Fakta Unik Dunia Fisikawan Chandrasekhar Part 1

Jika kau adalah seorang fisikawan, atau astronomer, atau bahkan seoarng filsuf, kalian tentu tidak akan asing ketika mendengar nama Chandrasekhar. Ya, ia adalah seorang fisikawan yang memberikan sebuah kontribusi yang sangat penting dalam dunia fisika dan astronomi, melalui konsep batasan massa sebauah bintang untuk memenuhi syarat sebagai bintang yang menjadi bibit black hole. Pada kesempatan ini, saya akan membahas fakta unik mengenai Chandrasekhar yang pada dirinya mengandung fisika dan bahasa, ya dia terkenal sebagai ahli bahasa.

Nama lengkapnya adalah Subramanyan Chandrasekhar. Ia adalah seorang fisikawan yang pernah meraih nobel Fisika pada tahun 1983. Chandrasekhar dilahirkan di Lahore, India pada 19 Oktober 1910. Ayahnya, Chandrasekhara Subrahmanyan Ayyar adalah pegawai di departemen keuangan India. Sementara Ibunya, Sita (neé Balakrishnan) bekerja sebagai seorang ibu rumah tangga biasa namun memiliki keilmuan yang tinggi dan berintelektual tinggi, karena ia mampu menerjemahan karya Henrik Ibsen, “A Doll House” ke bahasa Tamil. Kedua orangtuanya, menurut Chandrasekhar sangat menaruh perhatian pada pendidikan anak-anaknya. Orang tuanya yang langsung memberikan pendidikan dasar khusus baginya di rumah hingga ia berusia 12 tahun. Jadi orang tuanya menerapkan Home Schooling bagi anaknya Chandrasekhar. Mereka mengharapkan Chandrasekhar terkenal seperti pamannya, Chandrasekhara V. Raman, orang India pertama yang meraih hadiah Nobel fisika. Pada tahun 1918, ayahnya dipindahtugaskan ke Madras dan di sanalah keluarganya kemudian hidup menetap.  Di Madras, ia bersekolah di sekolah lanjutan Hindu dari 1922 hingga 1925. Dan sekedar anda tahu, bahwa jumlah prestasi orang – orang india pada tahun 2016 ini sangat meningkat, jika kalian tahu, CEO dari Google sekarang adalah orang india, dan perkembangan teknologi juga sedang berkembang pesat di india.

 

Pendidikan tertinggi yang ia peroleh pertama kali adalah pada saat studi di Presidency College. Kemudian ketika hendak melanjutkan studinya ke Universitas Cambridge, ibunya jatuh sakit. Menurut tradisi India, ia diwajibkan untuk tinggal di rumah demi merawat ibunya. Ya itulah adat yang ada pada india, lebih menekankan hubungan keluarga yan erat. Namun ibunya yang ingin anaknya sukses mendesak Chandra (nama kecil Chandrasekhar) untuk tetap pergi ke Cambridge, Inggris. Sehingga, Chandrasekhar tetap pergi melanjutkan studinya di Cambridge di Inggris
Sebuah perjalanan panjang yang dilakukan oleh Chandrasekhar menuju Inggris, ia mencoba untuk menggabungkan pengerahuannya tentang bintang bajang putih (white dwarf) dengan teori relativistik spesial, ia terkejut sekali mendapatkan hasil bahwa suatu bintang bajang putih dapat terbentuk melalui evolusi bintang, asalkan massa bintang itu kurang dari 1,45 massa matahari. Inilah yang disebut pada pelajaran astronomi Batasan Massa Chandrasekahr.  Jika bintang terlalu berat maka gaya tolak akibat larangan Pauli tidak mampu menahan gaya gravitasi bintang, akibatnya bintang akan kolaps menjadi bintang netron atau bahkan menjadi lubang hitam (black hole).

To be continued…

Terima kasih telah membaca
Silahkan lanjukan bacaan kalian pada bagian kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *