putih pada tahun 1929
  2. Gerak Brownian yang merupakan bagian dari dinamika bintang pada tahun 1938
  3. teori tentang transfer energi, termasuk tentang atmosfer bintang dan teori kuantum ion negatif hidrogen, juga tentang atmosfer bintang pada tahun 1943
  4. Kestabilitas hidrodinamika dan hidromagnetik pada tahun 1953
  5. keseimbangan dan stabilitas bentuk elips, bagian dari kolaborasinya dengan Norman R Lebovitz pada tahun 1961
  6. Teori relativitas umum dan astrofisika relativitas pada tahun 1962
  7. teori matematika Black Holes pada tahun 1974.
Hasil penelitiannya itu dipublikasikan dalam berbagai monograf dan jurnal terkenal untuk astrofisika dan fisika.
Hanna Gray, seorang pimpinan universitas Chicago pernah mengungkap kesannya mengenai Chandrasekhar.

“Profesor bidang astronomi dan astrofisika ini adalah ilmuwan yang penuh dedikasi, guru dari para guru, seseorang yang senantiasa membaktikan dirinya untuk kreativitas dunia ilmiah”

Disamping fisika, Chandrasekhar yang seorang ahli bahasa juga menyukai bahasa Inggris dan senang membaca karya-karya sastra terkenal tulisan Shakespeare. Sehingga orang – orang pada masanya sangat mengagumi bahasa inggrisnya yang sangat sempurna baik dalam tata bahasa maupun aksennya, sampai-sampai fisikawan terkenal Hans Bethe mengatakan:

“Chandrasekhar was one of the great astrophysicists of our time. He was also the greatest master of the English language that I know”.

Terjemahannya sebagai berikut

“Chandrasekhar adalah salah seorang astrofisikawan yang paling hebat pada masa kami. Dia juga paling hebat dalam menguasai bahasa Inggris setahu saya”

Terima kasih telah membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *